{"id":4117,"date":"2019-07-03T18:01:13","date_gmt":"2019-07-03T11:01:13","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=4117"},"modified":"2025-09-22T11:06:27","modified_gmt":"2025-09-22T04:06:27","slug":"typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<h2><b>Pengertian Typeface<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia tipografi, dua istilah yang sering terdengar namun sering kali disalahartikan adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">typeface<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Keduanya memang berkaitan erat, tetapi memiliki makna yang berbeda. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Typeface<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah rancangan visual atau gaya dari sekumpulan huruf, angka, simbol, dan tanda baca\u2014biasanya meliputi berbagai variasi seperti reguler, bold, italic, dan sebagainya. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah implementasi atau manifestasi spesifik dari sebuah typeface dalam ukuran dan gaya tertentu. Misalnya, Garamond Bold Italic ukuran 12 pt adalah sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sedangkan &#8220;Garamond&#8221; itu sendiri adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">typeface<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memahami perbedaan antara keduanya penting bagi siapa pun yang berkecimpung dalam dunia desain, percetakan, atau komunikasi visual secara umum. Hal ini membantu kita dalam memilih dan mengaplikasikan elemen tipografi secara efektif dan estetis dalam berbagai media.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pentingnya Klasifikasi Typeface<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memudahkan identifikasi dan pemilihan typeface yang tepat dalam suatu konteks desain, para ahli tipografi telah mengembangkan sistem klasifikasi. Klasifikasi ini juga membantu memahami karakter dan sejarah dari setiap kelompok huruf, sehingga lebih mudah menentukan typeface mana yang sesuai dengan pesan atau suasana yang ingin disampaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum, klasifikasi typeface terbagi menjadi beberapa kelompok besar, yaitu: Serif, Sans Serif, Script &amp; Cursive, dan Display atau Dekoratif.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Klasifikasi <em>typeface<\/em> diantaranya:<\/strong><\/h2>\n<h3><b>1. Serif<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Serif adalah typeface yang memiliki elemen tambahan berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kait<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ekor kecil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di ujung-ujung huruf. Elemen ini bukan sekadar ornamen, tetapi memiliki fungsi visual dan historis. Serif membantu mata pembaca dalam mengikuti aliran teks, sehingga meningkatkan keterbacaan, terutama dalam teks panjang seperti buku atau koran.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Serif<\/b><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Blackletter \/ Old English \/ Fraktur<\/b><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Typeface ini berasal dari abad pertengahan dan sering diasosiasikan dengan naskah-naskah kuno atau sertifikat resmi. Karakternya penuh ornamen dan memiliki bentuk patah-patah yang kompleks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Humanist \/ Venetian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Ini adalah bentuk serif tertua yang terinspirasi dari tulisan tangan zaman Renaisans. Contoh terkenal: Jenson.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Old Style \/ Garalde<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Dikenal dengan kontras stroke yang rendah dan bentuk huruf yang organik. Contohnya: Garamond, Caslon.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Transitional \/ Reales<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Memiliki kontras stroke yang lebih tinggi dan bentuk serif yang lebih halus dibanding Old Style. Contoh: Baskerville.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Modern \/ Didone<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Ciri khasnya adalah kontras stroke ekstrem (sangat tipis dan sangat tebal) serta serif yang lurus dan tajam. Contoh: Didot, Bodoni.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><b>Slab Serif \/ Egyptian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Dikenal dengan serif tebal berbentuk persegi. Typeface ini memiliki kekuatan visual yang kuat, cocok untuk headline atau iklan. Contoh: Rockwell, Clarendon.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Contoh visual Slab Serif dapat dilihat di:<\/b><b><br \/>\n<\/b> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.fonts.com\/content\/learning\/fontology\/level-1\/type-anatomy\/type-classifications<\/span><\/p>\n<p><em><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4120\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-1.jpg\" alt=\"\" width=\"156\" height=\"159\" \/><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Contoh <em>Slab Serif<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">https:\/\/www.fonts.com\/content\/learning\/fontology\/level-1\/type-anatomy\/type-classifications<\/p>\n<h3><strong><em>2. Sans Serif<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSans\u201d dalam bahasa Prancis berarti \u201ctanpa\u201d, sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sans Serif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berarti typeface