Dalam menjalankan bisnis, perusahaan perlu merencanakan pendapatan, mengendalikan pengeluaran, dan memperkirakan kondisi keuangan di masa depan. Perencanaan yang baik membantu manajemen menentukan prioritas, mengalokasikan sumber daya, serta mengantisipasi risiko yang dapat memengaruhi kegiatan operasional. Dua proses yang sering digunakan untuk tujuan tersebut adalah budgeting dan forecasting.

Meskipun keduanya berkaitan dengan perencanaan keuangan, budgeting dan forecasting memiliki fungsi yang berbeda. Budgeting berfokus pada target keuangan dan alokasi sumber daya yang direncanakan, sedangkan forecasting memperkirakan hasil yang kemungkinan terjadi berdasarkan data dan kondisi terkini (Corporate Finance Institute, 2025).

 

Apa Itu Budgeting?

Budgeting atau penganggaran adalah proses menyusun rencana keuangan untuk periode tertentu, biasanya satu tahun fiskal. Anggaran dapat mencakup target pendapatan, biaya operasional, kebutuhan kas, serta alokasi dana untuk berbagai kegiatan bisnis.

Menurut Business Queensland (n.d.), anggaran membantu perusahaan merencanakan penggunaan dana dan menentukan target keuangan yang ingin dicapai. Anggaran juga dapat menjadi acuan untuk mengevaluasi kinerja aktual dengan membandingkannya terhadap rencana yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menetapkan anggaran penjualan sebesar Rp1,2 miliar untuk tahun berikutnya. Perusahaan juga mengalokasikan Rp700 juta untuk biaya operasional. Target tersebut menjadi pedoman bagi manajemen dalam menyusun kegiatan bisnis dan mengendalikan pengeluaran selama periode berjalan.

Dengan demikian, budgeting membantu perusahaan menjawab pertanyaan: Apa target yang ingin dicapai, dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan untuk mencapainya?

 

Apa Itu Forecasting?

Forecasting atau peramalan adalah proses memperkirakan hasil bisnis di masa depan berdasarkan data historis, kinerja aktual, tren, serta asumsi mengenai kondisi yang akan datang. Berbeda dengan anggaran yang berfungsi sebagai rencana atau target, forecasting memberikan gambaran mengenai hasil yang kemungkinan terjadi.

Corporate Finance Institute (2025) menjelaskan bahwa forecasting menggunakan informasi historis dan kondisi terkini untuk memperkirakan hasil keuangan mendatang. Perkiraan ini dapat diperbarui ketika perusahaan memperoleh informasi baru atau menghadapi perubahan kondisi bisnis.

Sebagai contoh, setelah menjalankan bisnis selama enam bulan, perusahaan mengetahui bahwa penjualan aktual lebih rendah daripada target anggaran. Berdasarkan tren tersebut dan kondisi pasar terbaru, perusahaan memperkirakan bahwa total penjualan setahun hanya akan mencapai Rp1 miliar.

Perkiraan tersebut dapat digunakan manajemen untuk mengevaluasi kebutuhan kas, menyesuaikan persediaan, atau mempertimbangkan strategi penjualan yang lebih efektif.

Dengan demikian, forecasting membantu perusahaan menjawab pertanyaan: Dengan kondisi saat ini, hasil bisnis seperti apa yang kemungkinan akan dicapai?

 

Perbedaan Budgeting dan Forecasting

Meskipun saling berkaitan, budgeting dan forecasting berbeda dalam tujuan dan penggunaannya. Becker (2025) menjelaskan bahwa anggaran berfungsi sebagai pedoman perencanaan dan alokasi sumber daya, sedangkan peramalan digunakan untuk memperkirakan kondisi keuangan dan membantu perusahaan merespons perubahan.

Aspek Budgeting Forecasting
Tujuan Menetapkan target dan rencana keuangan Memperkirakan hasil yang mungkin terjadi
Dasar penyusunan Target bisnis, rencana kerja, dan kebutuhan sumber daya Data historis, hasil aktual, tren, dan asumsi terbaru
Periode Umumnya disusun untuk satu tahun fiskal Dapat diperbarui secara berkala sepanjang tahun
Fokus Apa yang ingin dicapai dan bagaimana dana digunakan Apa yang kemungkinan terjadi berdasarkan kondisi terkini
Penggunaan Alokasi dana dan evaluasi kinerja Antisipasi risiko dan penyesuaian keputusan
Perubahan Anggaran awal dapat dipertahankan sebagai dasar pembanding Perkiraan diperbarui ketika informasi baru tersedia

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa anggaran dan peramalan tidak seharusnya dianggap sebagai dua proses yang saling menggantikan. Keduanya memberikan informasi berbeda yang dibutuhkan manajemen untuk merencanakan sekaligus mengevaluasi kegiatan bisnis.

