{"id":3151,"date":"2019-02-20T19:52:08","date_gmt":"2019-02-20T12:52:08","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=3151"},"modified":"2025-11-13T19:44:50","modified_gmt":"2025-11-13T12:44:50","slug":"societal-marketing-concept","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/","title":{"rendered":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"<h2><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-15805\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-640x360.png\" alt=\"Apa Itu Societal Marketing Concept Kotler, P., &amp; Armstrong, G. (2014). Prinsip-Prinsip Pemasaran (edisi ke-15)\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-640x360.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-1200x675.png 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-1536x864.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-480x270.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-768x432.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15-1024x576.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/h2>\n<h2><b>Apa Itu <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan mengenai orientasi manajemen pemasaran telah banyak mengalami perubahan, jika dahulu perusahaan hanya berpikir untuk mencari keuntungan yang besar dari penjualan produk atau jasa yang mereka tawarkan, lalu berkembang menjadi bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan dari kepuasan pelanggan, kemudian berkembang lagi menjadi pemasaran yang berorientasi pada sosial, dimana dalam konsep orientasi manajemen pemasaran tersebut ditekankan pada dampak yang ditimbulkan, baik itu pada konsumen, masyarakat, maupun perusahaan sehingga dalam jangka panjang akan tercipta keberlanjutan yang berkesinambungan antara tiga aspek tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam konteks ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sebuah filosofi pemasaran yang menyatakan bahwa perusahaan ketika membuat keputusan pemasaran harus mempertimbangkan tiga aspek sekaligus: kebutuhan dan keinginan konsumen, persyaratan perusahaan untuk memperoleh profit, dan kepentingan jangka panjang masyarakat secara umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara lebih formal, konsep ini mengartikan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar, dan kemudian menawarkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing, dengan cara yang mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Evolusi Orientasi Manajemen Pemasaran ke <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Orientasi Produksi dan Produk<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahap awal, orientasi pemasaran banyak didominasi oleh konsep produksi, yaitu fokus pada efisiensi produksi dan distribusi. Selanjutnya berkembang menjadi orientasi produk, yaitu fokus pada kualitas produk dan fitur.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Orientasi Penjualan dan Pemasaran<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian perusahaan berpindah ke orientasi penjualan yang menitikberatkan pada upaya memaksa pasar membeli melalui promosi besar-besaran. Setelah itu muncul orientasi pemasaran, yakni bahwa perusahaan harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dan menyediakan produk yang memenuhi keinginan tersebut dengan lebih baik daripada pesaing.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Munculnya <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akhirnya muncul orientasi yang lebih holistik yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang menekankan bahwa pemasaran tidak hanya soal memenuhi kebutuhan konsumen dan memperoleh laba, tetapi juga soal mempertimbangkan dampak sosial dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Komponen Utama <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Kebutuhan dan Keinginan Konsumen<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang harus dipahami oleh perusahaan. Untuk konsep ini, perusahaan harus bukan hanya memuaskan keinginan tersebut secara sesaat tetapi juga mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi konsumen.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Persyaratan Perusahaan (Profit)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan tetap harus memperoleh laba serta memastikan keberlangsungan usahanya. Dengan demikian orientasi ini menyeimbangkan antara keuntungan perusahaan dengan kepentingan konsumen dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Kepentingan Jangka Panjang Masyarakat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan juga harus memperhitungkan dampak aktivitas pemasarannya terhadap masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang-baik dari segi sosial, etika, maupun lingkungan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><b> dengan Konsep Lain<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Perbandingan dengan <\/b><b><i>Marketing Concept<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menekankan pemenuhan kebutuhan konsumen dan penciptaan hubungan yang menguntungkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menambahkan dimensi sosial dan keberlanjutan ke dalam tindakan pemasaran.