{"id":494,"date":"2024-07-04T08:49:23","date_gmt":"2024-07-04T08:49:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/?p=494"},"modified":"2024-07-04T08:49:23","modified_gmt":"2024-07-04T08:49:23","slug":"renaissance-sebagai-awal-modernisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/2024\/07\/04\/renaissance-sebagai-awal-modernisme\/","title":{"rendered":"RENAISSANCE SEBAGAI AWAL MODERNISME"},"content":{"rendered":"<p><b><span data-contrast=\"auto\">Latar belakang<\/span><\/b><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Renasissance, atau Renaisans, menjadi periode yang merupakan tanda kelahiran kembali peradaban dan kebudayaan Eropa, yang sebelumnya diselimuti oleh kegelapan. Bahkan era sebelum itu disebut dengan Dark Ages. Krisis yang terjadi pada era kegelapan di Eropa, disebabkan oleh pembatasan berpikir, berpolitik, berkegiatan dalam tatanan kehi<\/span><span data-contrast=\"none\">d<\/span><span data-contrast=\"none\">upan s<\/span><span data-contrast=\"none\">o<\/span><span data-contrast=\"none\">s<\/span><span data-contrast=\"none\">i<\/span><span data-contrast=\"none\">al, dimana segala sesuatunya harus sesuai atau mengikuti doktrin gereja. Tetapi semua hal itu berubah pada era Renaissance. Era kelahiran kembali ini ditandai dengan beberapa hal seperti penghargaan terhadap pemikiran, etika, estetika dan rasionalitas. Hal-hal yang sangat jauh dan tidak ditemukan pada era kegelapan atau Dark Ages.<\/span> <span data-contrast=\"none\">Istilah Renaisans ini pertama kali dikenalkan oleh seorang ahli sejarah asal Prancis bernama Jules Michelet. Secara etimologi, Renaisans berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari \u201cre\u201d (lagi) dan \u201cnaisans\u201d (kelahiran). Dalam bahasa Perancis Renaissance berarti terlahir atau kelahiran kembali. dapat disimpulkan bahwa Renaissance adalah masa gerakan perubahan di Eropa yang terjadi di abad ke-14 hingga abad ke-17 Masehi, di mana masyarakat berusaha untuk mempelajari kembali nilai-nilai humanisme yang sudah ada sejak masa Romawi Yunani.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:121,&quot;335559738&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Perkembangan Renaissance dimulai dari pertumbuhan keberhasilan pengelolaan masyarakat Italia dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya pada abad 15<\/span> <span data-contrast=\"none\">Masehi. Masyarakat Italia, berkembang menjadi masyarakat yang sejahtera serta menghampiri munculnya pemikiran akan duniawi yang mengedepankan rasionalitas. Sebelum jaman Renaissance muncul, rasionalitas tidak diberi kesempatan untuk muncul. Yang terjadi adalah dominasi hegemoni kegerejaan yang sangat kuat, yang masih mengedepankan dogma agama, yang menganggap duniawi itu tidak ada artiny<\/span><span data-contrast=\"none\">a<\/span><span data-contrast=\"none\"> dan tidak membawa kebermanfaatan bagi kehidupan. Hal ini ditandai antara lain dengan pembatasan pendidikan yang hanya dapat dinikmati oleh warga yang bersekolah di gereja, sebagai calon pendeta. Bahkan petinggi gereja seperti uskup dan paus, memiliki otoritas yang sangat besar dan turut serta dalam urusan politik dan pemerintahan. Gereja yang mendewakan keagamaan, menganut aliran Teosentris yaitu pemusatan terhadap kehendak Tuhan, segala sesuatunya berorientasi top to down, dogmatis. Di satu sisi, gereja m<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">emiliki kekuasaan yang sangat besar, namun di sisi lain banyak skandal yang terjadi di balik dinding gereja. Misalnya skandal dalam politik, banyaknya anak haram hingga penobatan raja yang tidak semestinya oleh Vatikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:117,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:11}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Zaman Renaissance atau dalam bahasa Indonesia Renaisans, tidak hanya menonjolkan perkembangan dunia seni dan budaya saja, melainkan juga aspek lainnya di dunia sains, penemuan, filsafat, dan pengetahuan. Renaisans adalah masa-masa di mana ada gerakan yang kembali menilik nilai-nilai humanisme masa Romawi Yunani. Pada masa Renaisans, pengaruh gereja melemah. Salah satu penyebabnya adalah kejenuhan terhadap kehidupan gerejawi yang mendominasi. masyarakat yang mulai jenuh dengan dominasi gereja ditambah dengan usaha membaca kembali berbagai literatur klasik Romawi Yunani mendorong pemikiran dan filsafat<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">yang terus berkembang. kemunculan Renaisans ditandai dengan jatuhnya kekuasaan Konstantinopel pada tahun 1453. Sejak Konstantinopel jatuh, jalur perdagangan harus berubah, dan titik temu perdagangan yang baru itu berada di Italia.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:126,&quot;335559738&quot;:61,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:1}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-495\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1.png\" alt=\"\" width=\"1366\" height=\"693\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1.png 1366w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1-300x152.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1-1024x519.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1-768x390.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/1-480x244.