{"id":4828,"date":"2019-11-05T17:54:27","date_gmt":"2019-11-05T10:54:27","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=4828"},"modified":"2024-07-17T17:02:13","modified_gmt":"2024-07-17T10:02:13","slug":"menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/","title":{"rendered":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Artikel berikut akan membahas tentang cara menentukan keterhubungan antara 2 hal dengan statistik korelasi. Misalkan kita akan menentukan hubungan antara jumlah jam belajar siswa dengan nilai yang didapatkanya, apakah semakin banyak belajar akan menghasilkan nilai yang besar pula? Contoh lainnya adalah menentukan keterhubungan antara suhu ruangan dengan kelembaban dalam ruangan, apakah semakin tinggi suhu ruangan akan menyebabkan kelembaban naik atau malah turun? Pada artikel ini akan diberikan contoh perhitungan korelasi untuk menentukan keterhubungan antara suhu ruangan dengan kelembabannya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Statistik korelasi merupakan alat yang sangat penting dalam analisis data, karena memungkinkan kita untuk mengidentifikasi dan mengukur hubungan antara dua variabel. Dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, psikologi, biologi, dan ilmu sosial, memahami keterhubungan antara variabel dapat memberikan wawasan yang mendalam dan membantu dalam pengambilan keputusan. Artikel ini akan membahas konsep dasar statistik korelasi, jenis-jenis korelasi, cara menghitungnya, serta interpretasi hasil korelasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Konsep Dasar Statistik Korelasi<\/b><\/h2>\n<h3><b>Apa itu Korelasi?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan sejauh mana dua variabel bergerak bersama. Jika perubahan dalam satu variabel diikuti oleh perubahan yang konsisten dalam variabel lainnya, maka kedua variabel tersebut dikatakan berkorelasi. Korelasi dapat bersifat positif, negatif, atau nol:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Korelasi Positif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Ketika satu variabel meningkat, variabel lainnya juga meningkat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Korelasi Negatif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Ketika satu variabel meningkat, variabel lainnya menurun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Korelasi Nol<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Tidak ada hubungan yang jelas antara perubahan kedua variabel.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>Koefisien Korelasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Koefisien korelasi adalah angka yang menggambarkan kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 dan +1:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>+1<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan korelasi positif sempurna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>-1<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan korelasi negatif sempurna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>0<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan tidak ada korelasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Koefisien korelasi yang paling umum digunakan adalah koefisien korelasi Pearson.<\/span><\/p>\n<h3><b>Korelasi vs. Kausalitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penting untuk diingat bahwa korelasi tidak berarti kausalitas. Hanya karena dua variabel berkorelasi, tidak berarti bahwa satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lainnya. Korelasi hanya menunjukkan bahwa ada hubungan antara kedua variabel.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-4829\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1.jpg 1020w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Korelasi merupakan salah satu ilmu yang dipelajari pada pelajaran statistika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian korelasi adalah hubungan timbal balik atau sebab akibat. Definisi pada ilmu statistika, korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variable yang bersifat kuantitatif (nilai berupa angka). 2 hal dikatakan memiliki keterhubungan jika nilai korelasi mendekati -1 atau 1, jika nilai korelasi mendekati 0 artinya kedua variable tersebut kurang memiliki keterhubungan. Jika didapatkan nilai korelasi mendekati 1, artinya jika satu nilai meningkat maka nilai yang lain secara linear akan meningkat. Jika didapatkan nilei korelasi mendekati -1, artinya jika satu nilai menaik maka nilai yang lain akan secara linear menurun.<\/p>\n<h2><b>Menghitung Korelasi<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Menghitung Korelasi Pearson<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rumus untuk menghitung koefisien korelasi Pearson (r) adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">r=\u2211(xi\u2212x\u02c9)(yi\u2212y\u02c9)\u2211(xi\u2212x\u02c9)2\u2211(yi\u2212y\u02c9)2r = \\frac{\\sum (x_i &#8211; \\bar{x})(y_i &#8211; \\bar{y})}{\\sqrt{\\sum (x_i &#8211; \\bar{x})^2 \\sum (y_i &#8211; \\bar{y})^2}}r=\u2211(xi\u200b\u2212x\u02c9)2\u2211(yi\u200b\u2212y\u02c9\u200b)2\u200b\u2211(xi\u200b\u2212x\u02c9)(yi\u200b\u2212y\u02c9\u200b)\u200b<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di mana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">xix_ixi\u200b dan yiy_iyi\u200b adalah nilai individu dari variabel X dan Y.