{"id":2672,"date":"2018-11-22T16:06:56","date_gmt":"2018-11-22T09:06:56","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=2672"},"modified":"2021-01-30T17:08:17","modified_gmt":"2021-01-30T10:08:17","slug":"belajar-tentang-game","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/","title":{"rendered":"Belajar Tentang Game"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Games<\/em> menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya. Cepatnya pertumbuhan games secara global ini tidak lepas dari sifat dasar manusia yang ingin bermain atau juga dikenal dengan konsep homo ludens.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak hanya sebagai pembawaan biologis manusia, Jane Mc Gonigal, seorang peneliti games dalam bukunya \u201c<em>Reality is Broken<\/em>\u201d menyatakan bahwa <em>game<\/em> dapat menjadikan dunia lebih baik. Dalam contohnya di buku tersebut, Mc Gonigal memberikan contoh bahwa sebuah negara kuno yang bermain <em>games<\/em> bisa menghadapi paceklik tanam jauh lebih lama dibanding yang tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perkembangan <em>games<\/em> secara global tentu saja juga berimbas kepada pertumbuhan pasar di Indonesia. Dari hanya sekitar US$80 pada tahun 2011, menjadi lebih dari US$321 juta pada tahun 2015, dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 40% &#8211; jauh lebih tinggi dari subsektor manapun. Bahkan secara global, tingkat pertumbuhan Indonesia hanya kalah dibandingkan dengan India.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kekuatan pertumbuhan games yang luar biasa ini tentu saja didukung oleh perkembangan teknologi yang pesat, mulai dari teknologi perangkat genggam sampai jaringan telekomunikasi dan informasi. Dukungan ini yang tidak lain memastikan bahwa games akan menjadi salah satu sokogoro pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Game<\/em> adalah permainan, <em>game<\/em> merupakan bagian dari bermain dan bermain juga bagian dari <em>game<\/em> keduanya saling berhubung. <em>Game<\/em> adalah kegiatan kompleks yang di dalamnya terdapat peraturan. Sebuah adalah sebuah sistem di mana <em>game<\/em> terlibat dalam konflik buatan, disini <em>game<\/em> berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam <em>game<\/em> merupakan rekayasa atau buatan, dalam <em>game<\/em> terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 perilaku <em>game<\/em> dan menentukan <em>game<\/em>. <em>Game<\/em> bertujuan untuk menghibur, biasanya <em>game<\/em> banyak disukai oleh anak anak hingga orang dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Game<\/em> sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah dengan tepat dan cepat karena dalam <em>game<\/em> terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut peneliti untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Sekarang ini perkembangan <em>game<\/em> juga tidak kalah dengan teknologi, <em>game<\/em> pun tidak hanya bisa di mainkan di <em>console<\/em> saja, tapi juga bisa di mainkan di komputer, ataupun di <em>handphone<\/em> yang sering kita dengar dengan <em>smartphone <\/em>atau ponsel pintar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ada 6 komponen yang terbagi di dalam otak, yaitu <em>frontal<\/em> <em>lobe<\/em>, <em>parietal<\/em> <em>lobe<\/em>, <em>occipital<\/em> <em>lobe<\/em>, <em>temporal<\/em> <em>lobe<\/em>, <em>cerebellum<\/em>, dan <em>brain<\/em> <em>stem<\/em>. <em>Frontal<\/em> <em>lobe<\/em> menyambungkan dan mengintegrasikan semua komponen \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 perilaku ke tingkat yang lebih tinggi. Salah satu fungsinya yaitu <em>problem<\/em> \u00a0\u00a0 <em>solving<\/em>, <em>motor<\/em> <em>planning<\/em>. <em>Parietal<\/em> <em>lobe<\/em> ini yang mengatur sebagian besar kemampuan dan bahasa. Salah satu fungsinya yaitu mengetahui ukuran, bentuk, warna, persepsi visual. <em>Occipital<\/em> <em>Lobe<\/em> ini yang menjadi kunci visualisasi manusia. Fungsi utamanya yaitu penglihatan. <em>Temporal<\/em> <em>lobe<\/em> iniyang