{"id":13748,"date":"2024-12-02T14:50:37","date_gmt":"2024-12-02T07:50:37","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=13748"},"modified":"2024-12-02T14:50:37","modified_gmt":"2024-12-02T07:50:37","slug":"terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/","title":{"rendered":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh Nais Ambarsari<\/strong><\/p>\n<p>Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Bahasa daerah pada dasarnya merupakan bahasa pertama (bahasa ibu). Eksistensi bahasa daerah tidak dapat dilepaskan dari penutur bahasa daerah tersebut. Bahasa dijadikan sebagai ciri atau identitas diri oleh masyarakat dan juga sebagai sarana interaksi.<\/p>\n<p>Penggunaan bahasa daerah pada remaja mulai memudar dan bahkan tidak dianggap penting. Ancaman kepunahan bahasa daerah perlu mendapat perhatian, sebab kepunahan bahasa sama dengan kepunahan peradaban manusia yang menggunakan. Tidak hanya bahasa daerah di Indonesia saja yang terancam punah. Saat ini ada sekitar 6.000 bahasa yang masih di gunakan semua dunia, namun menurut <em>Unesco<\/em> badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya sekitar setengah dari jumlah tersebut terancam punah pada akhir abad.<\/p>\n<p>Menurut data Kemendikbudristek, sebanyak 11 bahasa daerah telah punah yakni bahasa Tandia (Papua Barat), Mawes (Papua), Ternateno (Maluku Utara), Kajeli\/Kayeli (Maluku), Piru (Maluku), Moksela (Maluku), Palumata (Maluku), Hukumina (Maluku), Hoti (Maluku), Serua (Maluku), Nila (Maluku). Sedikit berbeda, menurut data Lembaga Riset Bahasa, Ethnologue, yang dikutip\u00a0<em>dataindonesia.id<\/em>, Jumat (8\/9\/2023), hanya 704 bahasa yang masih digunakan oleh masyarakat Indonesia, sedangkan sisanya atau 14 bahasa daerah sudah punah lantaran tak lagi dipakai.<\/p>\n<p>Dihimpun dari berbagai sumber, 14 bahasa yang punah itu yakni 10 bahasa dari Maluku Tengah, yakni bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Te\u2019un, Palumata, Loun, Moksela, Naka\u2019ela, dan Nila. Dua bahasa dari Maluku Utara, yakni Ternateno dan Ibu. Serta dua bahasa dari Papua, yakni Saponi dan Mapia. Sementara itu,\u00a0mayoritas atau sejumlah 436 bahasa daerah di Indonesia dikategorikan terancam punah. Pasalnya, anak-anak di wilayah setempat tidak lagi terbiasa mempelajari maupun menggunakan bahasa daerah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Negara Indonesia dalam kancah internasional dikenal dengan negara yang memilki julukan sebagai kepulauan sebab Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang membentang dibelahan bumi Indonesia. Hal ini yang membuat Indonesia terdiri dari beragam suku,adat istiadat,agama ,ras kebudayan dan beragam bahasa\u00a0 daerah masing \u2013masing .Dalam beragam bahasa tersebut memilki sebuah perbedaan meliputi gaya penuturan bahasa (Logat ) contoh \u201cbe\u2019en \u201ddalam bahasa Madura dari daerah pemekasaan dengan makna yang sama dengan bahasa daerah dari kepulauan sumenep (pulau Gilih rajeh) yang mengatakan kata \u201c be\u2019en \u201d dengan kata \u201c be \u2018na \u201d.<\/p>\n<p>Sebagai fakta empiris membuktikan bahwa bahasa daerah masih banyak penuturan diperdesaan dan mulai mengasingkan diri di daerah perkotaan .Dalam hal ini bukan bahasa itu sendiri yang mengasingkan diri akan tetapi maraknya generasi penerus yang mulai engan mengasumsi bahasa berbasis daerah sebagai bahasa daerah mereka masing \u2013masing dan kemungkinan besar akan memudar di daerah perkotaan yang dapat menyebakan punahnya bahasa daerah\u00a0.<\/p>\n<p>Kita harus bisa mengubah pola pikir mereka terhadap bahasa daerah salah satunya adalah dengan peran orang tua, sebelum orang tua tersebut memberikan pemahaman tentang bahasa daerah dan mengajarkan pada anak-anak \u00a0mereka, orang tua harus memiliki tekad dan kemauan untuk melestarikan bahasa daerah tersebut sebagai usaha melestarikan bahasa daerah. Sering kali penutur asli atau pengguna bahasa ibu (bahasa daerah) menganggap menurunkan bahasa daerah ke generasi berikutnya kurang penting, lebih penting mendorong anak-anaknya mempelajari bahasa asing, lambat laun generasi penerus akan tidak mengetahui bahasa daerahnya sendiri.<\/p>\n<p>Di situlah pentingnya peran orang tua dalam melestarikan bahasa daerah yang di zaman ini mulai hilang di kehidupan bermasyarakat, orang tua tidak perlu khawatir anaknya akan gagap berbahasa Indonesia dikarenakan sejak dini dibiasakan menggunakan bahasa daerah, karena lambat laun anak akan cepat belajar berbahasa Indonesia di lingkungan sekolah karena di sekolah selalu menggunakan bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<p>Pratama, Ega Dany. 28 Januari 2023. <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/egadanypratama1456\/63d4d6bc4addee09b503ff42\/peran-orang-tua-dalam-melestarikan-bahasa-daerah\">https:\/\/www.kompasiana.com\/egadanypratama1456\/63d4d6bc4addee09b503ff42\/peran-orang-tua-dalam-melestarikan-bahasa-daerah<\/a>. Diakses tanggal 12 April 2024<\/p>\n<p>Lestari, Siti Nur Ayu. 31 Maret 2022. <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/ayu-lestari-1648628615858954687\/penggunaan-bahasa-daerah-yang-terancam-punah-di-kalangan-remaja-1xmjwiFSf0C\">https:\/\/kumparan.com\/ayu-lestari-1648628615858954687\/penggunaan-bahasa-daerah-yang-terancam-punah-di-kalangan-remaja-1xmjwiFSf0C<\/a>. Diakses tanggal 12 April 2024<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Nais Ambarsari Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Bahasa daerah pada dasarnya merupakan bahasa pertama (bahasa ibu). Eksistensi bahasa daerah tidak dapat dilepaskan dari penutur bahasa daerah tersebut. Bahasa dijadikan sebagai ciri atau identitas diri oleh masyarakat dan juga sebagai sarana interaksi. Penggunaan bahasa daerah pada remaja mulai memudar dan bahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[289],"tags":[],"class_list":["post-13748","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-digital-language-learning-center"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-02T07:50:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak\",\"datePublished\":\"2024-12-02T07:50:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-02T07:50:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\"},\"wordCount\":590,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Digital Language Learning Center\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\",\"name\":\"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-12-02T07:50:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-02T07:50:37+00:00\",\"description\":\"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","og_description":"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2024-12-02T07:50:37+00:00","author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak","datePublished":"2024-12-02T07:50:37+00:00","dateModified":"2024-12-02T07:50:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/"},"wordCount":590,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"articleSection":["Digital Language Learning Center"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/","name":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak | BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"datePublished":"2024-12-02T07:50:37+00:00","dateModified":"2024-12-02T07:50:37+00:00","description":"BINUS kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/12\/terancamnya-bahasa-daerah-di-kalangan-anak-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terancamnya Bahasa Daerah di Kalangan Anak-Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13749,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13748\/revisions\/13749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}