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1366px) 100vw, 1366px\" \/><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:9}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Gambar 1 Suasana Kota Florence atau Firenze, salah satu kota cikal bakal era Renaissance<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559731&quot;:155}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:4}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Tonggak awal kemajuan masyarakat Eropa pada masa Renaisans ditandai dengan kemunculan masyarakat yang mulai menggunakan penalaran mereka untuk berekspresi dan berkarya. Pada masa Renaissance, kebebasan untuk berkarya dan berpikir terus berkembang, berbagai aspek kehidupan (ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya) berkembang, serta pengaruh gereja yang dulunya dominan berkurang.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:117,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Dengan kelahiran kembali pemikiran dan budaya Yunani anti<\/span><span data-contrast=\"none\">k<\/span><span data-contrast=\"none\">, masyarakat menganggap pemikiran tersebut lebih ideal daripada hegemoni budaya agama yang dijalankan oleh Gereja, terlebih kekuasaan kaum ag<\/span><span data-contrast=\"none\">a<\/span><span data-contrast=\"none\">ma ini sudah berkuasa lebih dari 1000 tahun. Kebudayaan Yunani antik langsung mendapatkan tempat di hati masyarakat saat itu karena mem<\/span><span data-contrast=\"none\">i<\/span><span data-contrast=\"none\">liki hal-hal sebagai<\/span> <span data-contrast=\"none\">berikut :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"7\" data-list-defn-props=\"{&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Kebebasan berpikir. Dibandingkan dengan pola dogmatis garis keras yang dijalankan oleh gereja dan menjurus kepada kekerasan. Terbukti dari kejadian ditangkapnya atau dipenjaranya para pemikir-pemikir hebat pada jaman itu, tetapi dianggap tidak sejalan dengan pemikiran gereja. Hal ini seperti mematikan kreativitas manusia. Sehingga pemikiran yang memberikan kebebasan berpikir menjadi hal yang sangat didambakan masyarakat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:121,&quot;335559740&quot;:276,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"7\" data-list-defn-props=\"{&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Adanya penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia. Dibandingkan dengan sistem kehidupan sebelumnya dimana kaum gereja memperlakukan masyarakat secara biner, hanya ada benar dan salah, tanpa me<\/span><span data-contrast=\"auto\">m<\/span><span data-contrast=\"auto\">pertimbangkan potensi-potensi pemikiran baru, maka pemikiran baru yang lebih humanis membawa kesegaran dan kelahiran kembali.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:120,&quot;335559740&quot;:276,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"7\" data-list-defn-props=\"{&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Demokratis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:61,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\">\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"7\" data-list-defn-props=\"{&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"4\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Penghargaan terhadap imajinasi kreatif dan kebertubuhan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"ID\" xml:lang=\"ID\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">Perkembangan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">masa<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">Renaissance<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">mencapai<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">puncaknya<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">ketika<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">kemunculan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">sekularisme<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">sebagai<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dampak<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dari<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">pertu<\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">mbuhan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">pemikiran<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">tentang<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">rasionalitas<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">yang<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">semakin<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">mengesampingkan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">nilai-nilai<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">agama<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">menafikan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">adanya<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">ketuhanan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dalam<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">kehidupan,<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">nilai-<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">nilai<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">individualism<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"EN-US\" xml:lang=\"EN-US\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">e<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"ID\" xml:lang=\"ID\" data-contrast=\"auto\"> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">serta<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">semakin<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">kuatnya<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">humanism<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"EN-US\" xml:lang=\"EN-US\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">e<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"ID\" xml:lang=\"ID\" data-contrast=\"auto\"> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">di<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">Eropa.