{"id":3622,"date":"2019-04-15T11:15:18","date_gmt":"2019-04-15T04:15:18","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=3622"},"modified":"2021-01-30T16:13:24","modified_gmt":"2021-01-30T09:13:24","slug":"proses-karya-kreatif-dokumenter-tv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/","title":{"rendered":"PROSES KARYA KREATIF  DOKUMENTER TV"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-3625\" style=\"font-style: normal;font-weight: 400;font-family: 'Open Sans', Helvetica, Arial, sans-serif;font-size: 14px\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\" alt=\"\" width=\"313\" height=\"136\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-3627\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya2.jpg\" alt=\"\" width=\"269\" height=\"187\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>KONSEP KARYA KREATIF DOKUMENTER<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ide dan gagasan di buatnya sebuah karya film dokumenter contohnya \u201cAngklung\u201d Sebagai manifestasi budaya sunda yang Mendunia, tidak terlepas dari penghargaan terhadap karya-karya yang tidak hanya menjadi milik masyarakat Sunda \u2013 Jawa Barat, bangsa Indonesia bahkan dunia, akan tetapi sebuah momentum bangkitnya sebuah ekspresi berkesenian dan berkebudayaan sebuah bangsa, sebuah fenomena dari kebangkitan jiwa-jiwa berkesenian yang berlatar belakang biasa-biasa menjadi luar biasa. Seorang yang tulus dalam berkarya menjadikan bambu sebagai sebuah media ekspresi berkesenian, seorang seniman yang bersentuhan dengan alam di sekitarnya dan menjadikan bambu menjadi alat bunyi yang menghasilkan sebuah harmoni musik yang tadinya hanya dikenal oleh masyarakat di sekitarnya dan anak-anak sekolah, kini alat musik yang berbahan dasar bambu seperti angklung, calung, arumba atau yang lainnya menjadi terkenal ke mancanagera. Bahkan menjadi warisan dunia yang menjadi sejarah kekayaan milik bangsa Indonesia. Kekaguman ini tidak hanya menjadi semacam pengakuan semata, tetapi lebih dari itu adalah sebuah penghargaan kami sebagai pembuat karya untuk memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan, pelestarian dan pengembangan seni budaya musik angklung khususnya, yang telah menjadi fenomena. Tidak hanya sekedar sebuah karya fenomenal, akan tetapi menjadi sebuah titik sejarah dan momentum bahwa seni tradisi berbicara di tingkat Penghargaan yang lebih tinggi. Dan musik bambu seperti musik Angklung sebagai warisan karya dunia, menjadi media komunikasi seni yang mampu juga menjadi pemersatu bangsa, berapresiasi bersama untuk mewujudkan semua citra seni yang masuk dalam diri sanubari setiap insan manusia, yang diberikan daya dan kekuatan untuk menghargai sebuah karya anak bangsa. Semangat mencipta dan berkarya dari sebuah masyarakat tradisi yang bersahaja dan menjadi sebuah fenomena seperti yang di buktikan dan angklung sudah menjadi bagian dari masyarakat dan kemudian menjadi fenomena mendunia. Untuk maksud dan tujuan itulah menggarap sebuah film. Pengertian dokumenter sendiri menurut beberapa penulis bisa simpulkan; pengertian dokumenter di hadapkan pada dua hal, yaitu sesuatu yang nyata, faktual (ada atau terjadi) dan esensial, bernilai atau memiliki makna. Suatu dokumen dapat berwujud konkret kertas dengan tulisan atau berkas-berkas tertulis (ijazah, diktat, catatan). Dapat pula berupa gambar, foto dan sesuatu kejadian, mikro film, film atau film video. Dalam dokumenter terkandung unsur faktual dan nilai. Jadi biarpun banyak catatan, foto atau materi lain yang berisi rekaman peristiwa dan kejadian-kejadian nyata tidak semua materi itu memiliki nilai dokumenter. (Wibowo,2007:145) Sedangkan menurut pendapat lainnya, kata dokumenter (dalam bahasa Inggris <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">documentary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) adalah kata yang mengarah pada sesuatu yang nyata, faktual, realita (rekaman fotografi dari kejadian sebenarnya). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Documentary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berasal dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">document<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sebuah film yang menggambarkan kejadian nyata, kehidupan dari seseorang, suatu periode dalam kurun sejarah, atau barangkali sebuah rekaman dari suatu cara hidup makhluk. Dokumenter berbentuk rangkuman perekaman fotografi berdasarkan kejadian nyata dan akurat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dokumenter selalu bersinggungan dengan dokumen-dokumen faktual berdasarkan kejadian-kejadian nyata (Prakosa.2008:123,124). Pendapat lain mengatakan, yang di maksud dengan film non-fiksi adalah film dokumenter, yaitu film yang mengambil peristiwa-peristiwa sejarah sebagai Film obyeknya, merekam peristiwa tersebut tanpa sedikitpun menafsirkan, mengambil sikap atau menilai peristiwa tersebut, seperti film-film berita, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adapun Proses Kreatif dari Ide sampai Bentuk \u00a0Film Dokumenter TV sebagai berikut : <\/span><\/p>\n<p><b>Proses Kreatif dalam Dokumenter TV.