{"id":4607,"date":"2019-10-11T13:38:49","date_gmt":"2019-10-11T06:38:49","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=4607"},"modified":"2021-01-30T17:16:28","modified_gmt":"2021-01-30T10:16:28","slug":"mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/","title":{"rendered":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Oleh: Mochammad Haldi Widianto<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai alat transportasi, pengolahan lahan tanam, dan alat industri khusunya pertanian. Penggemukan sapi potong merupakan suatu sistem pemeliharaan terhadap sapi yang akan diambil dagingnya. Maksudnya sapi tersebut tidak digunakan untuk melaksanakan kegiatan apapun. Jadi sapi tersebut hanya dikandangkan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang ditentukan dengan tujuan utama memperoleh bobot badan yang cepat meningkat sehingga diperoleh daging dengan kualitas baik dan kuantitas yang banyak sebelum dipotong. Biasanya terdapat tiga tahapan utama dalam produksi daging sapi, yaitu tahap rekondisi, penggemukan, dan pengakhiran. Sapi potong yang masih berumur di bawah 1 tahun menghasilkan daging sapi muda yang memiliki kualitas berbeda dengan sapi dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam menentukan bobot sapi penggemukan, para peternak mengukurnya dengan cara penimbangan dan mengukur dengan alat timbang, memprediksi berat badan dengan pengukuran bagian tubuh seperti panjang badan, perkiraan secara visual, maupun dengan rumus yang telah ditetapkan. Namun, cara tersebut masih dinilai kurang efektif karena bobot (berat) yang ditentukan tidak cukup akurat sehingga merugikan para peternak dalam proses jual beli. Dampaknya, pemilik awal dapat menjualnya dengan harga yang terlalu rendah atau pembeli harus membeli dengan harga yang terlalu tinggi.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Pengukuran Bobot Sapi Berdasarkan Fisik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Perubahan ukuran ternak dapat dikatakan pula sebagai indikator pertumbuhan ternak. Perubahan pada ukuran tubuh ternak menunjukkan bahwa: ternak mengalami pertumbuhan atau tidak. Berikut beberapa tahapan untuk mengukur berat sapi secara fisik, Pengukuran dapat dilihat pada gambar 2 dan 3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4609\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-2.png\" alt=\"\" width=\"418\" height=\"395\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Mengukur panjang badan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Panjang badan adalah panjang dari titik bahu ke tulang duduk (pin bone). Pengukuran dapat dilihat pada gambar 2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4610\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-3.png\" alt=\"\" width=\"535\" height=\"428\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Mengukur lingkar dada<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Lingkar dada merupakan salah satu dimensi tubuh yang dapat digunakan sebagai indikator mengukur pertumbuhan dan perkembangan ternak. Pengukuran lingkar dada diukur pada tulang rusuk paling depan persis pada belakang kaki depan. Pengukuran lingkar dada dapat dilihat pada gambar 3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4613\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-4.png\" alt=\"\" width=\"511\" height=\"416\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Pengolahan Citra Digital<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Citra digital merupakan pemrosesan gambar dua dimensi menggunakan komputer. Dalam konteks yang lebih luas pengolahan citra digital mengacu pada pemrosesan setiap data dua dimensi. Citra digital merupakan sebuah larik (array) yang berisi nilai\u2013nilai real maupun kompleks yang direpresentasikan dengan deretan bit tertentu. Suatu citra didefinisikan sebagai fungsi f(x,y) dengan ukuran M baris dan N kolom, dimana x dan y adalah koordinat spasial, dan amplitudo f di titik koordinat (x,y) sebagai intensitas atau tingkat keabuan dari citra pada titik tersebut. Apabila nilai x, y, dan nilai amplitudo f secara keseluruhan berhingga (finite) dan bernilai diskrit maka dapat dikatakan bahwa citra tersebut citra digital, dengan matrik sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4615\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-5.png\" alt=\"\" width=\"361\" height=\"403\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Citra digital mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perbaikan kualitas gambar, transformasi gambar, ekstraksi ciri citra (feature images) untuk analisis, deskripsi objek atau pengenalan objek yang terkandung pada citra, kompresi atau reduksi data untuk penyimpanan data, transmisi data, dan waktu proses data. Input dari pengolahan citra adalah suatu citra, sedangkan outputnya adalah citra hasil pengolahan tersebut, dan memiliki beberapa<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Citra Grayscale<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Citra grayscale merupakan citra digital yang hanya memiliki satu nilai kanal pada setiap pikselnya, atau dengan kata lain nilai bagian RED = GREEN = BLUE. Nilai tersebut digunakan untuk menunjukkan tingkat intensitas. Warna yang dimiliki adalah warna dari hitam, keabuan, dan putih. Tingkatan keabuan di sini merupakan warna abu dengan berbagai tingkatan dari hitam hingga mendekati putih. Citra grayscale berikut memiliki kedalaman warna 8 bit (256 kombinasi warna keabuan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4616\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-6.png\" alt=\"\" width=\"371\" height=\"391\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Citra Biner<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Citra biner adalah citra digital yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai piksel yaitu hitam dan putih. Citra biner disebut juga sebagai citra B&amp;W (black and white) atau citra monokrom. Hanya dibutuhkan satu bit untuk mewakili nilai setiap piksel dari citra biner. Citra biner sering kali mucul sebagai hasil dari proses pengolahan seperti segmentasi, pengambangan, morfologi, ataupun dithering. Gambar 4 merupakan contoh dari citra biner sapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4618\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-7.png\" alt=\"\" width=\"399\" height=\"328\" \/><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Citra RGB<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Citra RGB (Red Green Blue) merupakan suatu citra berwarna yang setiap pikselnya direpresentasikan dalam tiga lapisan (layer). Ketiga lapisan tersebut mendefinisikan matriks warna Red (R-layer), Green (G-layer), dan Blue (B-layer). Pada citra RGB 8 bit, setiap piksel dari citra diwakili oleh 8 bit. Jumlah warna maksimum yang dapat digunakan yaitu 256 warna. Sedangkan untuk citra RGB 16 bit, setiap piksel dari citra diwakili oleh 16 bit (2 byte) dan mempunyai 2 x 2 atau 65536 warna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-4621\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8-640x273.