<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">Paham<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">itu<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">semakin<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">mempengaruhi masyarakat Eropa, yang semula ingin <\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">melepskan<\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\"> diri dari kekangan doktrin<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">agam<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"EN-US\" xml:lang=\"EN-US\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">a<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"ID\" xml:lang=\"ID\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\"> dan <\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dan<\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\"> dominasi hegemoni gereja, semakin kebablasan dan meninggalkan paham<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">keagamaan. Bahkan di abad 19 agama semakin terjungkal d<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"EN-US\" xml:lang=\"EN-US\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">a<\/span><\/span><span class=\"TextRun SCXW268410540 BCX0\" lang=\"ID\" xml:lang=\"ID\" data-contrast=\"auto\"><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">n tidak mendapatkan porsi yang<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">cuk<\/span><span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">up<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">dalam<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">paham-paham<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">kehidupan<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">masyrakatnya<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">terutama<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">para<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">tokoh-tokoh<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">pemikir<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">di<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">era<\/span> <span class=\"NormalTextRun SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-parastyle=\"Body Text\">modernitas.<\/span><\/span><span class=\"EOP SCXW268410540 BCX0\" data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Ciri-ciri Renaissance<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\">\n<p><span data-contrast=\"auto\">T<\/span><span data-contrast=\"auto\">onggak awal kemajuan masyarakat Eropa pada masa Renaisans ditandai dengan kemunculan masyarakat yang mulai menggunakan penalaran mereka untuk berekspresi dan berkarya. Dengan majunya intelektualitas masyarakat yang juga terus didukung oleh dana yang mumpuni, banyak tokoh-tokoh Renaissance yang muncul dengan karya-karya yang bagus.<\/span> <span data-contrast=\"auto\">Ciri-ciri Renaissance dapat dilihat pada hal-hal sebagai berikut : :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559738&quot;:44,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\uf02d\" data-font=\"Symbol\" data-listid=\"9\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:1181,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Symbol&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\uf02d&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">B<\/span><span data-contrast=\"auto\">erkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa. Hal ini didasari oleh tumbuhnya ilmu tetnang humanism<\/span><span data-contrast=\"auto\">e<\/span><span data-contrast=\"auto\">, yang dipengaruhi oleh pemikiran Yunani antik, <\/span><span data-contrast=\"auto\">k<\/span><span data-contrast=\"auto\">urikulum <\/span><span data-contrast=\"auto\">p<\/span><span data-contrast=\"auto\">endidikan berkembang pada Studio Humanitatis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:630,&quot;335559737&quot;:117,&quot;335559738&quot;:41,&quot;335559740&quot;:268,&quot;335559991&quot;:540,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\uf02d\" data-font=\"Symbol\" data-listid=\"9\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:1181,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Symbol&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\uf02d&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">B<\/span><span data-contrast=\"auto\">erkurangnya pengaruh <\/span><span data-contrast=\"auto\">g<\/span><span data-contrast=\"auto\">ereja<\/span><span data-contrast=\"auto\"> k<\/span><span data-contrast=\"auto\">atolik Roma. Kesadaran masyarakat dan tumbuhnya kemuakan terhadap hegemoni gerejani yang menekan kehidupan masyarakat, menimbulkan gerakan pada kelas-kelas masyarakat diluar kelompok \/kaum ger<\/span><span data-contrast=\"auto\">e<\/span><span data-contrast=\"auto\">ja, untuk menentang dan menumbuhkan pemikiran baru.