<\/b><\/p>\n<p><b>Dari Ide sampai Bentuk.<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>FILM MERUPAKAN \u201cMOVING IMAGE.<\/b> <b>(Citra Bergerak)<br \/>\n<\/b><b>Iwan Setiawan\/DKV Binus Bandung.<\/b><\/p>\n<p><b>adalah rangkaian Citra diam yang ditampilkan secara beruntun, sehingga memberi kesan <\/b><b>pada mata kita sebagai gambar bergerak<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-3630\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/mata.jpg\" alt=\"\" width=\"599\" height=\"449\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor-faktor yang mempengaruhi ide atau gagasan dan riset untuk merekontruksi adalah sentuhan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">sentuhan nilai seni dan pengalaman estetik terhadap dokumenter serta \u201cAngklung\u201d Sebagai manifestasi <\/span><span style=\"font-weight: 400\">budaya sunda itu sendiri yang sudah berbaur dengan bentuk-bentuk seni lainnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(akulturasi) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Dari ide <\/span><span style=\"font-weight: 400\">gagasan-gagasan dan riset \u00a0tersebut itu kemudian akan di tuangkan dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">treatment,<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">skrip <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skenario<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang bentuknya masih bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">verbalistik.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentunya dalam pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skrip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skenario<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan dipengaruhi oleh perbagai hal yang merupakan kaidah-kaidah sastra serta dramaturgi <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(sastra drama). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hasilnya hanya berupa gagasan awal sebagai bahan baku untuk diteruskan menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400\">sebuah produksi \u00a0film.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Merupakan barang mentah yang harus di kemas dalam proses kreatif untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400\">menjadi kemasan sebuah produksi film. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai alat pembentuk dalam kemasannya diperlukan adanya <\/span><span style=\"font-weight: 400\">unsur teknologi, yakni teknik layar berupa teknik kamera, teknik pencahayaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(lighting) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">editing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Audio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Di samping itu harus dipadukan pula dengan unsur estetika yang mengarahkan pada <\/span><span style=\"font-weight: 400\">bentuk-bentuk komposisi gambar, artistik, laku pemeran, struktur dramatik serta irama dan tempo, baik <\/span><span style=\"font-weight: 400\">dalam pemenuhan laku dramatiknya maupun seni editingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam perwujudan proses kreatif <\/span><span style=\"font-weight: 400\">tersebut akan membentuk sebuah film dokumenter. Pada dasarnya unsur-unsur pembentuk film <\/span><span style=\"font-weight: 400\">tersebut terdiri dari dua unsur, yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Naratif atau narasi kalau itu ada yang berpijak pada unsur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skrip <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau skenario. Dalam hal ini harus bisa tergambarkan adanya aspek ruang, waktu dan nuansa cerita.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Adanya sinematik, yang terdiri dari :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Mise En Scene<\/i><\/b><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400\">yaitu di gunakan untuk menunjukan sebuah proses Sinematik yang terjadi dalam sebuah set secara literer artinya \u201cMenata-dalam- scene\u201d. Penyutradaraan, pemain, pengaturan posisi-posisi kamera, (Biran, 1997:120) segala hal yang berada. Terdiri dari elemen pokok, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">setting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau latar, tata cahaya, kostum yang di gunakan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">makeup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, serta akting<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-3633\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/mata2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"603\" height=\"401\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sinematografi, merupakan tata kamera yang ada hubungannya dengan obyek yang akan \u00a0diambil. