{"id":14362,"date":"2025-04-09T17:20:52","date_gmt":"2025-04-09T10:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=14362"},"modified":"2025-04-22T16:03:04","modified_gmt":"2025-04-22T09:03:04","slug":"wayshowing-design","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/","title":{"rendered":"Wayshowing Design"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Adrianto, S.Ds., M.Ds.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">DKV BINUS @Bandung<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-14400 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1-640x320.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1-640x320.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1-480x240.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1-768x384.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<h2><b>Wayshowing dalam Desain Sistem Navigasi Visual dalam Lingkungan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, kemampuan untuk menavigasi suatu ruang menjadi kebutuhan yang penting, terutama di lingkungan seperti bandara, rumah sakit, universitas, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya. Di sinilah peran <\/span><b>wayshowing<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi sangat relevan. Wayshowing adalah konsep dalam desain lingkungan yang berfokus pada penyediaan petunjuk visual yang jelas, informatif, dan intuitif, untuk membantu pengguna bergerak dari satu titik ke titik lainnya tanpa kebingungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut <\/span><b>Society of Experiential Graphic Design (SEGD)<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, wayshowing mencakup perancangan sistem komunikasi visual yang memandu pengguna melalui ruang dengan efisiensi dan kenyamanan. Ini bukan hanya tentang menempatkan tanda atau arah, melainkan menciptakan keseluruhan pengalaman yang mendukung orientasi dan mobilitas pengguna.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian dan Konteks Wayshowing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wayshowing sering kali disalahartikan sebagai sekadar penempatan signage atau papan petunjuk arah. Padahal, konsep ini jauh lebih luas dan strategis. <\/span><b>Chris Calori<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, seorang pakar di bidang desain wayfinding, dalam bukunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Signage and Wayfinding Design&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, menjelaskan bahwa wayshowing merupakan proses desain menyeluruh yang mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perilaku pengguna, arsitektur ruang, serta alur perjalanan pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam desain yang berorientasi pada pengalaman, wayshowing membantu menciptakan rasa nyaman, aman, dan terkendali bagi individu saat menjelajahi ruang asing. Ini sangat penting dalam situasi kritis seperti keadaan darurat, atau dalam konteks komersial di mana kepuasan pengguna memengaruhi persepsi terhadap merek atau institusi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Elemen Dasar Wayshowing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk membentuk sistem navigasi yang efektif, wayshowing menggunakan kombinasi berbagai elemen visual. Tiga jenis tanda utama yang digunakan dalam sistem signage menurut Calori adalah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>1. Tanda Identifikasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berfungsi untuk menyampaikan identitas suatu tempat, ruang, atau fasilitas. Contohnya termasuk nama gedung, nomor ruangan, atau nama area publik. Tanda ini membantu pengguna mengetahui lokasi mereka saat ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Nama kampus pada gerbang utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Nama toko di dalam pusat perbelanjaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>2. Tanda Regulasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memberikan informasi tentang aturan atau larangan yang berlaku di area tertentu. Tanda regulasi sering kali bersifat normatif dan diperlukan untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanda \u201cDilarang Merokok\u201d.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanda \u201cArea Khusus Pejalan Kaki\u201d.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. Tanda Petunjuk Arah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menampilkan informasi navigasi, seperti arah ke tempat tujuan, estimasi jarak, atau titik-titik penting (landmark). Tanda ini harus ditempatkan secara strategis untuk mendukung orientasi yang mudah diikuti.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Panah menuju lift atau toilet umum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Petunjuk arah ke ruang darurat atau jalur evakuasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Prinsip Desain yang Efektif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menciptakan sistem wayshowing yang sukses, ada beberapa prinsip desain penting yang harus dipertimbangkan:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>1. Kejelasan dan Keterbacaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Informasi pada tanda harus mudah dibaca dari jarak yang sesuai. Pemilihan tipografi, ukuran huruf, kontras warna, dan pencahayaan sangat berpengaruh terhadap keterbacaan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>2. Konsistensi Visual<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gaya grafis, warna, ikon, dan tata letak harus konsisten di seluruh sistem signage untuk menciptakan pengalaman yang kohesif dan mudah dikenali.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>3. Penempatan Strategis<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tanda harus ditempatkan di titik-titik keputusan (decision points), seperti persimpangan, pintu masuk, dan tempat dengan potensi kebingungan tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>4. Relevansi Kontekstual<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain dan bahasa yang digunakan harus sesuai dengan konteks budaya dan lingkungan. Misalnya, di lingkungan internasional, penggunaan ikon universal dan bahasa ganda sering kali diperlukan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>5. Fleksibilitas dan Skalabilitas<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik atau fungsional ruang dari waktu ke waktu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahapan Perancangan Wayshowing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain sistem wayshowing yang baik memerlukan pendekatan metodis. Berikut adalah tahapan yang umumnya diterapkan:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>1. Analisis Lingkungan dan Pengguna<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap awal ini mencakup observasi dan pemetaan terhadap alur pergerakan pengguna, tujuan-tujuan utama, serta potensi titik kebingungan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan studi lapangan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>2. Pengembangan Konsep Desain<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan hasil analisis, perancang mulai mengembangkan konsep visual yang mencakup jenis tanda yang dibutuhkan, narasi visual, dan struktur sistem navigasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>3. Perancangan Visual<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mencakup pemilihan warna, tipografi, ikonografi, dan layout tanda. Prinsip desain universal diterapkan agar sistem dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>4. Prototyping dan Pengujian<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pembuatan prototipe (mock-up) atau versi digital sistem signage dilakukan untuk menguji efektivitasnya. Pengguna diundang untuk berinteraksi dengan sistem dan memberikan umpan balik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>5. Implementasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tanda diproduksi dan dipasang sesuai spesifikasi dan lokasi yang dirancang. Kerja sama dengan arsitek dan kontraktor diperlukan untuk memastikan integrasi yang baik dengan elemen lingkungan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>6. Pemeliharaan dan Evaluasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem harus dipantau secara berkala untuk memastikan tetap berfungsi dengan baik. Penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan atau perubahan di lingkungan tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bandara sebagai Model Wayshowing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bandara merupakan contoh ideal dari lingkungan kompleks yang sangat bergantung pada sistem wayshowing. Ratusan hingga ribuan pengguna dari berbagai negara harus menemukan gerbang, terminal, atau layanan dalam waktu yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem signage di bandara modern dirancang dengan prinsip universal\u2014menggunakan ikon global (seperti simbol koper untuk bagasi), warna kontras tinggi, dan struktur hirarkis informasi. Informasi primer (arah ke terminal atau check-in) ditampilkan lebih mencolok dibanding informasi sekunder (restoran atau toko).