 

Bagaimana Budgeting dan Forecasting Bekerja Bersama?

Dalam praktiknya, perusahaan dapat menggunakan budgeting dan forecasting secara bersamaan. Anggaran memberikan target dan pedoman penggunaan dana, sedangkan peramalan membantu perusahaan menilai apakah target tersebut masih realistis berdasarkan perkembangan terbaru.

IBM (n.d.) menjelaskan bahwa proses perencanaan, penganggaran, dan peramalan saling berkaitan dalam menentukan tujuan keuangan serta menyesuaikan keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

Berikut tahapan sederhana penerapannya:

  1. Menetapkan target melalui budgeting. Perusahaan menyusun target pendapatan, biaya, dan laba untuk periode mendatang.
  2. Mencatat hasil aktual. Selama periode berjalan, perusahaan mengumpulkan data penjualan dan biaya yang benar-benar terjadi.
  3. Membandingkan hasil dengan anggaran. Perusahaan mengidentifikasi selisih antara target dan hasil aktual serta menganalisis penyebabnya.
  4. Memperbarui forecasting. Berdasarkan hasil aktual dan kondisi terbaru, perusahaan memperkirakan kembali hasil keuangan hingga akhir periode.
  5. Menentukan tindakan. Manajemen menggunakan hasil analisis untuk mempertimbangkan perubahan strategi, pengendalian biaya, atau penyesuaian operasional.

Siklus tersebut membantu perusahaan menghubungkan target yang telah direncanakan dengan kondisi bisnis yang sebenarnya. Namun, memperbarui forecast tidak selalu berarti mengubah anggaran awal. Anggaran dapat tetap dipertahankan sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kinerja, sementara forecast menunjukkan perkiraan terbaru.

 

Contoh Penerapan dalam Bisnis

Sebuah perusahaan menetapkan anggaran penjualan tahunan sebesar Rp1,2 miliar atau rata-rata Rp100 juta per bulan. Namun, setelah tiga bulan, penjualan aktual hanya mencapai Rp240 juta, lebih rendah daripada target kumulatif sebesar Rp300 juta.

Berdasarkan perkembangan tersebut, perusahaan memperkirakan bahwa penjualan selama sembilan bulan berikutnya akan mencapai Rp760 juta. Dengan demikian, total penjualan yang diperkirakan untuk satu tahun adalah Rp1 miliar.

Dari contoh tersebut, perusahaan dapat melihat bahwa terdapat selisih Rp200 juta antara anggaran penjualan awal dan perkiraan terbaru.

Informasi ini dapat digunakan manajemen untuk mengevaluasi penyebab penurunan penjualan, meninjau strategi pemasaran, dan menyesuaikan kebutuhan biaya. Perusahaan juga dapat mempertimbangkan skenario lain, misalnya jika penjualan meningkat setelah promosi dilakukan atau jika permintaan pasar terus melemah.

Melalui budgeting, perusahaan mengetahui target yang ingin dicapai. Sementara itu, forecasting membantu perusahaan memahami kemungkinan hasil yang akan diperoleh dan menentukan tindakan yang diperlukan.

 

Mengapa Budgeting dan Forecasting Penting dalam Akuntansi Manajemen?

Dalam akuntansi manajemen, informasi keuangan tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi yang telah terjadi, tetapi juga untuk membantu manajemen merencanakan dan mengendalikan kegiatan bisnis.

Budgeting membantu menetapkan target, mengalokasikan sumber daya, dan mengevaluasi kinerja berdasarkan rencana. Di sisi lain, forecasting membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan dana, mengantisipasi perubahan pendapatan dan biaya, serta mempertimbangkan alternatif keputusan.

Keduanya juga mendukung analisis selisih (variance analysis), yaitu proses membandingkan hasil aktual dengan anggaran untuk memahami penyebab perbedaan dan menentukan langkah perbaikan.

 

Referensi

Becker. (2025). Budget vs forecast: What every management accountant needs to know. https://www.becker.com/blog/cma/budget-vs-forecast

Business Queensland. (n.d.). Budgets and forecasts. Queensland Government. https://www.business.qld.gov.au/running-business/finance/essentials/budgets-forecasts

Corporate Finance Institute. (2025). Budgeting vs forecasting in FP&A: Key differences, use cases, and tips. https://corporatefinanceinstitute.com/resources/fpa/budgeting-vs-forecasting-fpa/

IBM. (n.d.). Apa itu perencanaan, penganggaran, dan forecasting? https://www.ibm.com/id-id/think/topics/planning-budgeting-and-forecasting

AICPA & CIMA. (2013). Rolling plans and forecasts. https://www.aicpa-cima.com/resources/article/rolling-plans-and-forecasts