menerima dan memproses verbal lisan. Fungsinya yaitu memori ingatan, pendengaran. <em>Cerebellum<\/em> ini untuk mengerti hal-hal umum dan \u00a0\u00a0 fungsi otak itu sendiri. Fungsinya yaitu keseimbangan, mengatur langkah \u00a0\u00a0\u00a0 jalan. <em>Brain<\/em> <em>Stem<\/em> ini yang memainkan peran penting tentang gairah, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 perasaan. Fungsinya bernafas, detak jantungm kemampuan untuk tidur. (Brain Injury Alliance, p.1 diakses melalui <a href=\"https:\/\/biau.org\/about-brain-injuries\/cognitive-skills-of-the-brain\/\">https:\/\/biau.org\/about-brain-injuries\/cognitive-skills-of-the-brain\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbandingan <em>game<\/em> <em>online<\/em> dan <em>offline<\/em>, keunggulan game <em>offline<\/em> yaitu dapat dimainkan dimanapun <em>user<\/em> ingin bermain tanpa harus memikirkan signal atau jaringan yang ada, sedangkan <em>online<\/em> harus menggunakan paket data dan signal yang dapat membuat <em>user<\/em> terganggu saat bermain bila ada gangguan. (Tom Hainey, (2011), Computer and Education, p.1 diakses <a href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0360131511001308\">http:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0360131511001308<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Matching Images : Memorize Guess<\/em> merupakan sebuah game yang melatih daya ingat, lalu ada game <em>Blendoku<\/em> yang memainkan tentang warna, menyusun sesuai dengan urutan warna. Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Regus, survei opini lebih dari 16.000 orang pekerja profesional di seluruh dunia, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ditemukan bahwa lebih dari setengah pekerja di Indonesia (64%) mengatakan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 bahwa tingkatan stres mereka bertambah. Sejumlah faktor dalam negeri \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 seperti, kemacetan lalu lintas dan kenaikan harga menjadi salah satu penyebabnya. Penyebab utama dari stres adalah pekerjaan (73%), manajemen (39%), dan keuangan pribadi (36%). Oleh karena itu game dibuat untuk membantu menurunkan kadar stress untuk para pekerja pria maupun wanita umur produktif 24 sampai 35 tahun (komunitas berani jadi miliarder, (2015). \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Survei membuktikan banyak pekerja di kota-kota besar stress memuncak, diakses melalui <a href=\"https:\/\/republikbjm.wordpress.com\/2015\/04\/20\/survei-membuktikan-banyak-pekerja-di-kota-kota-besar-stress-memuncak\/\">https:\/\/republikbjm.wordpress.com\/2015\/04\/20\/survei-membuktikan-banyak-pekerja-di-kota-kota-besar-stress-memuncak\/<\/a>) (Liputan6, (2012). Usia paling stress wanita, 25-34 tahun, diakses melalui <a href=\"http:\/\/health.liputan6.com\/read\/450423\/usia-paling-stres-wanita-25-34-tahun\">http:\/\/health.liputan6.com\/read\/450423\/usia-paling-stres-wanita-25-34-tahun<\/a>), namun mulai dari usia 3 tahun game merupakan suatu jalan yang baik untuk belajar dan mendapatkan ilmu baru, dapat melatih <em>physical<\/em> <em>skills<\/em>, <em>cognitive<\/em> <em>skills<\/em>, <em>emotional<\/em> <em>skills<\/em>, dalam <em>physical<\/em> <em>skills<\/em> sendiri terdapat pelatihan kordinasi antara mata dan tangan, gerakan mata, berpikir menggunakan strategi, dalam <em>cognitive<\/em> <em>skills<\/em> terdapat pelatihan mengerti \u00a0\u00a0 tentang dunia sekitar mereka, pengenalan bentuk, ingatan, <em>problem<\/em> <em>solving<\/em>, dan dalam <em>emotional<\/em> <em>skills<\/em> terdapat pelatihan sabar, menentukan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <em>goal<\/em>. (Michelle Manno, (2013). The Benefits of Puzzles in Early Childhood Development, diakses melalui <a href=\"https:\/\/teach.com\/blog\/the-benefits-of-puzzles-in-early-childhood-development\/\">https:\/\/teach.com\/blog\/the-benefits-of-<em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em>puzzles-in-early-childhood-development\/<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penyebab stress pada manusia diantaranya yaitu ada pekerjaan, uang, hubungan, dan teknologi. Disini teknologi menjadi salah satu faktornya karena ada sebuah studi yang menemukan bahwa pekerja dibingungkan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 dengan email atau panggilan telepon yang selalu berdering lebih dari 2 kali dalam 10 menit memiliki respon otak yang sama dengan pengidap ganja.