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:630,&quot;335559737&quot;:121,&quot;335559738&quot;:9,&quot;335559740&quot;:271,&quot;335559991&quot;:540,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\uf02d\" data-font=\"Symbol\" data-listid=\"9\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:1181,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Symbol&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\uf02d&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Munculnya penemuan dan karya baru yang menekankan sisi humanisme. Kebebasan berpikir dan timbulnya peng<\/span><span data-contrast=\"auto\">h<\/span><span data-contrast=\"auto\">argaan akan imajinasi kreatif melahirkan penemu, pemikir, seniman dan tokoh-tokoh penting dalam dunia pengetahuan, seni dan kemanusiaan yang nantinya akan menginspirasi dan membidani lahirnya tokoh-tokoh pada era modernism<\/span><span data-contrast=\"auto\">e<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:630,&quot;335559737&quot;:119,&quot;335559738&quot;:8,&quot;335559740&quot;:271,&quot;335559991&quot;:540,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:2}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Tokoh-tokoh Renaissance<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\">\n<p><span data-contrast=\"none\">Era Renaissance ditemui banyak tokoh-tokoh yang mengh<\/span><span data-contrast=\"none\">a<\/span><span data-contrast=\"none\">silkan karya-karya penting, baik dalam bidang pemikiran atau pengetahuan maupun karya seni .berikut beberapa tokoh pada era Renaissance :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:120,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:120,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"none\">Leonardo da Vinci <\/span><\/b><span data-contrast=\"none\">(1452-1519), <\/span><span data-contrast=\"none\">Leonardo da Vinci adalah seorang polymath Italia yang hidup pada masa Renaisans. Ia lahir pada 15 April 1452 di Vinci, sebuah kota kecil di dekat Florence, dan meninggal pada 2 Mei 1519 di Amboise, Prancis.<\/span><span data-contrast=\"none\"> Ia <\/span><span data-contrast=\"none\">menghasilkan karya dan kontribusi di bidang matematika, arsitektur, Teknik, seni, sains,\u00a0<\/span> <span data-contrast=\"none\">musik, botani, patung, biologi<\/span> <span data-contrast=\"none\">serta literatur. <\/span><span data-contrast=\"none\">Leonardo pindah ke Florence pada usia 14 tahun dan menjadi murid di bengkel seniman terkenal, Andrea del Verrocchio. Di sini, ia belajar berbagai disiplin seni seperti melukis, memahat, dan teknik. Karya-karya awalnya menunjukkan detail yang luar biasa dan inovasi teknis, salah satunya adalah &#8220;Baptism of Christ&#8221; di mana ia melukis malaikat yang memegang jubah Yesus<\/span><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><span data-contrast=\"none\">Karya paling terkenalnya adalah lukisan Mona Lis<\/span><span data-contrast=\"none\">a<\/span><span data-contrast=\"none\">, The <\/span><span data-contrast=\"none\">L<\/span><span data-contrast=\"none\">ast Supper dan The Vitruvian Man.<\/span> <span data-contrast=\"auto\">The Last Supper merupakan <\/span><span data-contrast=\"none\">sebuah lukisan dinding di biara Santa Maria delle Grazie, Milan. Karya ini dianggap sebagai salah satu mahakarya seni Kristen dan menunjukkan pemahaman Leonardo yang mendalam tentang perspektif dan emosi manusia. Sementara &#8220;Mona Lisa,&#8221; yang ia buat antara tahun 1503 dan 1506, terkenal karena penggunaan sfumato, teknik gradasi halus antara warna dan bayangan, yang memberikan ilusi kedalaman dan kehangatan pada wajah Mona Lisa.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-496\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2.png\" alt=\"\" width=\"1051\" height=\"579\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2.png 1051w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2-300x165.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2-1024x564.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2-768x423.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/2-480x264.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1051px) 100vw, 1051px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Gambar 2 Leonardo Da Vinci dan lukisannya Mona Lisa<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:1586,&quot;335559737&quot;:1612,&quot;335559738&quot;:48}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\">\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">Galileo Galilei <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1564-1642),<\/span> <span data-contrast=\"auto\">adalah seorang ilmuwan, matematikawan, dan filsuf Italia yang dikenal sebagai &#8220;Bapak Ilmu Pengetahuan Modern.&#8221; Ia lahir pada 15 Februari 1564 di Pisa, Italia, dan meninggal pada 8 Januari 1642 di Arcetri, dekat Florence. Kontribusinya dalam bidang astronomi, fisika, dan metode ilmiah sangat berpengaruh dan mengubah cara pandang manusia terhadap alam semesta. Awalnya belajar di Universitas Pisa untuk mempelajari kedokteran, namun segera beralih ke matematika dan filsafat alam setelah tertarik dengan karya-karya Archimedes dan Euclid. Ia menemukan <\/span><span data-contrast=\"auto\">teleskop dan mengajukan teori Heliosentris dalam tata surya serta penemuannya menjadi kunci dalam pemikiran ilmiah untuk fundamental murni maupun sains terapan.<\/span> <span data-contrast=\"auto\">Galileo juga merumuskan hukum inersia, yang menyatakan bahwa sebuah benda akan tetap dalam keadaan gerak lurus beraturan kecuali ada gaya eksternal yang mengubah keadaan tersebut. Karya-karya ini menjadi dasar bagi Hukum Gerak Newton<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:126,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-497\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3.png\" alt=\"\" width=\"1091\" height=\"599\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3.png 1091w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3-300x165.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3-1024x562.