{"id":4867,"date":"2019-11-13T09:34:44","date_gmt":"2019-11-13T02:34:44","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=4867"},"modified":"2025-12-23T10:56:17","modified_gmt":"2025-12-23T03:56:17","slug":"mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/","title":{"rendered":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4870 size-full\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\" alt=\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan\" width=\"259\" height=\"194\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam pengembangan perangkat lunak, pemilihan metode pengembangan sistem menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu proyek. Salah satu metode yang paling dikenal dan banyak digunakan dalam dunia rekayasa perangkat lunak adalah metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Oleh karena itu, pembahasan mengenai perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall menjadi relevan, khususnya bagi pengembang sistem dan mahasiswa di bidang teknologi informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Awalnya, model ini bernama \u201cLinear Sequential Model\u201d. Metode ini juga disebut \u201csiklus hidup klasik\u201d atau yang sekarang disebut model air terjun. Metode ini adalah metode yang pertama kali diangkat pada tahun 1970 sehingga sering dianggap terlalu kuno, tetapi metode ini sering digunakan oleh para teknisi di Rekayasa Perangkat Lunak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Software Engineering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode ini mengambil pendekatan yang sistematis dan tersusun rapi seperti air terjun mulai dari tingkat kebutuhan sistem kemudian berlanjut ke tahapan analisis, desain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">coding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pengujian atau verifikasi, dan pemeliharaan. Disebut air terjun karena seperti air terjun yang jatuh satu demi satu sehingga penyelesaian tahap sebelumnya kemudian dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dan berjalan berurutan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Metode Waterfall dalam Perancangan Sistem Informasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan model pengembangan perangkat lunak yang bersifat sekuensial dan terstruktur. Dalam perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall, setiap tahap harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendekatan ini menekankan dokumentasi yang lengkap dan perencanaan yang matang sejak awal proyek, sehingga setiap proses memiliki tujuan dan hasil yang jelas. Beberapa karakteristik utama metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tahapan pengembangan dilakukan secara berurutan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Setiap tahap memiliki dokumen yang jelas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan sulit dilakukan setelah tahap tertentu selesai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cocok untuk sistem dengan kebutuhan yang stabil<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Karakteristik tersebut menjadikan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> masih relevan digunakan hingga saat ini, khususnya pada proyek dengan ruang lingkup yang jelas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahapan Metode Waterfall<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut model air terjun, tahapan-tahapan dalam metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4868 size-medium\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-640x630.jpg\" alt=\"Tahapan Metode Waterfall\" width=\"640\" height=\"630\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-640x630.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel.jpg 769w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<h3><b>1. System Engineering (Rekayasa Sistem)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap ini dimulai dengan mencari kebutuhan seluruh sistem untuk diterapkan dalam perangkat lunak. Pada tahap rekayasa sistem, pengembang memperhatikan kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak, serta keterkaitan sistem dengan lingkungan operasionalnya. Tahap ini sangat penting karena menjadi dasar bagi tahapan berikutnya dalam perancangan sistem informasi.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Requirement Analysis (Analisis Kebutuhan)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahap ini pengembang sistem membutuhkan komunikasi yang bertujuan memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan keterbatasan perangkat lunak tersebut. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi, atau survei langsung. Hasil dari tahap analisis kebutuhan adalah spesifikasi kebutuhan sistem yang akan digunakan sebagai acuan pengembangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Design (Desain)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Spesifikasi persyaratan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain mencakup perancangan arsitektur sistem, struktur data, antarmuka pengguna, serta prosedur pemrosesan. Tahap desain bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem sebelum dilakukan pengodean (coding).<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Coding (Pengodean)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada fase ini, sistem diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman tertentu. Setiap modul yang telah dirancang akan diterjemahkan ke dalam bentuk kode program. Pengodean dilakukan sesuai dengan desain sistem agar hasil implementasi berjalan sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Testing (Pengujian)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semua unit yang telah dikembangkan dan pengodean yang benar diuji langsung untuk penggunaannya, seperti menggunakan pengujian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blackbox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pengujian bertujuan memastikan bahwa sistem berjalan sesuai spesifikasi dan bebas dari kesalahan. Tahap ini sangat penting untuk menjamin kualitas sistem informasi yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Maintenance (Pemeliharaan)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemeliharaan merupakan fase terakhir dalam model air terjun. Perangkat lunak atau sistem informasi yang sudah jadi dijalankan kemudian dipelihara. Pemeliharaan meliputi perbaikan kesalahan, penyesuaian terhadap perubahan lingkungan, serta peningkatan kinerja sistem.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penerapan Metode Waterfall dalam Perancangan Sistem Informasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam praktiknya, perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall banyak diterapkan pada proyek berskala kecil hingga menengah dengan kebutuhan yang relatif stabil.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Sistem Informasi Administrasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi administrasi karena proses bisnisnya sudah jelas dan jarang mengalami perubahan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sistem Informasi Akademik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada sistem informasi akademik, kebutuhan pengguna umumnya telah terdefinisi dengan baik, sehingga metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat diterapkan secara efektif.