Pada 2 Mei 2025 saat binus festival, para mahasiswa jurusan Accounting Technology dari Binus University Bekasi mengikuti seminar bertajuk “Cybersecurity And Risk Management: Building Organizational Resillience Against Digital Threat”. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya jurusan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan nyata yang dihadapi dunia bisnis modern, khususnya dalam menghadapi risiko-risiko digital yang semakin kompleks.

Seminar ini menghadirkan narasumber istimewa, Bapak Aloysius Harry Mukti, seorang dosen tetap di Universitas Bhayangkara (Ubhara) dan praktisi berpengalaman di bidang internal audit. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Komite Audit di salah satu perusahaan ternama, menjadikan sudut pandangnya sangat relevan dan berbobot dalam memahami interseksi antara teknologi, keamanan data, dan pengelolaan risiko. Seminar ini dimoderatori dengan oleh Ibu Silvia Dewiyanti, dosen dan Subject Content Coordinator (SCC) jurusan Accounting Technology, yang membangun suasana diskusi menjadi hidup dan reflektif.

Dalam sesi pemaparannya, Bapak Aloysius menekankan bahwa era digital membawa kemudahan sekaligus kerentanan. Ia membuka wawasan para peserta dengan menggambarkan bagaimana serangan siber kini tidak lagi menyasar sektor teknologi semata, tetapi juga merambah ke perusahaan manufaktur, logistik, layanan keuangan, bahkan instansi pemerintahan. Dalam konteks akuntansi dan audit internal, ancaman seperti manipulasi data, kebocoran informasi sensitif, hingga peretasan sistem ERP menjadi isu yang tidak dapat diabaikan.

Beliau juga memaparkan strategi utama dalam membangun organisasi yang tangguh (resilient), mulai dari tata kelola teknologi informasi, penguatan pengendalian internal berbasis digital, hingga pentingnya membentuk budaya sadar risiko siber di seluruh lini organisasi. Diskusi menjadi lebih interaktif ketika peserta mulai mengajukan pertanyaan seputar peran internal auditor dalam menghadapi serangan digital dan bagaimana sistem keamanan dapat diaudit secara efektif.

Di bawah arahan Ibu Silvia sebagai moderator, suasana seminar berjalan hangat dan mendalam. Beliau kerap menyambungkan materi yang disampaikan dengan konteks pembelajaran mahasiswa, khususnya mata kuliah yang beririsan dengan audit sistem informasi dan manajemen risiko. Mahasiswa juga diajak untuk merefleksikan pentingnya peran mereka di masa depan sebagai akuntan yang tidak hanya mengerti angka, tetapi juga melek teknologi dan mampu menjadi garda depan dalam melindungi integritas data keuangan.

Seminar ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berarti, menyatukan teori dan praktik dalam satu ruang diskusi. Mahasiswa tidak hanya pulang dengan catatan baru di buku, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam tentang urgensi cybersecurity di era digital serta bagaimana profesi akuntan berkembang ke arah yang lebih strategis dan berbasis teknologi.