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">x\u02c9\\bar{x}x\u02c9 dan y\u02c9\\bar{y}y\u02c9\u200b adalah rata-rata dari variabel X dan Y.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh: Misalkan kita memiliki data tinggi badan dan berat badan dari 5 individu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tinggi (cm): 160, 165, 170, 175, 180<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berat (kg): 55, 60, 65, 70, 75<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Langkah-langkahnya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Hitung rata-rata tinggi (x\u02c9\\bar{x}x\u02c9) dan berat (y\u02c9\\bar{y}y\u02c9\u200b).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Hitung deviasi dari setiap nilai terhadap rata-rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Hitung hasil kali deviasi untuk setiap pasangan data.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jumlahkan hasil kali deviasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Hitung kuadrat deviasi untuk setiap variabel dan jumlahkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Masukkan nilai-nilai ini ke dalam rumus untuk menghitung r.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>2. Menghitung Korelasi Spearman<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Korelasi Spearman menggunakan peringkat data daripada nilai sebenarnya. Rumusnya adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u03c1=1\u22126\u2211di2n(n2\u22121)\\rho = 1 &#8211; \\frac{6 \\sum d_i^2}{n(n^2 &#8211; 1)}\u03c1=1\u2212n(n2\u22121)6\u2211di2\u200b\u200b<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di mana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">did_idi\u200b adalah selisih peringkat antara dua variabel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">nnn adalah jumlah pasangan data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Menghitung Korelasi Kendall<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rumus untuk koefisien korelasi Kendall (\u03c4) adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u03c4=(C\u2212D)(n(n\u22121)\/2\u2212T1)(n(n\u22121)\/2\u2212T2)\\tau = \\frac{(C &#8211; D)}{\\sqrt{(n(n-1)\/2 &#8211; T_1)(n(n-1)\/2 &#8211; T_2)}}\u03c4=(n(n\u22121)\/2\u2212T1\u200b)(n(n\u22121)\/2\u2212T2\u200b)\u200b(C\u2212D)\u200b<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di mana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">CCC adalah jumlah pasangan konkordan (pasangan yang memiliki urutan yang sama dalam kedua variabel).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">DDD adalah jumlah pasangan diskordan (pasangan yang memiliki urutan yang berbeda dalam kedua variabel).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">T1T_1T1\u200b dan T2T_2T2\u200b adalah jumlah pasangan ikatan dalam masing-masing variabel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Interpretasi Hasil Korelasi<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Kekuatan Korelasi<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>0.0 &lt; |r| &lt; 0.3<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Korelasi lemah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>0.3 &lt; |r| &lt; 0.5<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Korelasi moderat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>0.5 &lt; |r| &lt; 0.7<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Korelasi kuat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>0.7 &lt; |r| \u2264 1.0<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Korelasi sangat kuat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Arah Korelasi<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Positif (r &gt; 0)<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kedua variabel bergerak dalam arah yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Negatif (r &lt; 0)<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kedua variabel bergerak dalam arah yang berlawanan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Contoh Penerapan Korelasi dalam Berbagai Bidang<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Ekonomi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam ekonomi, korelasi sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel ekonomi, seperti inflasi dan pengangguran. Misalnya, teori Philips Curve menunjukkan korelasi negatif antara inflasi dan pengangguran.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Psikologi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di bidang psikologi, korelasi dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel psikologis, seperti stres dan kinerja kerja. Studi mungkin menemukan korelasi negatif antara tingkat stres dan kinerja kerja, yang berarti semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah kinerja kerja.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Pendidikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam pendidikan, korelasi dapat digunakan untuk menilai hubungan antara variabel, seperti waktu belajar dan hasil ujian. Penelitian mungkin menunjukkan korelasi positif antara waktu yang dihabiskan untuk belajar dan nilai ujian, yang berarti semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar, semakin tinggi nilai ujian.