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Perbandingan dengan <\/b><b><i>Social Marketing<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Walaupun terdengar mirip, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">social marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lebih fokus pada penggunaan teknik pemasaran untuk mengubah perilaku masyarakat demi kepentingan sosial (misalnya kampanye kesehatan), sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> diterapkan pada perusahaan komersial yang tetap mencari laba tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/10\/7-langkah-membuat-social-media-marketing-plan-dengan-mudah\/\"><strong>7 Langkah Membuat Social Media Marketing Plan dengan Mudah<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Manfaat <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, perusahaan memperoleh beberapa manfaat berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memperkuat reputasi dan citra merek sebagai perusahaan yang bertanggung jawab sosial sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membuka kesempatan untuk inovasi produk yang tidak hanya menarik secara pasar tetapi juga ramah lingkungan atau sosial, seperti produk yang membawa manfaat untuk konsumen sekaligus untuk masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang karena perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan sesaat tetapi juga mempertimbangkan efek jangka panjang terhadap konsumen dan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mematuhi nilai-nilai etika, sosial, dan lingkungan yang semakin menjadi tuntutan dari konsumen, regulator, dan pemangku kepentingan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Implementasi <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Pengembangan Produk yang Diinginkan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan dapat mengembangkan produk yang dikategorikan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">desirable products<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu produk yang memberikan kepuasan segera kepada konsumen sekaligus membawa manfaat jangka panjang bagi konsumen dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Komunikasi dan Promosi yang Bertanggung Jawab<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Aktivitas promosi harus mempertimbangkan etika, dampak sosial dan lingkungan, serta tidak hanya mengejar penjualan cepat. Misalnya, mengedukasi konsumen, transparansi komunikasi, dan mempromosikan nilai keberlanjutan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Distribusi dan Kebijakan Harga yang Berkelanjutan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Distribusi dan harga harus dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan akses konsumen dan tetap mempertimbangkan dampak lingkungan serta nilai sosial.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan dapat bekerja sama dengan komunitas lokal, lembaga pemerintah maupun NGO untuk memastikan bahwa aktivitas pemasaran mereka selaras dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memahami lebih dalam apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, berikut beberapa contoh nyata penerapannya oleh perusahaan global dan lokal:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. The Body Shop<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan kosmetik ini menjadi pelopor dalam penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> melalui produk yang tidak diuji pada hewan, menggunakan bahan alami, serta kampanye \u201cEnrich Not Exploit\u201d yang menekankan keberlanjutan dan etika lingkungan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. TOMS Shoes<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">TOMS mengadopsi model bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">One for One<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, di mana setiap pembelian sepasang sepatu akan disumbangkan satu pasang kepada anak yang membutuhkan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat citra perusahaan yang berorientasi sosial.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Starbucks<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Starbucks berkomitmen terhadap perdagangan yang adil (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fair trade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan petani kopi. Mereka mengembangkan program daur ulang dan mempromosikan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reusable cups<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Danone Indonesia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia, Danone dikenal dengan program keberlanjutan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Danone AQUA Life<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang fokus pada pengelolaan sampah plastik, penyediaan air bersih, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini memperlihatkan keseimbangan antara bisnis dan tanggung jawab sosial.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Unilever<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui inisiatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Unilever Sustainable Living Plan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, perusahaan ini berusaha mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh nyata adalah kampanye <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lifebuoy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengajarkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">societal marketing concept<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tantangan dalam Menerapkan <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan harus mampu menyeimbangkan antara keinginan konsumen, keuntungan perusahaan, dan kepentingan masyarakat yang terkadang bisa bertentangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengukur manfaat jangka panjang untuk masyarakat kadang sulit sehingga risiko dianggap hanya sebagai \u201cgreen-washing\u201d atau klaim palsu tentang kepedulian lingkungan, jika tidak dilakukan secara konsisten.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan paradigma internal perusahaan dan budaya organisasi diperlukan agar orientasi sosial dipahami dan dijalankan oleh seluruh bagian perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya awal mungkin lebih tinggi untuk produk dan proses yang ramah lingkungan atau sosial, sehingga perusahaan harus memiliki visi jangka panjang.