<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Wayshowing yang Efektif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Investasi dalam desain wayshowing memberikan berbagai manfaat strategis, antara lain:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>1. Meningkatkan Kenyamanan dan Kepuasan Pengguna<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengguna merasa lebih percaya diri dan tenang saat mereka dapat menavigasi ruang dengan mudah tanpa harus bertanya atau merasa tersesat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>2. Meningkatkan Keamanan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam situasi darurat, sistem penunjuk arah yang baik memungkinkan evakuasi cepat dan terarah, mengurangi risiko dan kepanikan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>3. Efisiensi Operasional<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Arus lalu lintas pejalan kaki menjadi lebih tertib dan terdistribusi dengan baik, mengurangi kepadatan dan mempercepat mobilitas.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>4. Penguatan Citra Tempat<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lingkungan yang mudah dinavigasi menciptakan kesan profesional, terorganisir, dan ramah bagi pengunjung. Hal ini berdampak positif terhadap reputasi tempat tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><b>5. Inklusivitas<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna dengan keterbatasan fisik atau bahasa tertentu memperluas aksesibilitas bagi semua kelompok masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tantangan dalam Implementasi Wayshowing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Walau konsepnya sederhana, implementasi wayshowing tidak bebas tantangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Keterbatasan Anggaran:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Investasi awal untuk riset dan produksi signage berkualitas tinggi bisa mahal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Integrasi dengan Arsitektur:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Desain signage sering kali dianggap sekunder dibandingkan dengan elemen arsitektural utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Perubahan Fungsi Ruang:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Sistem yang tidak fleksibel akan cepat usang jika terjadi perubahan layout atau fungsi ruang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kurangnya Standar Lokal:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Di beberapa wilayah, belum ada standar desain signage yang seragam, sehingga konsistensi antar lokasi menjadi rendah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Masa Depan Wayshowing: Digital dan Adaptif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kemajuan teknologi, wayshowing kini bergerak menuju format digital dan adaptif. Layar interaktif, sistem navigasi berbasis lokasi (GPS indoor), augmented reality (AR), dan integrasi dengan aplikasi seluler adalah contoh penerapan modern dari sistem navigasi visual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di masa depan, sistem ini bisa menyesuaikan informasi berdasarkan profil pengguna, kondisi waktu nyata (misalnya kemacetan atau penutupan akses), bahkan memberikan pengalaman personalisasi sesuai kebutuhan individu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wayshowing bukan sekadar desain tanda, melainkan sebuah strategi komunikasi visual yang mendalam dan menyeluruh. Dengan memahami perilaku pengguna, struktur ruang, serta prinsip-prinsip desain yang tepat, wayshowing dapat menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, efisien, dan aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemikiran yang matang dalam perancangan sistem penunjuk arah tidak hanya membantu orang menemukan jalan, tetapi juga membangun koneksi emosional antara individu dan lingkungan\u2014menjadikannya tempat yang lebih mudah diakses, disukai, dan diingat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adrianto, S.Ds., M.Ds. DKV BINUS @Bandung Wayshowing dalam Desain Sistem Navigasi Visual dalam Lingkungan Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, kemampuan untuk menavigasi suatu ruang menjadi kebutuhan yang penting, terutama di lingkungan seperti bandara, rumah sakit, universitas, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya. Di sinilah peran wayshowing menjadi sangat relevan. Wayshowing adalah konsep dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[119],"tags":[],"class_list":["post-14362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visual-communication-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-09T10:20:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-22T09:03:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Wayshowing Design\",\"datePublished\":\"2025-04-09T10:20:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T09:03:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\"},\"wordCount\":1079,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Visual Communication Design\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\",\"name\":\"Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-09T10:20:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T09:03:04+00:00\",\"description\":\"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg\",\"width\":1000,\"height\":500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wayshowing Design\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya","description":"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya","og_description":"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2025-04-09T10:20:52+00:00","article_modified_time":"2025-04-22T09:03:04+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":500,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Wayshowing Design","datePublished":"2025-04-09T10:20:52+00:00","dateModified":"2025-04-22T09:03:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/"},"wordCount":1079,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg","articleSection":["Visual Communication Design"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/","name":"Wayshowing: Pengertian, Elemen, dan Tahapannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg","datePublished":"2025-04-09T10:20:52+00:00","dateModified":"2025-04-22T09:03:04+00:00","description":"Pelajari konsep wayshowing dalam desain lingkungan, termasuk pengertian, elemen-elemen utama seperti tanda identifikasi, regulasi, dan petunjuk arah, serta tahapan dalam merancang sistem navigasi visual yang efektif dan intuitif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/way-showing-1000x500-1.jpg","width":1000,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2025\/04\/wayshowing-design\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wayshowing Design"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14362"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14403,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14362\/revisions\/14403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}