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Editing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan suatu pemaduan atau penyuntingan gambar yang merupakan juga transisi antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang satu dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang lainnya. Dari hasil pembentukan karya film dokumenter ini. Sebagai hasil rekonstruksi \u00a0menjadi sebuah karya filmis, harus memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">balancing value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (keseimbangan nilai) dengan dasar-dasar sentuhan nilai, sehingga nantinya bahasa filmis ini harus bisa dimengerti sebagai sesuatu yang komunikatif. Dalam arti lain hasil karya filmis ini harus <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">memiliki relevansi dengan apa yang menjadi dasar pemikiran dan alur pikir terhadap sentuhan-sentuhan nilai dokumenternya itu sendiri. Secara teknis, mengadopsi teknik-teknik serta karakteristik estetik dan artistika berdasarkan kaidah-kaidah filmis. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Shot by shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan di buat sedemikian rupa melalui teknik kamera, baik dalam sudut-sudut pandangnya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">angle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), camera <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">movement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">size visual<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya. Hasilnya akan diupayakan sebagai sebuah bentuk filmis yang mengalir dengan memperbanyak bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">visual <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya. Hal tersebut sesuai dengan azas dasar cinematik yang mengemukakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">visual <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai substansinya. Artinya dalam prosesnya, akan mengarahkan film ini menjadi sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Moving Image&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (Citra Bergerak) yang direkam melalui bentuk-bentuk cahaya yang masuk pada teknik pita magnetik, kemudian disusun dalam sebuah citraan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shot by shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi sebuah keutuhan bentuk. Film Dokumenter TV yang utuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sekian terimakasih&#8230;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSalam Kreatif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Iwan Setiawan\/\/iwanone15@gmail.com<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; KONSEP KARYA KREATIF DOKUMENTER &nbsp; Ide dan gagasan di buatnya sebuah karya film dokumenter contohnya \u201cAngklung\u201d Sebagai manifestasi budaya sunda yang Mendunia, tidak terlepas dari penghargaan terhadap karya-karya yang tidak hanya menjadi milik masyarakat Sunda \u2013 Jawa Barat, bangsa Indonesia bahkan dunia, akan tetapi sebuah momentum bangkitnya sebuah ekspresi berkesenian dan berkebudayaan sebuah bangsa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92,46],"tags":[],"class_list":["post-3622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-15T04:15:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-30T09:13:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"341\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"148\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV\",\"datePublished\":\"2019-04-15T04:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T09:13:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\"},\"wordCount\":1002,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\",\"articleSection\":[\"Article\",\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\",\"name\":\"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\",\"datePublished\":\"2019-04-15T04:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T09:13:24+00:00\",\"description\":\"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg\",\"width\":341,\"height\":148},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-04-15T04:15:18+00:00","article_modified_time":"2021-01-30T09:13:24+00:00","og_image":[{"width":341,"height":148,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV","datePublished":"2019-04-15T04:15:18+00:00","dateModified":"2021-01-30T09:13:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/"},"wordCount":1002,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg","articleSection":["Article","News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/","name":"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg","datePublished":"2019-04-15T04:15:18+00:00","dateModified":"2021-01-30T09:13:24+00:00","description":"Bagaimakah proses dari karya kreatif dokementer TV? Baca selengkapnya di artikel.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/karya.jpg","width":341,"height":148},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/04\/proses-karya-kreatif-dokumenter-tv\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PROSES KARYA KREATIF DOKUMENTER TV"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3636,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3622\/revisions\/3636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}