{"id":8615,"date":"2021-07-23T15:42:40","date_gmt":"2021-07-23T08:42:40","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=8615"},"modified":"2021-07-23T15:42:40","modified_gmt":"2021-07-23T08:42:40","slug":"diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/","title":{"rendered":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.\u00a0 Skeumorfisme sendiri sebenarnya sangat dihindari dalam aplikasi kontemporer karena menurut Alan Cooper (Cooper et al., 1956) , hal ini akan membuat si aplikasi sulit dipakai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Alasannya adalah skeumorfisme terkadang membuat suatu aplikasi jadi sulit dibaca atau membuat <em>layout<\/em>-nya kurang nyaman. Perhatikan gambar 1\u00a0 berikut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8616\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\" alt=\"\" width=\"299\" height=\"217\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 1 Tampilan Ibooks lama , tampak bahwa buku disusun di dalam lemari seperti pada dunia nyata. Sumber : https:\/\/www.wired.com\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada gambar terlihat bahwa tampilan buku terutama judulnya kurang jelas dibaca. Kemudian <em>space<\/em> yang dipakai untuk menampilkan lemari akan lebih baik jika dipakai untuk hal lain seperti menampilkan informasi buku secara singkat. Hal ini \u00a0menyebabkan, skeumorfisme secara perlahan ditinggalkan oleh para praktisi UX dan developer. Saat ini\u00a0 yang popular adalah desain <em>flat<\/em> seperti pada gambar 2, karena desain tipe ini mengedepankan utilitas tetapi tetap memperhatikan estetika walaupun minimalis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8617\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture2-6.png\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"687\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 2 Tampilan Books app versi yang baru, sumber : https:\/\/support.apple.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Walaupun skeumorfisme ditinggalkan pada banyak aplikasi, konsep tersebut masih dipakai didalam aplikasi permainan atau gim. Seperti pada gambar 3.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8618\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-8.jpg\" alt=\"\" width=\"494\" height=\"309\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-8.jpg 494w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-8-480x300.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 494px) 100vw, 494px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 3 Penggunaan peta pada salah gim Metro: The Last Light, sumber:\u00a0 https:\/\/uxdesign.cc\/vr-diegetic-interfaces-dont-break-the-experience-554f210b6e46<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada contoh, tampilan \u00a0peta \u00a0dipakai untuk membuat pemain lebih mudah terbawa dalam suasana game atau imersi. Kemudian jika diperhatikan bentuk serta cara pakai peta sama seperti dunia nyata. Hal ini selaras sekali dengan makna dan tujuan skeumorfisme sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Khusus dalam game tipe-tipe antarmuka ini disebut dengan <em>diegetic UI<\/em>. <em>Diegetic<\/em> <em>UI<\/em> sendiri adalah UI yang menyatu dengan dunia game. Dua gambar dibawah adalah contoh lain dari gim yang menerapkan diegetic UI<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-8619\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6-640x360.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6-640x360.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6-480x270.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6-768x432.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture4-6.jpg 1069w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 4 Tampilan health bar yang terintegrasi pada punggung pemain di gim Dead Space 3<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-8620\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1-640x360.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1-640x360.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1-480x270.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1-768x432.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture5-1.png 1179w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 5 Pip-boy pada game Fallout.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tren yang terjadi dalam pengembangan dunia game adalah menggunakan diagetic UI ketika pengembang ingin membuat gamenya lebih imersif. Perkembangan terbaru adalah mengadopsi tipe UI ini kedalam game VR. Alasannya adalah VR mereplikasi dunia nyata dalam bentuk digital, dimana pemain dapat melihat dunia didalam game secara 360 derajat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perspektif ini benar-benar mirip sekali sudut pandang pemain\u00a0 di dunia nyata. Sehingga VR secara intrinsik merupakan aplikasi yang imersif. Penerapan Diagetic UI kedalam game VR membuat sifat imersif tersebut jauh lebih terasa. Mengapa? Karena diegetic ui membuat semua elemen dalam game menyatu baik tombol, bar, gambar <em>background<\/em>, karakter dan elemen lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Konsep\u00a0 ini dapat diterapkan juga pada aplikasi VR lain seperti pada aplikasi lab kimia di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8621\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture6-1.jpg\" alt=\"\" width=\"629\" height=\"471\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture6-1.jpg 629w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture6-1-480x359.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 629px) 100vw, 629px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 6 Alat titrasi pada aplikasi lab berbasis VR, sumber : https:\/\/www.vrlabacademy.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.\u00a0 Skeumorfisme sendiri sebenarnya sangat dihindari dalam aplikasi kontemporer karena menurut Alan Cooper (Cooper et al., 1956) , hal ini akan membuat si aplikasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[116],"tags":[],"class_list":["post-8615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-23T08:42:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"299\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"217\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan\",\"datePublished\":\"2021-07-23T08:42:40+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-23T08:42:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\"},\"wordCount\":432,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\",\"articleSection\":[\"Computer Science\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\",\"name\":\"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-23T08:42:40+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-23T08:42:40+00:00\",\"description\":\"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg\",\"width\":299,\"height\":217},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2021-07-23T08:42:40+00:00","og_image":[{"width":299,"height":217,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan","datePublished":"2021-07-23T08:42:40+00:00","dateModified":"2021-07-23T08:42:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/"},"wordCount":432,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg","articleSection":["Computer Science"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/","name":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg","datePublished":"2021-07-23T08:42:40+00:00","dateModified":"2021-07-23T08:42:40+00:00","description":"Dalam desain interaksi atau lebih dikenal secara umum desain UX (User experience), skeumorphisme sangat dihindari. Skeumorphisme sendiri adalah mereplikasi tampilan dan cara pakai dari alat yang ada di dunia nyata kedalam aplikasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture1-28.jpg","width":299,"height":217},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/diagetic-ui-mengadopsi-kembali-skeumorphisme-oleh-muhammad-maulana-ramadhan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diagetic UI, Mengadopsi Kembali Skeumorphisme Oleh : Muhammad Maulana Ramadhan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8622,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8615\/revisions\/8622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}