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Kesehatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di bidang kesehatan, korelasi dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup dan kesehatan. Misalnya, mungkin ada korelasi negatif antara merokok dan kesehatan paru-paru, yang berarti semakin banyak merokok, semakin buruk kesehatan paru-paru.<\/span><\/p>\n<h2><b>Keterbatasan dan Kesalahan dalam Interpretasi Korelasi<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Korelasi Tidak Berarti Kausalitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hanya karena dua variabel berkorelasi, tidak berarti bahwa satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lainnya. Korelasi hanya menunjukkan bahwa ada hubungan antara dua variabel. Misinterpretasi ini dikenal sebagai kesalahan logika post hoc ergo propter hoc.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Pengaruh Variabel Lain<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kadang-kadang, korelasi antara dua variabel dapat dipengaruhi oleh variabel ketiga yang tidak terlihat (confounding variable). Misalnya, ada korelasi positif antara penjualan es krim dan insiden tenggelam. Namun, variabel ketiga seperti cuaca panas dapat menjadi faktor penyebab.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Korelasi Spurious<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Korelasi spurious adalah korelasi yang muncul antara dua variabel tetapi tidak memiliki hubungan kausal yang nyata. Korelasi ini bisa terjadi karena kebetulan atau karena adanya tren yang sama dalam data.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Distribusi Non-Linear<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Korelasi Pearson hanya mengukur hubungan linear antara dua variabel. Jika hubungan antara variabel bersifat non-linear, koefisien korelasi Pearson mungkin tidak memberikan gambaran yang akurat tentang hubungan tersebut.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Berikut ini akan diberikan contoh perhitungan keterhubungan antara data suhu dengan kelembaban dengan rumus korelasi Pearson.<\/strong><\/h2>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Siapkan data suhu dan kelembaban<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada kasus ini digunakan 10 data pencatatan suhu dan kelembaban yang didapatkan dari pengukuran menggunakan sensor DHT-22.<\/p>\n<table width=\"150\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"41\"><strong>NO<\/strong><\/td>\n<td width=\"49\"><strong>TEMP<\/strong><\/td>\n<td width=\"59\"><strong>HUMID<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">1<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">2<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">3<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.7<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">4<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">51.6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">5<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">6<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">7<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">8<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">9<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">10<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>Rumus korelasi Pearson<\/li>\n<li>Buat perhitungan matematis dan hitung setiap variable di korelasi Pearson<\/li>\n<\/ol>\n<table width=\"355\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"41\"><strong>NO<\/strong><\/td>\n<td width=\"49\"><strong>TEMP (x)<\/strong><\/td>\n<td width=\"59\"><strong>HUMID (y)<\/strong><\/td>\n<td width=\"64\"><strong>x<sup>2<\/sup><\/strong><\/td>\n<td width=\"70\"><strong>y<sup>2<\/sup><\/strong><\/td>\n<td width=\"70\"><strong>x*y<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">1<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<td width=\"64\">729<\/td>\n<td width=\"70\">2530.09<\/td>\n<td width=\"70\">1358.1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">2<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.4<\/td>\n<td width=\"64\">729<\/td>\n<td width=\"70\">2540.16<\/td>\n<td width=\"70\">1360.8<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">3<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">50.7<\/td>\n<td width=\"64\">729<\/td>\n<td width=\"70\">2570.49<\/td>\n<td width=\"70\">1368.9<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">4<\/td>\n<td width=\"49\">27<\/td>\n<td width=\"59\">51.6<\/td>\n<td width=\"64\">729<\/td>\n<td width=\"70\">2662.56<\/td>\n<td width=\"70\">1393.2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">5<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2530.09<\/td>\n<td width=\"70\">1353.07<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">6<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.3<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2530.09<\/td>\n<td width=\"70\">1353.07<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">7<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50.1<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2510.01<\/td>\n<td