{"id":7574,"date":"2020-12-01T10:32:58","date_gmt":"2020-12-01T03:32:58","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=7574"},"modified":"2024-09-13T14:28:55","modified_gmt":"2024-09-13T07:28:55","slug":"gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/","title":{"rendered":"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">oleh Satria Nurzaman<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-13240 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1-640x320.jpg\" alt=\"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d\" width=\"640\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1-640x320.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1-480x240.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1-768x384.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<h2><strong>Tinjauan tentang Asal Muasal Desain Swiss (Swiss Design)<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Asal muasal Desain Swiss Swiss Design atau disebut juga The International Typographic Style adalah gerakan yang muncul di Swiss selama periode 40an. Desain Swiss muncul dan terpengaruh dari gaya desain sebelumnya seperti De Stijl, Constructivism, Bauhaus, dan The New Typography, gaya-gaya tersebut seolah bergabung dan tersaji dengan baik di Swiss. Fakta bahwa Swiss berada dalam posisi netral selama periode antar perang dan pascaperang dunia membuat Swiss menjadi surga bagi para intelektual dan persimpangan ide dari berbagai tempat, dari Inggris dan Belanda hingga Jerman dan Rusia. Ernst Keller dalam banyak hal disebut kakek dari Desain Swiss. Dia mengajar di Kunstgewerbeschule School of Arts &amp; Crafts di Z\u00fcrich, Di sina, Keller mengajarkan bahwa desain harus disesuaikan dengan konten dan mulai bereksperimen dengan grid system yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gaya desain ideal yang populer saat ini. Karya Keller memiliki preferensi untuk grafik yang mencolok, tata letak yang tidak teratur, dan tipografi sans serif, dan memiliki rasa yang berbeda dari gaya desain Swiss yang akan datang nanti. Desain Swiss tidak terbatas pada desain grafis. Arsitek seperti Le Corbusier dan Phillip Johnson termasuk di antara mereka yang dianggap sebagai bagian dari gerakan Desain Swiss. selama lebih dari dua dekade desain Swiss memberi dampak yang sangat besar dan pengaruhnya berlanjut hingga hari ini.<\/p>\n<h2><b>Prinsip-prinsip Kunci dalam Desain Swiss<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain Swiss, atau yang dikenal juga sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Swiss Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">International Typographic Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, adalah aliran desain grafis yang muncul pada pertengahan abad ke-20 di Swiss. Desain ini berfokus pada kesederhanaan, keterbacaan, dan struktur yang kuat. Gaya ini memberikan pengaruh besar dalam dunia desain grafis modern dan sering digunakan dalam desain publikasi, poster, serta identitas merek. Berikut adalah beberapa prinsip-prinsip kunci yang menjadi fondasi dari Desain Swiss.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Penggunaan Grid yang Terstruktur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu ciri utama dari Desain Swiss adalah penggunaan grid atau kisi-kisi yang sangat terstruktur. Grid digunakan untuk menciptakan tata letak yang rapi dan konsisten, membantu desainer mengatur elemen-elemen seperti teks dan gambar agar terlihat seimbang. Pendekatan ini memberikan kerangka yang jelas, sehingga desain lebih mudah dipahami dan diikuti oleh audiens.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Grid juga membantu menciptakan hirarki visual yang efektif. Elemen penting diletakkan pada posisi yang strategis, sementara elemen pendukung ditempatkan di area yang tidak mengganggu fokus utama. Dengan tata letak yang terorganisir, desain menjadi lebih estetis dan fungsional.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Tipografi sebagai Fokus Utama<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tipografi memegang peran sentral dalam Desain Swiss. Gaya ini menekankan keterbacaan dan kesederhanaan, sehingga huruf-huruf yang digunakan biasanya sans-serif, seperti Helvetica dan Univers. Tipografi dalam Desain Swiss sering kali ditempatkan secara tegas, dengan pengaturan yang jelas dan teratur. Jenis huruf sans-serif dipilih karena tampilannya yang bersih dan modern, sesuai dengan esensi dari desain ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, huruf-huruf dalam Desain Swiss sering digunakan dalam ukuran besar untuk menonjolkan pesan utama. Desain Swiss juga memprioritaskan kontras dalam ukuran huruf untuk membedakan antara elemen utama dan informasi tambahan, sehingga menciptakan hirarki visual yang mudah diikuti.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Meminimalkan Dekorasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kesederhanaan adalah salah satu prinsip terpenting dalam Desain Swiss. Gaya ini menghindari elemen dekoratif yang tidak perlu dan lebih fokus pada fungsionalitas. Desain Swiss mengutamakan pesan yang jelas dan efisien, tanpa distraksi visual yang berlebihan. Warna-warna yang digunakan biasanya netral atau monokrom, dengan aksen warna yang kuat hanya digunakan untuk menonjolkan elemen tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desainer Swiss percaya bahwa desain yang baik harus dapat menyampaikan informasi tanpa perlu bergantung pada ornamen atau hiasan yang rumit. Ini menciptakan kesan minimalis yang elegan dan efektif.