(Sucipto Kuncoro, (2015). Faktor penyebab stress dan cara \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 mengelolanya, diakses melalui <a href=\"http:\/\/www.pasiensehat.com\/2015\/03\/%20penyebab-stress-dan-cara-mengelolanya.html?m=0\">http:\/\/www.pasiensehat.com\/2015\/03\/ penyebab-stress-dan-cara-mengelolanya.html?m=0<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menurut penelitian, ketika Gadgeteers mengalami hari yang berat di kantor atau kampus lalu bermain\u00a0<em>video games<\/em><em>\u00a0<\/em>selama 20 sampai 40 menit. Hal \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 tersebut dapat menurunkan kadar stress seseorang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada buku Computers in Human Behavior ini mengatakan bahwa bermain <em>video games\u00a0<\/em>tidak hanya selalu menimbulkan efek samping yang berdampak buruk, tapi juga dapat berdampak baik. Sang penulis yaitu Professor Karyn Riddle beserta dua mahasiswanya dari Universitas Wisconsin-Madison membuktikan mereka mengambil sampel dari 82 orang \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 yang berpartisipasi. Setengah dari partisipan tersebut diberi kesempatan untuk \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 bermain permainan yang memusingkan. para partisipan diharuskan mengisi sebuah kuisioner. Dari sana terlihat bahwa\u00a0<em>video games\u00a0<\/em>memang \u00a0\u00a0 meningkatkan kesenangan seseorang dan menurunkan kadar stress. Namun terdapat perbedaan dari mereka yang bermain\u00a0<em>game\u00a0<\/em>kekerasan atau mungkin yang terlalu memusingkan. Walaupun memang benar mereka yang bermain \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 permainan\u00a0<em>genre<\/em><em>\u00a0<\/em>kekerasan tersebut merasa \u201csenang\u201d namun pada akhirnya mereka akan melihat dunia dengan cara yang berbeda, mereka akan berpikiran <em>terlalu bebas<\/em><em>\u00a0<\/em>untuk melakukan sesuatu yang pada kenyataannya <em>hal<\/em>\u00a0tersebut dibatasi. Pada akhirnya hasil dari\u00a0<em>test<\/em><em>\u00a0<\/em>tentang efek\u00a0<em>video \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 games<\/em><em>\u00a0<\/em>ini mengatakan bahwa:\u00a0<em>Video games<\/em><em>\u00a0<\/em>dapat mengatur emosional seseorang yang bersifat negatif seperti stress. Namun bila permainan tersebut \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 terlalu serius pembawaannya, pemain nantinya akan terlalu terbawa jauh ke dalam permainan itu sendiri sehingga menimbulkan suatu masalah.(Zaky Islami, (2015). Bermain game dapat mengurangi stress, diakses melalui <a href=\"http:\/\/www.gadgetgaul.com\/studi-mengatakan-bermain-game-dapat-mengurangi-stress.html\">http:\/\/www.gadgetgaul.com\/studi-mengatakan-bermain-game-dapat-mengurangi-stress.html<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Statistik menggambarkan pangsa pasar yang dimiliki oleh sistem operasi mobile di Indonesia dari 2015 hingga 2018. Pada bulan September 2018, sistem operasi <em>Android<\/em> mencapai 70,71 persen. Diperkirakan 200 juta orang yang memiliki ponsel di Indonesia pada tahun 2018, dimana sekitar 54 persen menggunakan <em>smartphone<\/em>. Sistem operasi <em>Android<\/em> adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan di Indonesia pada tahun 2018.