Data Governance: Menjaga Keamanan dan Kualitas Data di Era Digital
Data sudah merupakan sebuah aset krusial yang penting bagi perusahaan, namun di antara keuntungan pemanfaatan data, ada risiko yang besar seiring dengan jumlah data yang tumbuh sangat pesat. Risiko keamanan dan potensi adanya kesalahan pengambilan keputusan tanpa kerangka tata kelola yang baik. Data governance haidr sebagai fondasi penjamin kontrol, kualitas, serta keamanan data secara sistematis. Sebuah kerangka kerja umumnya menjabarkan struktur organisasi serta proses pengelolaan aset data, mulai dari penetapan pemilik data hingga audit reguler untuk menjaga integritas dan kepatuhan (Holdsworth & Kosinski, 2024). Struktur tata kelola mencangkup kebijakan, standar, hingga indikator performa utama yang menjadi pegangan organisasi dalam mengelola data. Hal ini mencangkup pembuatan katalog, definisi metadata, klasifikasi data, hingga penyusunan aturan yang menjaga keamanan sepanjang silkus data berlangsung (Twilio, 2025).
Data governance memiliki manfaat praktis. Pertama, data governance dpaat menjaga kualitas data agar konsisten, akurat, dan dapat dipercaya. Kedua, membantu ketaatan terhadap regulasi seperti GDPR. Ketiga, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasarkan bukti yang valid (Sharma, 2024). Data governance juga memiliki peran vital dalam memastikan keamanan data dalam koridor yang tepat. Tanpa pengelolaan, kebijakan keamanan data akan kehilangan arah dan hanya menjadi sekadar niat baik, namun dari sisi lain tanpa kontrol keamanan yang tegas maka kerangka tata kelola tidak akan efektif kedua unsur ini wajib bergerak selaras (Onyx, 2025). Dalam era kecerdasan buatan seperti sekarang, terdapat potensi masalah yang bernama data sprawl yaitu penyebaran data yang tak terkendali, hal ini memunculkan beberpaa tantangan besar karena data yang tak terkategorisasi dapat menjadi titik lemah dalam portofolio kemaanan digital. Framing tata kelola data yang efektif diperlukan kerangka kerja formal yang sesuai konteks organisasi Beberapa framework seperti DMBOK dan COBIT mampu menjadi panduan dalam menetapkan peran, kebijakan, pengawasan, hingga tahap kematangan tata kelola yang harus dicapai perusahaan.
Secara umum, membangun budaya yang mengedepankan data governance bukan hanya soal memasang sistem, tetapi lebih luas soal strategi, struktur organisasi, serta literasi data agar setiap orang dapat memahami tanggungjawab dalam menjaga keamanan, kualitas data, dan pemanfaatannya. Data governance yang kuat adalah pondasi bagi organisasi untuk bisa bertahan dan berkembang di era informasi yang semakin kompleks
Referensi:
Holdsworth, J., & Kosinski, M. (2024, September 20). Data Governance. Ibm.com. https://www.ibm.com/think/topics/data-governance?utm_source=chatgpt.com
Twilio. (2025). What is a Data Governance Framework? Examples & Models. Twilio. https://www.twilio.com/en-us/resource-center/data-governance/framework?utm_source=chatgpt.com
Sharma, S. (2024, July 15). Data Governance. Fidelis Security. https://fidelissecurity.com/threatgeek/data-protection/data-governance
The Symbiotic Relationship between Data Governance and Data Security | Onyx. (2025). Onyxgs.com. https://www.onyxgs.com/blog/symbiotic-relationship-between-data-governance-and-data-security?utm_source=chatgpt.com
Comments :