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3-768x422.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/3-480x264.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1091px) 100vw, 1091px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Gambar 3 Galileo Galile (sumber Pinterest)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:1586,&quot;335559737&quot;:1248,&quot;335559738&quot;:27}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:4}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">Michelangelo <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1475-1564), <\/span><span data-contrast=\"auto\">Ia lahir pada 6 Maret 1475 di Caprese, Italia, dan meninggal pada 18 Februari 1564 di Roma. Michelangelo dikenal sebagai seorang pelukis, pematung, arsitek, dan penyair yang berpengaruh besar pada zaman Renaisans.<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Karya yang melegenda dari Michelangelo antara lain Basilika St Petrus, langit-langit Sistine Chapel dan patung David. Karyanya sebagai arsitek adalah sebagai arsitek kepala untuk<\/span><span data-contrast=\"auto\"> desain kubah besar Basilika Santo Petrus, yang menjadi salah satu ikon arsitektur Renaisans. Pada 1508-1512, <\/span><span data-contrast=\"auto\">Michelangelo melukis langit-langit Kapel Sistina di Vatikan atas perintah Paus Julius II. Karya ini mencakup beberapa adegan dari Kitab Kejadian, termasuk Penciptaan Adam yang ikonik, di mana tangan Tuhan dan Adam hampir bersentuhan. Patung David (1501-1504) adalah salah satu karya patung marmer paling terkenal di dunia, yang menggambarkan raja muda Israel dalam Alkitab. Patung ini dipandang sebagai simbol kebebasan dan kemerdekaan Republik Florence.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;134245417&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335557856&quot;:16777215,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-498\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/4.png\" alt=\"\" width=\"997\" height=\"552\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/4.png 997w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/4-300x166.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/4-768x425.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/4-480x266.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 997px) 100vw, 997px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Gambar 4 Patung David karya Michelangelo<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559737&quot;:1608,&quot;335559738&quot;:61}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"4\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">Raphael <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1483-152<\/span><span data-contrast=\"auto\">0<\/span><span data-contrast=\"auto\">), <\/span><span data-contrast=\"auto\">Raphael, atau Raffaello Sanzio da Urbino, adalah salah satu seniman terkemuka dari zaman Renaisans Italia. Ia lahir pada 6 April 1483 di Urbino, Italia, dan meninggal pada usia muda pada 6 April 1520 di Roma. Raphael dikenal terutama sebagai pelukis dan arsitek, dengan karya-karyanya yang mempengaruhi seni Eropa selama berabad-abad. <\/span><span data-contrast=\"auto\">menghasilkan karya yang menjadi landasan seni Renaissance, dengan karya paling terkenal melukis The School of Athens di Stanza della segnatura<\/span><span data-contrast=\"auto\"> pada 1510-1511<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u00a0 Lukisan dinding ini berada di Stanze di Raffaello di Vatikan dan merupakan salah satu karya paling terkenal dari Raphael. Lukisan ini menggambarkan filsuf-filsuf besar dari dunia kuno, termasuk Plato dan Aristoteles, yang dikelilingi oleh tokoh-tokoh lainnya. Komposisi dan penggunaan perspektifnya sangat mengesankan dan sering dianggap sebagai puncak seni Renaisans. Selain itu ia juga menghasilkan karya Sistine Madonna dan Madonna of the Meadow.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-499\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/5.png\" alt=\"\" width=\"893\" height=\"624\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/5.png 893w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/5-300x210.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/5-768x537.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/5-480x335.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 893px) 100vw, 893px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Gambar 5 Lukisan The School of Athens karya seniman Renaissance Raphael<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559685&quot;:1046,&quot;335559738&quot;:28}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:11}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"5\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">Nicolaus Copernicus <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1473-1543). <\/span><span data-contrast=\"auto\">Nicolaus Copernicus adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom asal Polandia yang terkenal karena teorinya bahwa Matahari, bukan Bumi, adalah pusat alam semesta, yang dikenal sebagai model heliosentris. Lahir pada 19 Februari 1473 di Toru\u0144, Polandia, dan meninggal pada 24 Mei 1543 di Frauenburg (sekarang Frombork, Polandia), Copernicus adalah tokoh kunci dalam Revolusi Ilmiah.