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Pendekatan Asimetris<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu teknik yang sering digunakan dalam Desain Swiss adalah tata letak asimetris. Meskipun terlihat tidak seimbang pada pandangan pertama, asimetri dalam desain ini sebenarnya dirancang dengan sangat hati-hati untuk menciptakan keseimbangan visual. Dengan menggunakan elemen asimetris, desainer dapat menarik perhatian ke bagian tertentu dari desain dan menciptakan dinamika visual yang lebih menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tata letak asimetris juga membantu menambah kesan modern dan inovatif pada desain, menjauh dari struktur yang terlalu kaku dan simetris.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Fungsi di Atas Segalanya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada intinya, Desain Swiss sangat menekankan pada fungsi. Tujuan utama dari desain ini adalah menyampaikan informasi dengan cara yang paling efisien dan efektif. Semua elemen desain\u2014dari tipografi, tata letak, hingga warna\u2014dipilih untuk mendukung fungsi tersebut. Tidak ada elemen yang dimasukkan hanya untuk estetika semata.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tokoh-tokoh Utama dalam Perkembangan Desain Swiss<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain Swiss, atau yang dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Swiss Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">International Typographic Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, berkembang pada pertengahan abad ke-20 dan memainkan peran penting dalam membentuk dunia desain grafis modern. Gaya ini berfokus pada kesederhanaan, keterbacaan, dan penggunaan grid yang terstruktur. Beberapa tokoh utama memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Desain Swiss, baik melalui karya-karya mereka maupun pemikiran revolusioner mereka tentang tipografi, tata letak, dan estetika visual. Berikut adalah beberapa tokoh penting yang berkontribusi dalam perkembangan Desain Swiss.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Max Bill (1908\u20131994)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Max Bill adalah seorang desainer, arsitek, dan seniman asal Swiss yang memainkan peran penting dalam membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">International Typographic Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sebagai lulusan Bauhaus, Max Bill membawa pengaruh sekolah seni dan desain ini ke Swiss, di mana ia menggabungkan prinsip-prinsip minimalis dan fungsional dalam karyanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai seorang desainer, Bill dikenal karena pendekatannya yang sangat logis dan sistematis terhadap desain, yang kemudian menjadi salah satu ciri utama dari Desain Swiss. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah pengenalan penggunaan grid dalam tata letak desain. Karyanya menekankan keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas, serta mendefinisikan bagaimana tipografi harus digunakan untuk meningkatkan keterbacaan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Josef M\u00fcller-Brockmann (1914\u20131996)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Josef M\u00fcller-Brockmann adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Desain Swiss. Karyanya yang terkenal mencerminkan pendekatan yang rasional dan objektif terhadap desain. M\u00fcller-Brockmann sangat dikenal karena penggunaan grid yang ketat dan penekanan pada kesederhanaan serta keterbacaan dalam desain grafis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah poster-poster untuk Zurich Tonhalle, yang menunjukkan bagaimana tata letak grid dapat menciptakan komposisi visual yang seimbang dan menarik. Melalui pengajaran dan publikasinya, termasuk buku berpengaruh nya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Grid Systems in Graphic Design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, M\u00fcller-Brockmann menyebarkan ide-ide tentang penggunaan grid sebagai dasar dari desain yang terstruktur.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Armin Hofmann (1920\u20132020)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Armin Hofmann adalah seorang desainer grafis dan pendidik asal Swiss yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Desain Swiss. Sebagai pengajar di Sekolah Desain di Basel, Hofmann mengembangkan pendekatan yang sangat fokus pada elemen-elemen dasar desain seperti bentuk, ruang, dan warna. Ia menekankan pentingnya kesederhanaan, keterbacaan, dan keseimbangan dalam komposisi visual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu kontribusi terbesarnya adalah pengaruhnya dalam menciptakan &#8220;gaya Basel&#8221;, yang merupakan variasi dari Desain Swiss dengan penekanan pada tipografi sans-serif dan tata letak asimetris. Hofmann juga menulis buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Graphic Design Manual: Principles and Practice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang menjadi salah satu referensi penting bagi para desainer di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Adrian Frutiger (1928\u20132015)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adrian Frutiger adalah seorang tipografer asal Swiss yang dikenal sebagai salah satu desainer huruf paling berpengaruh di abad ke-20. Salah satu kontribusi terbesarnya terhadap Desain Swiss adalah pengembangan jenis huruf sans-serif yang bersih dan fungsional. Karya Frutiger yang paling terkenal adalah tipografi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Univers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang dirilis pada tahun 1957.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Univers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi salah satu jenis huruf pertama yang dirancang dengan berbagai bobot dan lebar, memungkinkan fleksibilitas yang luar biasa dalam aplikasi desain. Frutiger juga menciptakan tipografi hiponimnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Frutiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang banyak digunakan dalam desain signage dan tetap relevan hingga hari ini. Kontribusinya dalam bidang tipografi sangat penting dalam membentuk estetika khas Desain Swiss yang bersih dan mudah dibaca.