Mengintegrasikan Keberlanjutan ke dalam Akuntansi Islam Digital untuk Bank Islam
Digitalisasi akuntansi Syariah juga menghadirkan peluang bagi bank Syariah untuk mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan (sustainability) ke dalam praktik keuangan mereka. Saat dunia bergulat dengan tantangan lingkungan dan sosial yang mendesak, keuangan Syariah dapat memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan (Sharmeen & Yeaman, 2020). Teknologi digital, seperti blockchain, AI, dan cloud computing, dapat memungkinkan bank Syariah untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam proses akuntansi dan pelaporan mereka. Misalnya, platform berbasis blockchain dapat memfasilitasi pelacakan dampak lingkungan dari aktivitas pembiayaan bank Syariah secara transparan dan anti-rusak, memastikan akuntabilitas dan keselarasan dengan tujuan keberlanjutan.
Demikian pula, integrasi AI dan data analytic dapat memberdayakan bank Syariah untuk membuat keputusan yang lebih baik dan berbasis data yang memprioritaskan keberlanjutan. Dengan memanfaatkan perangkat digital untuk menganalisis dan memantau metrik lingkungan, sosial, dan tata kelola, bank Syariah dapat menyelaraskan strategi pembiayaan dan investasi mereka dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, seperti energi terbarukan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan konservasi lingkungan.
Selain itu, digitalisasi akuntansi Syariah juga dapat meningkatkan integrasi pembiayaan hijau (green financing) dan produk investasi yang sesuai dengan Syariah (Al-Roubaie & Sarea, 2019). Platform digital dapat memfasilitasi administrasi dan pemantauan green sukuk, aset yang selaras dengan ESG, dan instrumen keuangan berkelanjutan lainnya sehingga memungkinkan bank Syariah untuk menawarkan berbagai produk yang etis dan bertanggung jawab terhadap lingkungan kepada nasabah mereka.
Integrasi pertimbangan keberlanjutan ke dalam akuntansi Islam digital menghadirkan peluang dan tantangan dari perspektif sumber daya manusia. Pertama, bank Syariah perlu meningkatkan keterampilan dan melatih kembali profesional akuntansi dan keuangan mereka untuk mengarahkan kompleksitas penggabungan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam pelaporan keuangan dan proses pengambilan keputusan mereka. Ini akan membutuhkan program pelatihan yang komprehensif untuk memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan perangkat digital, seperti blockchain, AI, dan data analytic, untuk melacak, memantau, dan menganalisis metrik keberlanjutan.
Selain itu, bank Syariah perlu menumbuhkan budaya keberlanjutan dalam organisasi mereka, di mana semua karyawan, dari tim kepemimpinan hingga staf frontliners, selaras dengan tujuan keberlanjutan lembaga dan secara aktif berkontribusi pada pencapaiannya. Hal ini dapat melibatkan perubahan pada deskripsi pekerjaan, kriteria evaluasi kinerja, dan struktur insentif karyawan untuk memprioritaskan dan memberi penghargaan atas praktik berkelanjutan.
Selain itu, bank Syariah mungkin perlu merekrut talenta khusus, seperti pakar keberlanjutan, analis ESG, dan spesialis pembiayaan hijau, untuk memberikan keahlian dan panduan yang diperlukan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam kerangka akuntansi digital mereka. Menarik dan mempertahankan para profesional yang sangat terampil ini dapat menjadi tantangan yang signifikan, karena mereka sangat dibutuhkan di seluruh sektor keuangan.
Terakhir, strategi manajemen perubahan yang efektif akan sangat penting untuk memastikan integrasi keberlanjutan yang lancar dan sukses ke dalam digitalisasi akuntansi Syariah. Karyawan mungkin menghadapi penolakan terhadap perubahan atau kesulitan dalam beradaptasi dengan proses dan teknologi baru. Bank Syariah perlu menerapkan program komunikasi, pelatihan, dan dukungan yang komprehensif untuk membantu tenaga kerja mereka menerima transisi dan memahami pentingnya praktik berkelanjutan dalam konteks keuangan Syariah.
Referensi:
- AlāRoubaie, A., & Sarea, A. 2019. Green Investment and Sustainable Development: The Case of Islamic Finance. Journal of Islamic Business and Management. Vol. 9 (1). DOI: 10.26501/jibm/2019.0901-002
- Sharmeen, K., & Yeaman, A. M. (2020). Benefits That Islamic and Conventional Banks Can Attain by Implementing Green Banking. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance. Vol. 6 (4). DOI: 10.21098/jimf.v6i4.1134
Comments :