<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Teori heliosentris Copernicus adalah revolusioner pada masanya. Dalam model ini, Copernicus mengusulkan bahwa: &#8211; Matahari adalah pusat alam semesta dan Bumi serta planet-planet lainnya mengelilingi Matahari; &#8211; Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam, yang menyebabkan pergantian siang dan malam; dan &#8211; Gerakan retrograde planet-planet dapat dijelaskan oleh model heliosentris tanpa perlu menggunakan epicycle kompleks yang digunakan dalam model geosentris Ptolemaic. Publikasi Copernicus berjudul \u201cOn the Revolutions of the Heavenly Spheres\u201d yang <\/span><span data-contrast=\"auto\">diterbitkan pada tahun 1543, tak lama sebelum kematiannya <\/span><span data-contrast=\"auto\">dipandang sebagai titik awal astronomi modern dan revolusi ilmiah.\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Buku ini menguraikan model heliosentrisnya dan memberikan dasar matematika dan pengamatan yang mendukung teorinya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;134245417&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335557856&quot;:16777215,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-500\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/6.png\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"475\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/6.png 854w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/6-300x167.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/6-768x427.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/6-480x267.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Gambar 5 Nicolaus Copernicus (sumber Pinterest)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:1586,&quot;335559737&quot;:1613,&quot;335559738&quot;:43}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:4}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"6\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">William Shakespeare <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1564-1616), tokoh dalam bidang sastra dan musik dari Inggris menulis literatur drama pertama yang memperkenalkan bidang humanisme gerakan ke teater. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Shakespeare dikenal karena kemampuannya untuk menggali psikologi karakter-karakternya, penggunaan bahasa yang indah dan puitis, serta kemampuannya untuk menciptakan cerita yang relevan dengan berbagai lapisan masyarakat. Karyanya mencakup berbagai genre, dari tragedi yang mendalam hingga komedi yang ringan, dan sering kali menggabungkan elemen-elemen yang mengejutkan dan menghibur. Karya-karyanya terus dipentaskan di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ia dianggap sebagai &#8220;Penyair Nasional&#8221; Inggris dan &#8220;Bard of Avon&#8221;. Peninggalannya meliputi kontribusi besar terhadap bahasa Inggris, dengan banyak kata dan frasa yang pertama kali digunakan atau dipopulerkan olehnya. Shakespeare juga mempengaruhi berbagai bidang, termasuk sastra, teater, film, dan bahkan filsafat. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Karya yang paling terkenal antara lain Romeo and Juliet, Macbeth, Othello dan Hamlet<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"\" data-listid=\"11\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:true,&quot;335551500&quot;:4539978,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"7\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"auto\">Filippo Brunelleschi <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(1377-1446), <\/span><span data-contrast=\"auto\">s<\/span><span data-contrast=\"auto\"><span data-contrast=\"auto\">eorang arsitek dan insinyur Italia yang hidup pada masa R<\/span><\/span>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\">\n<p><span data-contrast=\"auto\">enaissance dan dikenal sebagai salah satu pendiri arsitektur Renaissance. <\/span><span data-contrast=\"auto\">penemu perspektif linier, mengembangkan prinsip dan hokum, mengajar geometri dan berminat dalam teknologi<\/span><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Pencapaian terbesar Brunelleschi adalah pembangunan kubah Katedral\u00a0 Santa Maria del Fiore (Duomo) di Florence. Kubah ini dianggap sebagai mahakarya teknik dan desain. Kubah tersebut terdiri dari dua lapisan dan dibangun tanpa penyangga pusat, suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. Brunelleschi mengembangkan teknik baru yang melibatkan penggunaan cincin batu bata yang saling terkait untuk memberikan stabilitas pada struktur. Brunelleschi juga dikenal karena penemuannya dalam bidang perspektif linear, sebuah metode untuk menciptakan ilusi kedalaman pada permukaan datar. Penemuan ini merevolusi seni visual dan memungkinkan para seniman Renaissance untuk menciptakan gambar yang lebih realistis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">II Renaissance <\/span><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">S<\/span><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">ebagai <\/span><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">A<\/span><\/b><b><span data-contrast=\"auto\">wal Modernisme<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559738&quot;:61}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:3}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada masa Renaissance, kesadaran untuk kembali kepada nilai-nilai yang terdahulu pada era Yunani antic membawa gelombang perubahan pada kurikulum di perguruan tinggi. Intinya adalah kelahiran dari ilmu Humaniora. Studi Humanitatis terdiri dari Artes liberals, Trivium dsn Quadrivium. Artes Liberales mempelajari ilmu-ilmu Humaniora. Trivium mempelajari gramatika atau kemampuan berbahasa, berpidato, retorika dan logika yang saat ini berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial. Trivium atau disebut Geisteswissenschaften bertujuan untuk memahami makna. Sedangkan Quadrivium mempelajari matematika, geometri, astronomi dan musik, yang pada saat ini berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan Alam. Quadrivium atau disebut juga Naturwissenschaften bertujuan untuk memahami hukum alam.