{"id":13661,"date":"2024-11-08T10:03:09","date_gmt":"2024-11-08T03:03:09","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=13661"},"modified":"2024-11-08T10:04:02","modified_gmt":"2024-11-08T03:04:02","slug":"gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<h1><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13662 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" alt=\"Gaming Disorder Ciri-Ciri Penyebab Diagnosis dan Cara Mengatasinya\" width=\"480\" height=\"185\" \/><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Main game memang sangat mengasyikkan. Namun pernahkah kamu mengalami atau menemukan seseorang yang lupa dengan keadaan disekitarnya karena saking asyiknya bermain game? Ya, hal ini memang bisa terjadi dan belakangan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang banyak muncul dan bahkan bisa menyerang semua umur. Kondisi ini disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seseorang yang mengalami masalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan kesulitan mengendalikan keinginannya untuk bermain game. Bahkan mereka yang mengalami masalah ini bisa saja mengamuk tak terkendali karena ada yang mengganggunya saat bermain game.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lantas bagaimana cara mengatasinya? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, terlebih dulu mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/infobeasiswa\/?utm_source=EssentialAugDec2024BdgSEO&amp;utm_medium=SEO2024BdgCMC&amp;utm_campaign=EssentialAugDect2024&amp;utm_id=AugDec2024SEO\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-13617 size-medium\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-640x79.jpg\" alt=\"Digital Psychology \" width=\"640\" height=\"79\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-640x79.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-1200x149.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-1536x190.jpg 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-2048x254.jpg 2048w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-480x59.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-768x95.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-1024x127.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/728x90-Digital-Psychology-Artikel-1-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><b>Apa itu <\/b><b><i>gaming disorder<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan masalah gangguan perilaku yang hanya memprioritaskan game dan mengabaikan hal lain dalam kehidupannya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Gaming disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">masuk dalam ICD-11 atau Klasifikasi Penyakit Internasional. Kondisi ini mampu berdampak negatif pada eksistensinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ya, ini karena seseorang yang mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan lupa dengan tugas penting lainnya yang berhubungan dengan tanggung jawab pribadi, pendidikan, fungsi sosial, hingga pekerjaan. Mereka akan mengalami kesulitan mengendalikan waktu ketika bermain game.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-Ciri<\/b><b><i> Gaming Disorder<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental ini akan menunjukkan tanda dan gejala gangguan diantaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengutamakan bermain game dibandingkan dengan aktivitas atau minat lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bermain game terus menerus tanpa memperdulikan dampak negatifnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mulai kehilangan kontrol terhadap alokasi waktu bermain game<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Percakapan mereka seringkali berkaitan dengan eksploitasi game yang mereka mainkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika ada yang melarangnya bermain game langsung marah atau tersinggung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kehilangan fokus dalam beraktivitas lainnya (karena ingin segera main game)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun sudah merasakan dampak negatifnya masih tetap lanjut bermain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengalami masalah di rumah, sekolahan atau kantor karena terkait dengan kebiasaan bermain game<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghamburkan uang yang dimilikinya bahkan hingga mengambil yang bukan miliknya untuk membeli game<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kehilangan minat pada hobi, pekerjaan, sekolah bahkan hubungan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika ciri tanda dan gejala di atas berlangsung selama berbulan-bulan, kita perlu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">aware <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan hal tersebut karena bisa jadi itu adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain dari beberapa ciri di atas, seseorang yang mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga seringkali mengalami gangguan kecemasan berlebih, depresi hingga stress. Selain itu karena terlalu lama bermain game tanpa beraktivitas fisik, biasanya mereka akan memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi seperti obesitas masalah tidur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab <\/b><b><i>Gaming Disorder<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa hal yang disinyalir sebagai penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Berikut beberapa faktor yang melatarbelakanginya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Perubahan kimia dalam otak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika bermain game otak bekerja melepaskan hormon bahagia yang disebut dopamin. Ketika dopamin lepas, maka kamu akan merasakan perasaan nyaman dan menyenangkan. Perubahan kimia dalam otak inilah yang kemudian membuat seseorang jadi lebih terobsesi untuk terus bermain game. Tujuannya untuk mendapatkan kesenangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Pengaruh emosional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu tujuan bermain game adalah melarikan diri dari masalah. Dan seringkali hal ini terjadi pada mereka yang memiliki kesehatan mental yang buruk seperti depresi, cemas atau bahkan stres.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Desain game<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Industri game memang merancang game miliknya sedemikian rupa agar pemain ketagihan memainkannya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Faktor genetik dan lingkungan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah penelitian menyebutkan jika kecenderungan pria lebih terhadap permainan kompulsif lebih tinggi dibandingkan wanita. Selain itu dalam studi kembar<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> longitudinal,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> disebutkan jika penyebab seseorang bermain game tak hanya karena faktor genetik namun juga karena lingkungan yang spesifik berdasarkan dari jenis kelamin serta usia seseorang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Pola asuh orang tua<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu penyebab yang mendasari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah pola asuh orang tua yang abai terhadap anaknya. Bisa terlihat jika saat ini banyak yang memberikan gadget pada anak mereka secara cuma-cuma dan membebaskannya untuk digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Faktor lain yang menyebabkan <\/b><b><i>gaming disorder<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab gangguan kesehatan mental ini diantaranya memiliki keanggotaan dalam komunitas game, menambah waktu main game meskipun di hari kerja, menghabiskan banyak uang untuk game, serta mulai main game sejak usia muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Diagnosis <\/b><b><i>Gaming Disorder<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masalah kesehatan mental ini seringkali terjadi pada usia anak-anak hingga remaja. Untuk menegakkan diagnosis tentunya dilakukan oleh mereka yang profesional dibidangnya yakni psikolog ataupun psikiater. Sedangkan orang terdekat seperti orang tua dan guru bertugas mengamati kapan dan bagaimana mereka mulai kehilangan kontrol.