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Emil Ruder (1914\u20131970)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Emil Ruder adalah seorang desainer grafis dan tipografi Swiss yang memainkan peran penting dalam pengembangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Swiss Style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sebagai seorang pengajar di Sekolah Desain di Basel, Ruder menekankan pentingnya keterbacaan dalam tipografi dan tata letak. Ia percaya bahwa desain tipografi harus bersifat universal dan dapat diakses oleh semua orang, tanpa terganggu oleh ornamen atau elemen dekoratif yang tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ruder juga sangat berpengaruh dalam penggunaan huruf sans-serif, terutama dalam menciptakan tata letak yang bersih dan fungsional. Bukunya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Typography: A Manual of Design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi referensi penting bagi para desainer yang ingin mempelajari prinsip-prinsip tipografi modern.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/04\/sekilas-balik-duta-bahasa\/\">Kilas Balik Duta Bahasa<\/a><\/p>\n<h2><strong>Evolusi dan Kritik terhadap Desain Swiss dalam Perkembangan Zaman<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Ekspresi pribadi dan solusi eksentrik ditolak, sementara pendekatan yang lebih universal dan ilmiah untuk merancang pemecahan masalah dianut. Dalam paradigma ini, desainer mendefinisikan perannya bukan sebagai seniman tetapi sebagai saluran obyektif untuk menyebarkan informasi penting antar komponen masyarakat. Mencapai kejelasan dan keteraturan yang ideal Kririk dan Desain Swiss hari ini Swiss desain dengan prinsip dan filosofi yang diusungnya membuatnya banyak digemari banyak orang, Perkembangan zaman setelah desain Swiss muncul gerakan-gerakan dengan membawa gaya baru dalam desain memberi dampak dan kritik terhadap desain swiss, bahwa desain Swiss dapat mengkomunikasikan pesan dengan jelas namun terkesan sangat kaku dan dingin, desain Swiss yang erat dengan abstraksi ekstrim bentuk geometris sederhana kadang-kadang bisa menjadi begitu abstrak sehingga kehilangan makna dan akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiasan. Di era sekarang prinsip-prinsip yang dianut dalam desain Swiss pengaplikasiannya lebih dekat digunakan oleh desainer produk digital yang berorientasi merancang kebutuhan digital platform seperti website dan mobile apps, selain itu swiss desain juga cukup dekat digunkanan diranah arsitktur dalam merancang signage dan environment pendukung arsitektur karena jika ditinjau jauh kebelakang swiss desain yang terpengaruh Bauhaus memiliki bebrapa kemiripan dalam prinsip grid yang terukur, namun untuk kebutuhan desain seperti periklanan jarang sekali ditemukan gaya desain Swiss dalam pengaplikasiannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh Satria Nurzaman Tinjauan tentang Asal Muasal Desain Swiss (Swiss Design) Asal muasal Desain Swiss Swiss Design atau disebut juga The International Typographic Style adalah gerakan yang muncul di Swiss selama periode 40an. Desain Swiss muncul dan terpengaruh dari gaya desain sebelumnya seperti De Stijl, Constructivism, Bauhaus, dan The New Typography, gaya-gaya tersebut seolah bergabung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[119],"tags":[],"class_list":["post-7574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visual-communication-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-01T03:32:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-13T07:28:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d\",\"datePublished\":\"2020-12-01T03:32:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-13T07:28:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\"},\"wordCount\":1484,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Visual Communication Design\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\",\"name\":\"Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-01T03:32:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-13T07:28:55+00:00\",\"description\":\"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg\",\"width\":1000,\"height\":500,\"caption\":\"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style","description":"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style","og_description":"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2020-12-01T03:32:58+00:00","article_modified_time":"2024-09-13T07:28:55+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":500,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d","datePublished":"2020-12-01T03:32:58+00:00","dateModified":"2024-09-13T07:28:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/"},"wordCount":1484,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg","articleSection":["Visual Communication Design"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/","name":"Gaya desain: Swiss, The International Typographic Style","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg","datePublished":"2020-12-01T03:32:58+00:00","dateModified":"2024-09-13T07:28:55+00:00","description":"Pelajari selengkapnya mengenai gaya desain The International Typographic Style, Swiss di artikel berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Screen-Shot-2024-09-13-at-2.26.48-PM-1000x500-1.jpg","width":1000,"height":500,"caption":"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2020\/12\/gaya-desain-swiss-the-international-typographic-style\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u201cGaya desain: Swiss, The International Typographic Style\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7574"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13242,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574\/revisions\/13242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}