{"id":11488,"date":"2023-06-08T16:33:15","date_gmt":"2023-06-08T09:33:15","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?p=11488"},"modified":"2023-06-08T16:33:15","modified_gmt":"2023-06-08T09:33:15","slug":"psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/","title":{"rendered":"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-11489\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\" alt=\"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi\" width=\"480\" height=\"320\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki tiga kebutuhan primer, yaitu sandang, pangan, dan papan. Di antara ketiganya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan yang paling penting. Bagaimana tidak? Setiap makhluk hidup perlu makan demi kelangsungan hidup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, bagi masyarakat masa kini, kegiatan makan bukan sekadar untuk memuaskan rasa lapar dengan memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi. Tidak jarang, kegiatan makan menjadi hiburan tersendiri sehingga merebak wisata kuliner di segala penjuru. Bahkan, di Indonesia kita mengenal sederet raksasa di bisnis F&amp;B. Sebut saja KFC dan McD yang merupakan dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> restoran cepat saji paling populer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menariknya, kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> restoran cepat saji ini tidak hanya menggunakan strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk menggaet pelanggan. Mereka menyadari efek psikologi dalam <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/s1-interior-design\/\">interior desain<\/a> dan menerapkannya dalam tata ruang restoran.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Psikologi dalam Interior Desain<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bila diperhatikan, KFC dan McD memiliki logo dan desain yang khas, tetapi ada kesamaan di antara keduanya, yakni penggunaan elemen warna merah. Bukan tanpa alasan kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> raksasa ini memilih warna merah. Pasalnya, dalam psikologi, warna yang terang dan cerah dapat membantu meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan meningkatkan energi seseorang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih dari itu, warna-warna terang dan cerah, seperti warna merah, kuning, dan oranye diketahui dapat meningkatkan nafsu makan. Warna-warna tersebut dapat membantu meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan energi, sehingga meningkatkan selera untuk bersantap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dari sini dapat dilihat bahwa psikologi dan desain interior sangat erat kaitannya. Ilmu psikologi dapat membantu mengungkap bagaimana elemen-elemen desain, seperti warna, bentuk, dan tekstur, mempengaruhi perasaan dan tingkah laku seseorang. Maka, dengan memahami psikologi, restoran cepat saji dapat merancang desain interior yang sesuai dengan kebutuhan mereka.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Korelasi Antara Warna Dan Cahaya<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Warna dan cahaya tidak dapat dipisahkan. Tanpa cahaya, kita tidak bisa melihat warna. Bahkan, kadar intensitas cahaya mampu mempengaruhi ketajaman warna yang kita lihat. Dalam hal ini, efek cahaya dapat menghasilkan impresi warna berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pencahayaan yang baik mampu membuat sebuah objek terlihat menarik dan istimewa. Sebaliknya, pencahayaan yang buruk akan menciptakan visual yang kurang menarik. Bahkan, pencahayaan memiliki pengaruh terhadap persepsi ruang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Karenanya, dalam interior desain, elemen cahaya sangat penting untuk diperhatikan, baik cahaya alami maupun cahaya artifisial. Terlebih di sebuah restoran, tempat orang-orang berkunjung dan mengharapkan suasana nyaman untuk bersantap.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Segala sesuatu yang ditangkap oleh indra akan menghasilkan persepsi yang berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini karena apa yang diterima oleh indra akan disesuaikan dengan pengalaman orang tersebut, sedangkan setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, meski persepsi seseorang bersifat subjektif, beberapa warna memiliki makna universal. Warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning membangkitkan emosi hangat, bersemangat, dan bergairah. Sementara itu, warna-warna dingin seperti biru, ungu, dan hijau menciptakan perasaan tenang dan kalem.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kendati demikian, pengaruh warna interior terhadap emosi manusia tidak dapat dipisahkan dari elemen lain, seperti pencahayaan, tekstur, dsb. Segala sesuatunya harus didesain dengan baik agar menciptakan harmoni dan keseimbangan sehingga menciptakan impresi positif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nah, desain interior restoran KFC adalah contoh perpaduan elemen-elemen desain yang apik. Penggunaan warna merah yang diterangi pencahayaan buatan mampu menghadirkan persepsi ruang yang meningkatkan selera makan. Selain penggunaan cahaya dan warna, arsitektur bangunan serta tata ruang dan tata utilitas juga mempengaruhi kenyamanan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menarik, bukan? Kalau kamu tertarik mempelajari lebih jauh tentang interior desain serta kaitannya dengan psikologi manusia, kamu bisa bergabung bersama Program Studi Desain Interior di BINUS UNIVERSITY kampus @Bandung. Tidak hanya menempuh kuliah dengan kurikulum menarik, di sini kamu juga berkesempatan untuk mengikuti program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">study abroad<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, lho.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan. Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki tiga kebutuhan primer, yaitu sandang, pangan, dan papan. Di antara ketiganya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan yang paling penting. Bagaimana tidak? Setiap makhluk hidup perlu makan demi kelangsungan hidup. Namun, bagi masyarakat masa kini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[270,269],"class_list":["post-11488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-interior-desain","tag-psikologi-dalam-interior-desain"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-08T09:33:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\"},\"headline\":\"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi\",\"datePublished\":\"2023-06-08T09:33:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-08T09:33:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\"},\"wordCount\":576,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\",\"keywords\":[\"Interior Desain\",\"Psikologi dalam Interior Desain\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\",\"name\":\"Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\",\"datePublished\":\"2023-06-08T09:33:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-08T09:33:15+00:00\",\"description\":\"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg\",\"width\":480,\"height\":320,\"caption\":\"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi","description":"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi","og_description":"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","article_published_time":"2023-06-08T09:33:15+00:00","og_image":[{"width":480,"height":320,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c"},"headline":"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi","datePublished":"2023-06-08T09:33:15+00:00","dateModified":"2023-06-08T09:33:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/"},"wordCount":576,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg","keywords":["Interior Desain","Psikologi dalam Interior Desain"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/","name":"Psikologi Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Pengaruhi Emosi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg","datePublished":"2023-06-08T09:33:15+00:00","dateModified":"2023-06-08T09:33:15+00:00","description":"Persepsi ruang pada desain interior ternyata mampu membangkitkan emosi tertentu, seperti perasaan nyaman dan membangkitkan nafsu makan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Psikologi-dalam-Interior-Desain.jpg","width":480,"height":320,"caption":"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/2023\/06\/psikologi-dalam-interior-desain-bagaimana-persepsi-ruang-mampu-memengaruhi-emosi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Psikologi dalam Interior Desain: Bagaimana Persepsi Ruang Mampu Memengaruhi Emosi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","name":"BINUS UNIVERSITY BANDUNG - Kampus Teknologi Kreatif","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bandung dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bandung.","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/f3d91be938f8fd4c72e0531c11adf26c","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11488"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11491,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11488\/revisions\/11491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}