yang tidak memiliki kait. Karakteristik utama Sans Serif adalah bentuknya yang bersih, minimalis, dan modern. Typeface ini sangat populer dalam desain digital karena tampilannya yang jernih di layar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Sans Serif<\/b><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Grotesque Sans Serif<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Ini adalah jenis Sans Serif pertama yang muncul pada abad ke-19. Contoh: Akzidenz-Grotesk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Geometric Sans Serif<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Dibuat berdasarkan bentuk dasar geometris seperti lingkaran dan persegi. Contoh: Futura, Avenir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Humanist Sans Serif<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Memiliki pengaruh dari bentuk tulisan tangan manusia. Contoh: Gill Sans, Myriad.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Square Sans Serif<\/b><\/h2>\n<p><b><\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Memiliki struktur huruf yang cenderung berbentuk kotak atau persegi. Contoh: Bank Gothic.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4123\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-2.jpg\" alt=\"\" width=\"152\" height=\"156\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Contoh <em>Square Sans Serif<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">https:\/\/www.fonts.com\/content\/learning\/fontology\/level-1\/type-anatomy\/type-classifications<\/p>\n<h3><strong><em>3. Script dan Cursive<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Script dan Cursive merupakan typeface yang meniru gaya tulisan tangan. Karakteristik utamanya adalah garis goresan yang menyerupai gerakan alat tulis seperti pena atau kuas. Typeface jenis ini digunakan dalam konteks informal, personal, atau artistik, seperti undangan pernikahan, kartu ucapan, atau logo artistik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Script dan Cursive<\/b><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Script<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Biasanya huruf-hurufnya saling terhubung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Cursive<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Terinspirasi dari tulisan tangan, tetapi huruf-hurufnya tidak selalu saling menyambung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Contoh<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Script<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Kaufmann<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><a href=\"http:\/\/www.pickafont.com\/searchfont.php\"> <span style=\"font-weight: 400\">Sumber: Pickafont<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Cursive<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Lucida Calligraphy<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.fonts.com\/font\/monotype\/lucida-calligraphy\/regular\"> <span style=\"font-weight: 400\">Sumber: Fonts.com<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4126\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-3.jpg\" alt=\"\" width=\"556\" height=\"63\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Salah satu contoh <em>Script: Kaufmann<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: http:\/\/www.pickafont.com\/searchfont.php<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4129\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-4.jpg\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"144\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Salah satu contoh <em>Cursive: Lucida Calligraphy<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: https:\/\/www.fonts.com\/font\/monotype\/lucida-calligraphy\/regular<\/p>\n<h3><strong><em>4. Display<\/em> \/ Dekoratif<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelompok typeface Display atau Dekoratif dirancang khusus untuk menarik perhatian. Biasanya digunakan dalam judul besar, iklan, poster, atau media promosi lainnya. Keindahan dan kekhasan adalah prioritas utama, bukan keterbacaan dalam teks panjang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sejarah dan Karakteristik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Typeface dekoratif mulai berkembang pesat pada abad ke-19 seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri periklanan dan kemajuan teknologi cetak. Banyak di antaranya memiliki ornamen unik, bentuk yang eksperimental, bahkan menyerupai objek atau tekstur tertentu.<\/span><\/p>\n<h3><b>Contoh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa typeface dekoratif yang populer adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rosewood<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bermuda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Umbra<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Grunge<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Doodle<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dot 28<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Contoh font Doodle:<\/b><b><br \/>\n<\/b> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.urbanfonts.com\/fonts\/Doodle.font<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4132\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"150\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Doodle<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: https:\/\/www.urbanfonts.com\/fonts\/Doodle.font<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam