Integrasi teknologi dengan keuangan atau dapat dikenal dengan fintech  telah membawa perubahan besar dalam masyarakat dalam hal mengelola keuangan. Fintech  memiliki berbagai solusi yang sebelumnya tidak ada pada sistem keuangan konvensional, mulai dari aplikasi manajemen keuangan pribadi, layanan pembayaran digital, hingga platform pembelajaran finansial berbasis gamifikasi. Dengan tampilan UI dan UX yang menarik serta interaktif fintech  berperan penting dalam memperluas literasi keuangan, terutama bagi kalangan muda dan kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang terjangkau oleh layanan keuangan konvensional. Kehadiran teknologi ini secara tidak langsung menjadikannya pesaing peran akuntan dalam lingkup literasi keuangan dikarenakan keduanya sama-sama memiliki dasar ilmu yang sama yaitu pengelolaan finansial.

Dilihat dari sudut pandang yang berbeda, hubungan antara fintech  dan akuntan bukan sebagai kompetisi, melainkan kolaborasi yang saling melengkapi. Fintech  berperan sebagai enabler dengan menyediakan alat digital yang cepat, praktis, dan efisien, sementara akuntan menghadirkan kredibilitas, analisis mendalam, serta perspektif strategis yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh algoritma. Dilansir dari artikel Finance Magnates, analitik serta automatitasi yang dihadirkan oleh fintech  telah mengubah fokus akuntan dari yang awalnya sebagai pencatat transaksi keuangan menjadi penasihat keuangan yang memberikan insight yang lebih strategis bagi individu maupaun bisnis (Finance Magnates, 2023). Dengan kata lain, fintech  membebaskan akuntan dari pekerjaan repetitif dan administratif, sehingga mereka bisa berfokus pada hal-hal bernilai tambah. Penelitian empiris juga memperlihatkan bahwa fintech  tidak melemahkan, melainkan memperkuat praktik akuntansi.

Studi yang dilakukan di Ghana dan Nigeria menunjukkan bahwa adopsi teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan big data analytics telah meningkatkan kualitas pelaporan dan akuntabilitas keuangan. Menariknya, dampak AI bahkan lebih signifikan dibandingkan big data, menandakan bahwa peran teknologi bukan hanya mempermudah proses, tetapi juga meningkatkan standar profesionalisme dalam praktik akuntansi (Bonsu et al., 2023). Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa fintech  dapat berfungsi sebagai katalis untuk memperkuat literasi dan praktik keuangan, bukan sekadar sebagai pesaing

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran fintech  juga menimbulkan tantangan baru, terutama yang berkaitan dengan etika dan keamanan. Teknologi seperti blockchain, AI, dan cloud computing memang membawa manfaat berupa transparansi, otomatisasi, dan efisiensi, tetapi juga menimbulkan risiko baru seperti kebocoran data, privasi pengguna, hingga potensi bias algoritma. Hamza (2025) menekankan perlunya penerapan kerangka etis dan regulasi yang kuat untuk memastikan bahwa inovasi fintech  tidak justru merugikan masyarakat atau mengikis kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. Dalam konteks inilah, akuntan berperan penting sebagai penjaga integritas, memastikan bahwa penggunaan teknologi finansial tetap sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan keadilan.

Referensi:

Osei-Assibey Bonsu, M., Wang, Y., & Guo, Y. (2023). Does fintech  lead to better accounting practices? Empirical evidence. Accounting Research Journal, 36(2/3), 129–147. https://doi.org/10.1108/arj-07-2022-0178

Tedjania Hamza, Difallah Mohammed Elhadi, Labsi Ali. (2025). Enhancing Accounting and Audit: The Pivotal Role of Fintech  Innovations. European Economic Letters (EEL)15(1), 1687–1717. Retrieved from https://www.eelet.org.uk/index.php/journal/article/view/2554

The Future of Accounting with Fintech : Automation, Analytics, and Advisory Services. (2023, April 24). Financial and Business News | Finance Magnates. https://www.financemagnates.com/fintech /education-centre/the-future-of-accounting-with-fintech -automation-analytics-and-advisory-services/