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pengguna ponsel di Indonesia semakin menggunakan perangkat mereka untuk <em>browsing<\/em> internet dan diperkirakan 38,4 persen pengguna mengakses internet dari ponsel mereka di 2018. Di antara layanan digital yang paling populer di Indonesia <em>Gmail<\/em>, <em>Yahoo<\/em> <em>Mail<\/em> dan <em>Whatsapp<\/em>. Ponsel game ini juga populer di negeri ini dan, pada Juni 2018, 48 persen responden di Indonesia menyatakan bahwa mereka bermain game di ponsel mereka setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Untuk jenis atau kategori aplikasi games, menurut Adams (2010, \u00a0\u00a0\u00a0 pp.70-71), game dikategorikan menjadi beberapa genre. Genre merupakan \u00a0\u00a0 pengkategorian dari game yang dibagi berdasarkan cara bermain atau tantangan yang diberikan dalam suatu game. Salah satu genre yang diminati \u00a0 adalah Puzzle Games. Puzzle Games bersifat dapat melatih kemampuan otak \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 dan mengasah otak. Selain itu, Puzzle Games dapat mengandung tantangan yang bersifat membuat pemain penasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Contoh game yang termasuk dalam Puzzle Games adalah Tetris, Candy Crush Saga, Brain Wars. Big Fish, sebuah game studio dari Amerika mencatat bahwa game dengan tipe casual arcade dan puzzle merupakan dua genre game mobile yang paling sering dimainkan (ESA, 2014).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2675\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa-640x480.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa-640x480.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png 880w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Gambar 1.<\/strong> Casual dan Puzzle adalah Genre Mobile Game Terpopuler.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya. Cepatnya pertumbuhan games secara global ini tidak lepas dari sifat dasar manusia yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-2672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-22T09:06:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-30T10:08:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"660\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Belajar Tentang Game\",\"datePublished\":\"2018-11-22T09:06:56+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T10:08:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\"},\"wordCount\":1271,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\",\"name\":\"Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png\",\"datePublished\":\"2018-11-22T09:06:56+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-30T10:08:17+00:00\",\"description\":\"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png\",\"width\":880,\"height\":660},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Tentang Game\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2018-11-22T09:06:56+00:00","article_modified_time":"2021-01-30T10:08:17+00:00","og_image":[{"width":880,"height":660,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png","type":"image\/png"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Belajar Tentang Game","datePublished":"2018-11-22T09:06:56+00:00","dateModified":"2021-01-30T10:08:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/"},"wordCount":1271,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/","name":"Belajar Tentang Game | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png","datePublished":"2018-11-22T09:06:56+00:00","dateModified":"2021-01-30T10:08:17+00:00","description":"Games menjadi salah satu perhatian dunia saat ini dengan pertumbuhan-nya yang luar biasa cepat, dari market global yang bernilai ratusan juga US$ pada awal tahun 1970an, menjadi lebih dari 90 Milyar US$ pada tahun 2015 dan masih tumbuh 9% tiap tahunnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/aaaaaa.png","width":880,"height":660},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2018\/11\/belajar-tentang-game\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Tentang Game"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2672"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2676,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2672\/revisions\/2676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}