mata kuliah Typografi 1, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual Binus @Bandung berusaha memahami jenis <em>typeface<\/em>, salah satu caranya adalah dengan mengenal anatomi hurufnya. Untuk bisa mengerti bentuk dan struktur huruf, maka mahasiswa harus bisa menggambarkannya secara manual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4135\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-6.jpg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"345\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar <em>typeface<\/em> <em>Garamond<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: dok. pribadi<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4138\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-7.jpg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"345\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar <em>typeface<\/em> <em>Helvetica<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: dok. pribadi<\/p>\n<p>Gambar di atas merupakan karya yang dibuat oleh mahasiswa angkatan 2022. Proses yang dilakukan adalah melihat dan memahami terlebih dahulu bentuk asli <em>typeface<\/em> yang akan digambarkan. Proses penggambaran ulang dibuat dengan pensil, boleh menggunakan penggaris sebagai alat bantu untuk mengukur lebar dan tinggi. Tetap dibutuhkan rasa (<em>feeling<\/em>) dalam menggambar ulang <em>typeface<\/em> ini karena mahasiswa harus bisa menggambarkan lengkungan dan proposi yang baik sesuai dengan <em>font<\/em>\/huruf yang sebenarnya. Hal yang tidak boleh dilewatkan juga adalah garis tempat huruf itu berpijak. Ada <em>base line<\/em> untuk garis yang paling bawah, <em>mean line<\/em> sebagai garis tengah, dan <em>cap line<\/em> adalah garis yang paling atas. Dengan adanya garis-garis tersebut maka akan didapatkan ukuran huruf yang proporsional.<\/p>\n<p><em>Garamond<\/em> merupakan jenis <em>typeface Serif<\/em>, berarti <em>font<\/em> dalam <em>Garamond<\/em> memiliki kait. Pada saat mahasiswa menggambarkan <em>Garamond<\/em>, mereka harus mencermati bentuk kait yang jika dilihat lebih dekat memiliki sudut, tetapi dilihat jarak jauh seperti meruncing. Begitu pula dengan <em>stroke<\/em> atau garis pada <em>Garamaond<\/em> memiliki karakteristik tersendiri. Ada tebal dan tipis yang berbeda pada tubuhnya, sedangkan <em>Helvetica<\/em> merupakan jenis <em>typeface Sans Serif<\/em> atau tidak memiliki kait, terlihat simetris, dan memiliki ketebalan <em>stroke<\/em> yang mayoritas sama besar.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui karakteristik <em>typeface<\/em>, diharapkan mahasiswa atau desainer pada umumnya bisa membuat karya yang sesuai konsep. Misalnya <em>Garamond<\/em> bisa digunakan untuk desain bergaya <em>elegant<\/em> sedangkan <em>Helvetica<\/em> digunakan untuk desain dengan gaya santai\/<em>casual<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Typeface Dalam dunia tipografi, dua istilah yang sering terdengar namun sering kali disalahartikan adalah typeface dan font. Keduanya memang berkaitan erat, tetapi memiliki makna yang berbeda. Typeface adalah rancangan visual atau gaya dari sekumpulan huruf, angka, simbol, dan tanda baca\u2014biasanya meliputi berbagai variasi seperti reguler, bold, italic, dan sebagainya. Sedangkan font adalah implementasi atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-4117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-03T11:01:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T04:06:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"321\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2019-07-03T11:01:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-22T04:06:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\"},\"wordCount\":992,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\",\"name\":\"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-03T11:01:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-22T04:06:27+00:00\",\"description\":\"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg\",\"width\":321,\"height\":150},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya","description":"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya","og_description":"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-07-03T11:01:13+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T04:06:27+00:00","og_image":[{"width":321,"height":150,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya","datePublished":"2019-07-03T11:01:13+00:00","dateModified":"2025-09-22T04:06:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/"},"wordCount":992,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/","name":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg","datePublished":"2019-07-03T11:01:13+00:00","dateModified":"2025-09-22T04:06:27+00:00","description":"Pelajari pengertian typeface, klasifikasi lengkapnya mulai dari Serif hingga Display, serta contoh penggunaannya dalam desain grafis. Panduan dasar bagi desainer dan pecinta tipografi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Memahami-Anatomi-Huruf-5.jpg","width":321,"height":150},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/07\/typeface-pengertian-klasifikasi-dan-contohnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Typeface: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4117"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15481,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4117\/revisions\/15481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}