width=\"70\">1347.69<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">8<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2500<\/td>\n<td width=\"70\">1345<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">9<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2500<\/td>\n<td width=\"70\">1345<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\">10<\/td>\n<td width=\"49\">26.9<\/td>\n<td width=\"59\">50<\/td>\n<td width=\"64\">723.61<\/td>\n<td width=\"70\">2500<\/td>\n<td width=\"70\">1345<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"41\"><strong>S<\/strong><\/td>\n<td width=\"49\"><strong>269.4<\/strong><\/td>\n<td width=\"59\"><strong>503.7<\/strong><\/td>\n<td width=\"64\"><strong>7257.66<\/strong><\/td>\n<td width=\"70\"><strong>25373.49<\/strong><\/td>\n<td width=\"70\"><strong>13569.83<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<table width=\"134\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"64\">n =<\/td>\n<td width=\"70\">10<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">n(Sxy) =<\/td>\n<td width=\"70\">135698.3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">Sx =<\/td>\n<td width=\"70\">269.4<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">Sy =<\/td>\n<td width=\"70\">503.7<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">nSx<sup>2<\/sup> =<\/td>\n<td width=\"70\">72576.6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">nSy<sup>2 <\/sup>=<\/td>\n<td width=\"70\">253734.9<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">(Sx)<sup>2<\/sup> =<\/td>\n<td width=\"70\">72576.36<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"64\">(Sy)<sup>2 <\/sup>=<\/td>\n<td width=\"70\">253713.7<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li>Hitung nilai korelasi suhu dengan kelembaban menggunakan rumus pada poin nomor 2<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 r = 135698.3 \u2013 135696.8 \/ \u00d6(72576.6-72576.36)*(253734.9-253713.7)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 = 0.674<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li>Ambil kesimpulan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Nilai 0.674 memperlihatkan nilai korelasi kuat positif, artinya jika temperatur menaik maka secara linear akan didapatkan kelembaban yang meningkat pula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hasil percobaan tersebut menunjukkan keterhubungan antara temperatur dan kelembaban sehingga sering didapatkan pada data-data ilmiah kedua nilai tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Wassalam \u2013 Bobsis2019<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel berikut akan membahas tentang cara menentukan keterhubungan antara 2 hal dengan statistik korelasi. Misalkan kita akan menentukan hubungan antara jumlah jam belajar siswa dengan nilai yang didapatkanya, apakah semakin banyak belajar akan menghasilkan nilai yang besar pula? Contoh lainnya adalah menentukan keterhubungan antara suhu ruangan dengan kelembaban dalam ruangan, apakah semakin tinggi suhu ruangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92,46],"tags":[],"class_list":["post-4828","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-05T10:54:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-17T10:02:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\",\"datePublished\":\"2019-11-05T10:54:27+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-17T10:02:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\"},\"wordCount\":1161,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg\",\"articleSection\":[\"Article\",\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\",\"name\":\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-05T10:54:27+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-17T10:02:13+00:00\",\"description\":\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1.jpg\",\"width\":1020,\"height\":765},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","description":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","og_description":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-11-05T10:54:27+00:00","article_modified_time":"2024-07-17T10:02:13+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","datePublished":"2019-11-05T10:54:27+00:00","dateModified":"2024-07-17T10:02:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/"},"wordCount":1161,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg","articleSection":["Article","News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/","name":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1-640x480.jpg","datePublished":"2019-11-05T10:54:27+00:00","dateModified":"2024-07-17T10:02:13+00:00","description":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/artikel-1.jpg","width":1020,"height":765},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/11\/menentukan-keterhubungan-antara-2-hal-dengan-statistik-korelasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menentukan Keterhubungan Antara 2 Hal dengan Statistik Korelasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4828"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12884,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828\/revisions\/12884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}