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Sistem Informasi Perusahaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk sistem internal perusahaan yang memiliki prosedur tetap, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi pilihan yang tepat karena memudahkan pengendalian proyek.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan Metode Waterfall<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelebihan menggunakan metode air terjun (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) adalah metode ini memungkinkan untuk departementalisasi dan kontrol. Proses pengembangan model dilakukan fase demi fase, sehingga meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan bergerak dari konsep, yaitu melalui desain, implementasi, pengujian, instalasi, penyelesaian masalah, dan berakhir di operasi serta pemeliharaan. Beberapa kelebihan lain dari metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Struktur pengembangan yang jelas dan sistematis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dokumentasi lengkap pada setiap tahap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mudah dikelola dan dipantau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Cocok untuk proyek dengan kebutuhan yang jelas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kekurangan Metode Waterfall<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kekurangan menggunakan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah metode ini tidak memungkinkan untuk banyak revisi jika terjadi kesalahan dalam prosesnya. Karena setelah aplikasi masuk dalam tahap pengujian, sulit untuk kembali dan mengubah sesuatu yang tidak terdokumentasi dengan baik dalam tahap konsep sebelumnya. Selain itu, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga memiliki keterbatasan lain, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurang fleksibel terhadap perubahan kebutuhan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Risiko kesalahan baru terlihat di tahap akhir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak cocok untuk proyek dengan kebutuhan dinamis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Perbandingan Metode Waterfall dengan Metode Lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dibandingkan dengan metode pengembangan modern seperti <\/span><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/05\/agile-development-methods\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">agile<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki pendekatan yang lebih kaku. Namun, hal ini bukan berarti metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada proyek tertentu, terutama yang membutuhkan dokumentasi lengkap dan proses terstruktur, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> justru memberikan keunggulan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/12\/mengenal-scrum\/\"><strong>Scrum: Pengertian, Peran, Prinsip, dan Penerapannya dalam Agile<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall merupakan pendekatan klasik yang masih banyak digunakan dalam dunia rekayasa perangkat lunak. Metode ini menekankan proses yang sistematis, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik pada setiap tahap pengembangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan memahami tahapan, kelebihan, dan kekurangan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">waterfall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pengembang sistem dapat menentukan apakah metode ini sesuai dengan kebutuhan proyek yang akan dijalankan. Oleh karena itu, perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall tetap menjadi pilihan yang relevan untuk proyek dengan kebutuhan yang jelas dan stabil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Penulis:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mochammad Haldi Widianto<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Aris Darisman, Mochammad Haldi Widianto, \u201cDESIGN AND DEVELOPMENT OF PHARMACEUTICAL COMPANY INFORMATION SYSTEM BASED ON WEBSITE USING THE WATERFALL MODEL,\u201d IJRTE, 2019<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">N. Komalasari, J. Budiman, and E. Fernando, \u201cEffect of Education , Performance , Position and Information Technology Competency of Information Systems to Performance of Information System,\u201d <em>2018 Int. Semin. Res. Inf. Technol. Intell. Syst.<\/em>, pp. 221\u2013226<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pengembangan perangkat lunak, pemilihan metode pengembangan sistem menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu proyek. Salah satu metode yang paling dikenal dan banyak digunakan dalam dunia rekayasa perangkat lunak adalah metode waterfall. Oleh karena itu, pembahasan mengenai perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall menjadi relevan, khususnya bagi pengembang sistem dan mahasiswa di bidang teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4870,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92,46],"tags":[],"class_list":["post-4867","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-13T02:34:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-23T03:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"259\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"194\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan\",\"datePublished\":\"2019-11-13T02:34:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-23T03:56:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\"},\"wordCount\":980,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Article\",\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\",\"name\":\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-13T02:34:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-23T03:56:17+00:00\",\"description\":\"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg\",\"width\":259,\"height\":194,\"caption\":\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-11-13T02:34:44+00:00","article_modified_time":"2025-12-23T03:56:17+00:00","og_image":[{"width":259,"height":194,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan","datePublished":"2019-11-13T02:34:44+00:00","dateModified":"2025-12-23T03:56:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/"},"wordCount":980,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg","articleSection":["Article","News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/","name":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg","datePublished":"2019-11-13T02:34:44+00:00","dateModified":"2025-12-23T03:56:17+00:00","description":"Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall adalah pendekatan klasik dalam rekayasa perangkat lunak. Pelajari tahapan, kelebihan, dan kekurangannya secara lengkap.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-1.jpg","width":259,"height":194,"caption":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/mengenal-metode-pembuatan-sistem-informasi-waterfall\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4867"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16264,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4867\/revisions\/16264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}