{"id":8581,"date":"2021-07-19T11:23:43","date_gmt":"2021-07-19T04:23:43","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=8581"},"modified":"2021-07-19T11:23:43","modified_gmt":"2021-07-19T04:23:43","slug":"one-and-done-wellington","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/","title":{"rendered":"One and Done \u2013 Wellington"},"content":{"rendered":"<p>The modernist home designed by little unknown architect Reginald N Uren looks deceptively simple but it\u2019s surprisingly complex structure that has been lovingly nurtured.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-8582\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture1-3-640x222.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"222\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture1-3-640x222.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture1-3-480x166.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture1-3-768x266.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture1-3.jpg 817w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004. Rumah ini mulai dibangun dari tahun 1965 dan selesai pada tahun 1967. Rumah ini terletak di Kota Kiwi yang dekat dengan Pantai Raumati, Wellington. Pemilik sebelumnya Ron Uren mengalami kesulitan keuangan dikarenakan penyakit yang dideritanya. McKay melihat kondisi pemilik sebelumnya yang tercitra dari keadaan taman dari rumah ini yang mulai tak terawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akan tetapi ketertarikan McKay terhadap rumah ini dikarenakan letaknya yang jauh dari kebisingan kota dan dekat pantai membuatnya memilih rumah ini sebagai rumah idamannya. Rumah ini mencitrakan sinkronisasi antara arsitek dan pemilik. Kebutuhan dan keinginan pemilik diakomodasikan secara indah dengan gaya perancangan arsitek. Desain interior yang dimiliki rumah ini juga memperhatikan kedua hal tersebut. Kondisi modern yang tercitra pada rumah-rumah pusat kota terlihat secara visual dan dapat dirasakan ada di rumah ini meskipun keadaan lokasi tempat rumah ini berada di pinggiran kota dan jauh dari pusat kota yang memvisualisasikan keinginan pemilik sebelumnya. Rumah ini punya personalitas. Terdapatnya trik-trik khusus seperti penggunaan cermin pada dinding untuk menyiasati luas rumah yang terbilang kecil untuk terlihat menjadi luas. Rumah ini terlihat seperti kotak bento Jepang yang sederhana tapi \u201ccompact\u201d dan komplit terlebih lagi area taman di luar rumah ini seperti dipancang dapat merawat dirinya sendiri. Rumah ini juga memperlihatkan karya-karya seniman New Zealand dan Australia seperti Ronnie Van Hout dan Diena Gorgetti. Pemilihan material seperti \u201credwood cedar\u201d, kaca, dan batu dominan pada rumah ini sehingga membuat rumah ini terkesan hangat dan sangat pantas dikatakan sebagai \u201crumah\u201d tempat untuk beristirahat yang nyaman. Atap datar yang digunakan membuat rumah subtropis ini terasa hangat terlebih lagi konsiderasi letak rumah terhadap arah mata angin yang membuat rumah ini selalu disinari matahari baik lantai, langit-langit maupun dinding. Tidak ada satupun elemen interior maupun<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">arsitektur yang diganti oleh McKay, karena sejak pertama kali ia melihat rumah ini ia langsung merasa ini rumah yang benar-benar ia idamkan selama masa hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-8583\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture2-4-640x214.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture2-4-640x214.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture2-4-480x161.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture2-4-768x257.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Capture2-4.jpg 816w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang menarik pada artikel ini, adalah ketika pemilik rumah yang baru merasa personalitas dirinya juga ada pada rumah tersebut karena jarang sekali ada dua orang berbeda yang memiliki personalitas yang sama yang dapat dicitrakan pada rancangan interior sebuah rumah apalagi kedua orang tersebut tidak memiliki hubungan darah. Akan tetapi, ada kemungkinan besar ketertarikan terhadap seni dan gaya yang sama membuat rumah tersebut tetap utuh hingga saat ini oleh dua pemilik yang berbeda. Arsitek ini sangat berhasil dalam mencitrakan kesan simple modern yang nyaman pada rumah ini dengan gayanya sendiri tanpa meninggalkan keinginan dan kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-8584\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7-640x332.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7-640x332.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7-480x249.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7-768x398.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg 816w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The modernist home designed by little unknown architect Reginald N Uren looks deceptively simple but it\u2019s surprisingly complex structure that has been lovingly nurtured. Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8584,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[121],"tags":[],"class_list":["post-8581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-interior-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-19T04:23:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"816\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"423\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"One and Done \u2013 Wellington\",\"datePublished\":\"2021-07-19T04:23:43+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-19T04:23:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\"},\"wordCount\":464,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg\",\"articleSection\":[\"Interior Design\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\",\"name\":\"One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-19T04:23:43+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-19T04:23:43+00:00\",\"description\":\"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg\",\"width\":816,\"height\":423},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"One and Done \u2013 Wellington\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2021-07-19T04:23:43+00:00","og_image":[{"width":816,"height":423,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"One and Done \u2013 Wellington","datePublished":"2021-07-19T04:23:43+00:00","dateModified":"2021-07-19T04:23:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/"},"wordCount":464,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg","articleSection":["Interior Design"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/","name":"One and Done \u2013 Wellington | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg","datePublished":"2021-07-19T04:23:43+00:00","dateModified":"2021-07-19T04:23:43+00:00","description":"Artikel ini menjelaskan tentang konsep simple modern yang diusung oleh seorang arsitek bernama Reginald N Uren pada rumah kakaknya sendiri yang bernama Ron Uren. Seorang kolektor seni dari Wellington bernama Hamish McKay tertarik untuk membeli rumah ini di Tahun 2004.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Picture3-7.jpg","width":816,"height":423},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2021\/07\/one-and-done-wellington\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"One and Done \u2013 Wellington"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8581"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8585,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8581\/revisions\/8585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}