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:9}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mengapa budaya Yunani antic mungkin terjadi? Ternyata hal ini juga mungkin terjadi karena kaum gereja telah mengkoleksi, menerjemahkan serta mengembangkan pemikiran Yunani antik. Hal ini dilakukan melalui aktivitas yang dikembangkan pada biara, sekolah-sekolah Katedral dan perpustakaan, antara lain perpustakaan di Vatikan, Venezia serta kota Florence. Suasana akademis ini melahirkan Akademi Plato Florentin di kota Florence atau Firenze, yang didirikan oleh keluarga De Medihci, tepatnya Cosimo Medichi pada tahun 1470, sehingga gelombang Humanisme telah tumbuh melalui suasana akademis, yang secara tidak sadar sebenarnya juga dibangun oleh pergerakan gerejani.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:117,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:10}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-family: 'Open Sans'\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-501\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/7.png\" alt=\"\" width=\"967\" height=\"661\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/7.png 967w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/7-300x205.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/7-768x525.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/07\/7-480x328.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 967px) 100vw, 967px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Gambar 6 Akademi Plato di kota Florence atau Firenze<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:90,&quot;335559737&quot;:60,&quot;335559738&quot;:25}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:4}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Platonis Academy di Florence merupakan wadah bebas dan sukarela bagi komunitas perwakilan spiritual (uskup, kanon), sekuler, penyair , elukis, arsitek seta pengusaha pada zaman tersebut. Kesamannya aalah mereka sangat tertarik dengan Plato, Neo-Platonisme dan filosofia perennis. Akademi ini dipimpin oleh Ficino. Florence merupakan pusat humanisme, focus pada kekayaan jiwa manusia, tempat mengumpulkan naskah paling berharga dan menjadi simpul bertemunya orang bissa bertemu dengan ulama, dilengkapi dengan studio seni yang dapat mewadahi bakat seni para anggotanya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:119,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559740&quot;:278}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada era ini pun mulai lahir pemikir-pemikir yang menyampaikan ide-ide dasar modernitas. Contohnya Immanuel Kant di abad 18. Menurut Kant, agama berada di ranah atau wilayah<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559740&quot;:278}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">rasional praktis untuk kehidupan, tidak bisa dibuktikan ada atau tiada. Orang pada masa itu akan berdebat, apakah akan menggunakan :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:128,&quot;335559738&quot;:61,&quot;335559740&quot;:273}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Postulat. nilai yang dipakai begitu saja (take for granted). Supaya pengetahuan kita jadi berbentuk mmaka perlu uada wadahnya, walaupun agam tidak bisa dirasionalisir seperti science. Ada hal yang disebut Noumena, yaitu sesuatu yang berada di luar indera. Sementara hal-hal yang dapat kita tangkap melalui indera disebut Fenomena.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:121,&quot;335559738&quot;:6,&quot;335559740&quot;:276,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Agama. Agama dianggap sebagai wilayah hidup rasional praktis. Hidup dianggap memerlukan peta, arah yang menunjukkan jalan hidup sesuai dengan masing-masing. Agama pada abad 18 semakin tersisih, dimana sekularisme ssemakin bertumbuh sesuai dengan kebebasan berpikir dan menjauhnya masyarakat dari dogma gereja.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:119,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:276,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:5}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Humanisme menjadi gerakan sosio kultural yang mengarhkan kiblat budaya masyarakat kala itu, yang semula Teosentris (top to down, dogmatis, tunduk dengan ketakuan terhadap kekuatan gereja) menjadi Antroposentris. Dalam nilai-nilai antroposentris, manusialah yang menjadi pusat dan ukuran segalanya. Hal ini menjadi basis dan langgam utama pada seluru keidupan masyarakat modern. Sebelum memasuki masa pertumbuhan awal modernism, kelas masyarakat yag mendominasi tatanan kehidupan di Eropa terdiri dari kelompok:<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:123,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"4\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Raja dan Paus<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"4\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Bangsawan, klerikus atau religious (cardinal, uskup dan pastor)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:44,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"4\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Rakyat jelata<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tetapi seiring dengan lahirnya kesadaran segelintir masyarakat untuk melawan hegemoni kekuasaan kaum gereja yang semakin merajalela dan meenrapkan kekerasan yang semakin membabi buta pada warga yang dianggap melawan ketetapan dan kekuasaan gereja, lahirlah kelas menengah.