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"273\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8-640x273.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png 682w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambar 5. Citra RGB<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Registrasi Citra<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Registrasi Citra adalah proses overlay dua atau lebih citra dengan objek yang sama, yang diambil pada waktu yang berbeda, dari sudut pandang yang berbeda, dan atau oleh sensor yang berbeda pula. Definisi lain adalah kegiatan penemuan parameter-parameter nilai transformasi korespondensi spasial yang optimal dari dua citra berbeda, sehingga struktur anatomi objek pada kedua citra berbeda tersebut menempati lokasi spasial yang sama. Tujuan registrasi citra adalah menemukan titik-titik yang bersesuaian antara citra pertama (reference) dan citra kedua (sensed) sehingga struktur objek yang sama antara kedua citra tersebut dapat menempati pada posisi yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Secara umum, metode registrasi citra terdiri dari pendeteksian fitur, pencocokan fitur, dan estimasi model transformasi dan transformasi citra. Proses pendeteksian objek yang menonjol dan merupakan ciri khas khusus, seperti batas area, tepian, kontur, persimpangan garis baik secara manual maupun otomatis adalah langkah awal untuk melakukan deteksi fitur. Selanjutnya, fitur ini dapat dipresentasikan oleh titik-titik yang dapat mewakilinya, seperti titik pusat gravitasi, akhir dari suatu garis, maupun titik-titik dengan nilai intensitas yang tinggi. Tahap selanjutnya adalah pencocokan fitur. Pada tahap ini dilakukan proses membangun korespondensi antara fitur yang terdeteksi pada citra reference dengan citra sensed. Citra sensed adalah citra reference yang mengalami transformasi geometri berupa translasi, rotasi, dan skala perbesaran. Measure of Match yang merupakan ukuran kesamaan (similarity measure) hubungan spasial antara fitur-fitur terdeteksi digunakan untuk tujuan ini. Selanjutnya tahap estimasi model transformasi dan transformasi citra. Pada tahap estimasi model transformasi, akan dilakukan estimasi terhadap parameter-parameter geometri yaitu translasi, rotasi, dan skala perbesaran. Dan tahap transformasi citra akan digunakan fungsi pemetaan yang dihitung dengan teknik interpolasi yang sesuai[8].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mery, Chyndi. Bambang Hidayat. Muhammad Fatah Wiyatna. 2018 \u201cEstimasi Berat Karkas Sapi Menggunakan Metode Active Contour (Snakes) Berbasis Android\u201d Bandung: Telkom University<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yulianto, Purnawan dan Cahyo Saparinto, \u201cPembesaran Sapi Potong Secara Intensif\u201d Jakarta: Penebar Swadaya, 2010.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saputro, Thomas \u201cPendugan Bobot Badan Ternak Dengan Berbagai Macam Rumus\u201d [Online] ilmuternak.com , 2015 (Diakses : 25 Februari 2018)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Munir, Renaldi, Pengolahan Citra Digital, Bandung: Penerbit Informatika, 2004<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Supianto, D. Setiawan, Registrasi Citra Dental Menggunakan Feature From Accelerated Segment Test dan Local Gabor Texture For Iterative Point Correspondence, Malang: Universitas Brawijaya, 2017<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mochammad Haldi Widianto Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai alat transportasi, pengolahan lahan tanam, dan alat industri khusunya pertanian. Penggemukan sapi potong merupakan suatu sistem pemeliharaan terhadap sapi yang akan diambil dagingnya. Maksudnya sapi tersebut tidak digunakan untuk melaksanakan kegiatan apapun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-4607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-11T06:38:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-30T10:16:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"291\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing\",\"datePublished\":\"2019-10-11T06:38:49+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T10:16:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\"},\"wordCount\":1028,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png\",\"articleSection\":[\"Article\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\",\"name\":\"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png\",\"datePublished\":\"2019-10-11T06:38:49+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T10:16:28+00:00\",\"description\":\"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png\",\"width\":682,\"height\":291},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-10-11T06:38:49+00:00","article_modified_time":"2021-01-30T10:16:28+00:00","og_image":[{"width":682,"height":291,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png","type":"image\/png"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing","datePublished":"2019-10-11T06:38:49+00:00","dateModified":"2021-01-30T10:16:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/"},"wordCount":1028,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png","articleSection":["Article"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/","name":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png","datePublished":"2019-10-11T06:38:49+00:00","dateModified":"2021-01-30T10:16:28+00:00","description":"Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan daging, sebagai bahan pangan manusia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Capture-8.png","width":682,"height":291},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/10\/mengestimasi-bobot-sapi-dengan-image-processing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengestimasi Bobot Sapi dengan Image Processing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4607"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4624,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4607\/revisions\/4624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}