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Diagnosis ditegakkan dengan serangkaian tes seperti mengisi kuesioner dan melakukan wawancara untuk menentukan apakah yang dialaminya memang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gaming disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau bukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengatasi <\/b><b><i>Gaming Disorder<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah gangguan kesehatan mental ini yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan terapi perilaku kognitif dengan tujuan mengubah pemikiran seseorang yang awalnya terobsesi dengan game untuk kembali ke pemikiran awal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terapi keluarga dilakukan oleh anggota keluarga dengan cara mendukung atau memotivasi agar mengurangi waktunya dalam bermain game.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terapi kelompok melibatkan kelompok kecil yang nantinya bertugas untuk mendampingi selama proses terapi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rawat inap dan program rehabilitasi dilakukan ketika kondisinya teramat sangat parah. Dengan mengikuti anjuran ini, penderita tak lagi memiliki akses bermain game. Selain itu kondisi kesehatan mental lainnya juga bisa ditangani sekaligus.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di era serba digital seperti saat ini memang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan internet bisa jadi senjata bermata dua. Di satu sisi memiliki dampak positif yang sangat besar, namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik bisa membawa dampak negatif yang tidak main-main pula.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi kamu yang tertarik mempelajari psikologi dan teknologi digital, kamu bisa melanjutkan S1 di jurusan Digital Psychology yang ada di BINUS @Bandung. Jurusan baru dengan program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">double degree<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini mengintegrasikan ilmu dasar psikologi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">computer science<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dua ilmu yang sangat bermanfaat di era digital seperti sekarang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tertarik dengan jurusan baru di BINUS @Bandung ini? Yuk cari tahu informasi selengkapnya <\/span><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/infobeasiswa\/?utm_source=EssentialAugDec2024BdgSEO&amp;utm_medium=SEO2024BdgCMC&amp;utm_campaign=EssentialAugDect2024&amp;utm_id=AugDec2024SEO\"><span style=\"font-weight: 400\">disini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/infobeasiswa\/?utm_source=EssentialAugDec2024BdgSEO&amp;utm_medium=SEO2024BdgCMC&amp;utm_campaign=EssentialAugDect2024&amp;utm_id=AugDec2024SEO\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-13618 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-640x214.jpg\" alt=\"Digital Psychology \" width=\"640\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-640x214.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-1200x401.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-480x160.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-768x257.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1-1024x342.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/300x100-Digital-Psychology-Artikel-1.jpg 1251w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Main game memang sangat mengasyikkan. Namun pernahkah kamu mengalami atau menemukan seseorang yang lupa dengan keadaan disekitarnya karena saking asyiknya bermain game? Ya, hal ini memang bisa terjadi dan belakangan menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang banyak muncul dan bahkan bisa menyerang semua umur. Kondisi ini disebut dengan gaming disorder.\u00a0 Seseorang yang mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":13662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-13661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-08T03:03:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-08T03:04:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"185\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"vendoronline\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"vendoronline\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\"},\"author\":{\"name\":\"vendoronline\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/01221fee109cc65a9d6c1223540b2b73\"},\"headline\":\"Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya\",\"datePublished\":\"2024-11-08T03:03:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-08T03:04:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\"},\"wordCount\":868,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\",\"name\":\"Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-08T03:03:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-08T03:04:02+00:00\",\"description\":\"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"width\":480,\"height\":185,\"caption\":\"Gaming Disorder Ciri-Ciri Penyebab Diagnosis dan Cara Mengatasinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/01221fee109cc65a9d6c1223540b2b73\",\"name\":\"vendoronline\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/007b7a0b4eb26879e8b6f94ae30608437b5186b05295cb2f58eed0372569128e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/007b7a0b4eb26879e8b6f94ae30608437b5186b05295cb2f58eed0372569128e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"vendoronline\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/vendoronline\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya","description":"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya","og_description":"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2024-11-08T03:03:09+00:00","article_modified_time":"2024-11-08T03:04:02+00:00","og_image":[{"width":480,"height":185,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"vendoronline","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"vendoronline","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/"},"author":{"name":"vendoronline","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/01221fee109cc65a9d6c1223540b2b73"},"headline":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya","datePublished":"2024-11-08T03:03:09+00:00","dateModified":"2024-11-08T03:04:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/"},"wordCount":868,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/","name":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri,Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","datePublished":"2024-11-08T03:03:09+00:00","dateModified":"2024-11-08T03:04:02+00:00","description":"Bagaimana cara mengatasi gaming disorder? Sebelum kita tahu cara mengatasinya, mari kita ketahui ciri-ciri, penyebab dan diagnosisnya dalam artikel dibawah ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Gaming-Disorder-Ciri-Ciri-Penyebab-Diagnosis-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","width":480,"height":185,"caption":"Gaming Disorder Ciri-Ciri Penyebab Diagnosis dan Cara Mengatasinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2024\/11\/gaming-disorder-ciri-ciri-penyebab-diagnosis-dan-cara-mengatasinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gaming Disorder: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/01221fee109cc65a9d6c1223540b2b73","name":"vendoronline","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/007b7a0b4eb26879e8b6f94ae30608437b5186b05295cb2f58eed0372569128e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/007b7a0b4eb26879e8b6f94ae30608437b5186b05295cb2f58eed0372569128e?s=96&d=mm&r=g","caption":"vendoronline"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/vendoronline\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13661"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13665,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13661\/revisions\/13665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}