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Tips untuk Perusahaan yang Ingin Menerapkan <\/b><b><i>Societal Marketing Concept<\/i><\/b><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mulailah dengan audit nilai perusahaan: adakah nilai keberlanjutan sosial dan lingkungan yang sudah ditanamkan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pahami nilai sosial yang relevan dengan identitas merek Anda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Identifikasi tiga komponen utama: konsumen, perusahaan, masyarakat dan pastikan strategi pemasaran memperhitungkan ketiganya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan riset pasar yang tidak hanya melihat kebutuhan konsumen tetapi juga dampak sosial dan lingkungan dari produk\/layanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kembangkan produk atau layanan yang tidak hanya menarik konsumen tetapi juga membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komunikasikan nilai sosial dan lingkungan secara jujur dan transparan kepada konsumen dan pemangku kepentingan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan indikator kinerja sosial (seperti dampak lingkungan atau kesejahteraan masyarakat) dalam evaluasi strategi pemasaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Libatkan pelanggan dalam kegiatan sosial untuk membangun keterikatan emosional.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Mau Jadi Pengusaha Muda yang Berpikir Sosial dan Inovatif? Yuk, Kuliah di Jurusan Creativepreneurship di BINUS @Bandung!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memahami apa itu societal marketing concept berarti memahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi juga seberapa besar dampak positif yang diciptakan untuk masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi kamu yang ingin belajar mengembangkan bisnis kreatif sekaligus berorientasi sosial, jurusan <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/s1-creativepreneurship\/\">Creativepreneurship di BINUS @Bandung<\/a> adalah tempat terbaik untuk memulainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sini kamu akan belajar membangun usaha yang inovatif, beretika, dan berkelanjutan dengan pendekatan bisnis modern. Jadilah creative entrepreneur yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Kotler, P., &amp; Armstrong, G. (2014). <em>Prinsip-prinsip Pemasaran<\/em> (Edisi ke-15). New York: Pearson Publishing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Societal Marketing Concept? Perkembangan mengenai orientasi manajemen pemasaran telah banyak mengalami perubahan, jika dahulu perusahaan hanya berpikir untuk mencari keuntungan yang besar dari penjualan produk atau jasa yang mereka tawarkan, lalu berkembang menjadi bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan dari kepuasan pelanggan, kemudian berkembang lagi menjadi pemasaran yang berorientasi pada sosial, dimana dalam konsep orientasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15805,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,46],"tags":[],"class_list":["post-3151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creativepreneurship","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-20T12:52:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-13T12:44:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis\",\"datePublished\":\"2019-02-20T12:52:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-13T12:44:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\"},\"wordCount\":1218,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png\",\"articleSection\":[\"Creativepreneurship\",\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\",\"name\":\"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png\",\"datePublished\":\"2019-02-20T12:52:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-13T12:44:50+00:00\",\"description\":\"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Apa Itu Societal Marketing Concept Kotler, P., &amp; Armstrong, G. (2014). Prinsip-Prinsip Pemasaran (edisi ke-15)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2019-02-20T12:52:08+00:00","article_modified_time":"2025-11-13T12:44:50+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png","type":"image\/png"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis","datePublished":"2019-02-20T12:52:08+00:00","dateModified":"2025-11-13T12:44:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/"},"wordCount":1218,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png","articleSection":["Creativepreneurship","News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/","name":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png","datePublished":"2019-02-20T12:52:08+00:00","dateModified":"2025-11-13T12:44:50+00:00","description":"Apa itu societal marketing concept? Pelajari pengertian, komponen utama, contoh penerapan, dan manfaatnya dalam menciptakan strategi pemasaran berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan, dan masyarakat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Apa-Itu-Societal-Marketing-Concept-Komponen-Kotler-P.-Armstrong-G.-2014.-Prinsip-Prinsip-Pemasaran-edisi-ke-15.png","width":1920,"height":1080,"caption":"Apa Itu Societal Marketing Concept Kotler, P., &amp; Armstrong, G. (2014). Prinsip-Prinsip Pemasaran (edisi ke-15)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2019\/02\/societal-marketing-concept\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Societal Marketing Concept? Komponen, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3151"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15808,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151\/revisions\/15808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}