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:128,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:11}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kelas ini terdiri dari kaum intelektual (literati\/ umanisti), pedagang (kaum borjuis), protestan serta nasionalis. Kaum intelektual muncul dari pemikir-pemikir, yang sebelumnya mendapatkan ketidaktenangan akan ide-ide mereka dan terancam mendapatkan hukuman atau kekerasan dari kaum gereja jika menyampaikan ide-ide atau pemikiran baru. Kaum pedagang muncul dari masyarakat yang oportunis dan memanfaatkan keadaan saat perang, dimana muncujl kebutuhan-kebutuhan pasokan logistic bagi pihak-pihak yang berperang. Kaum protestan muncul karena keinginan untuk membebaskan diri dairi penguasaan gereja. Sedangkan nasionalis merupakan masyarakat yang mssih mengindahkan nilai-nilai nasionalisme tinggi pada bangsanya. Sinergitas pergerakan kelompok menengah inilah yang kemudian menggerakkan modernitas.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:117,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Memasuki kehidupan modernitas<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559738&quot;:1}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:2}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Memasuki era modernitas, terbentuklah budaya membaca, yaitu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">text<\/span><\/i> <i><span data-contrast=\"auto\">based knowledge<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Literasi verbal diskursif atau bdaya membaca merupakan landasan yang signifikan pada modernitas. Pada era Renaissance dimana ditemukan mesin cetak, maka semakin mendukung tumbuhnya budaya membaca. Pada budaya imaji, yang merupakan kepanjangan budaya lisan berkembang menjadi budaya visual (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">image based).<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> Budaya membaca terbagi menjadi dua yaitu informatif dan formatif. Informatif memiliki ciri-ciri adanya gudang ide tanpa batas, sumber pen<\/span><span data-contrast=\"auto\">g<\/span><span data-contrast=\"auto\">etahua<\/span><span data-contrast=\"auto\">n <\/span><span data-contrast=\"auto\">yang tak pernah habis, rekaman kecerdasan dan kedalaman pemikirian, lukisan komplektitas pengalmaan manusia serta peradaban manusia yang luas dan dinamis. Sedangkan formatif memiliki ciri yaitu mempertajamn kemampuan analitis dan kritis, memperdalam cara pandang\/ pemahaman, seta memperluas imajinasi. Selain membaca formatif dapat meningkatkan fungsi otak dan meningkatkan kecerdasan, memperbaiki keterampilan berbahasa dan komunikasi, meningkatkan konsentrasi dan fokus, memperkuat daya ingat, membantu membentuk pikiran dan sikap pribadi serta menumbuhkan empati atas kemanusiaan universal contohnya pada sastra.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559738&quot;:61,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:7}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menurut Picasso, \u201cart is a lie, that enables us to realize the truth\u201d, membaca melalui visual dan diinterpretasikan menjadianalisis. Pada budaya tulisan seperti novel, merupakan gambaran atau lukisan kompleksitas pengalaman manusia. Pada etos kerja iptek modern terdapat beberapa ciri-ciri antara lain: berkomitmen terhadap kebenaran yang luas, keberanian untuk mempertanyakankembali keykinan-keyakinan dasar dan memasuki misteri realitas lebih dalam, berkebebasan untuk mebeliti dan. Bereksperiman, berusaha mengurangi segala bentuk penderitaan, menjunjung kesetaraan dalam perbedaan seta bertanggung jawab atas apapun yang dilakukan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:126,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:11}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain mesin cetak, sistem peralatan yang ditemukan apda era modern adalah teleskop, kertas, tinta, percetakan, kompas (Kompas marinis yang dapat mengandakan area yang dikenal dlam lobe) serta bubuk mesiu, yang dibawa dari China.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:119,&quot;335559740&quot;:273}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Beberapa pemikir yang muncul pada era modern dalam bidang filsafat antara lain :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559738&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"3\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Descartes yng menemukan Rasionalisme.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"3\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Locke\/ Hobbes\/ Berkely \/ Hume yang menemukan Empirisme<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:44,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"3\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Francis Bacon; Isaac Newton dan Imannuel Kant yang menemukan Rasionalisme Kritis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559737&quot;:129,&quot;335559738&quot;:39,&quot;335559740&quot;:278,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"3\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:821,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"4\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">August Comte\/ Darwin\/Sigmund Freud\/ Karl Marx yang menemukan Positivisme.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:1,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:271,&quot;335559991&quot;:361,&quot;469777462&quot;:[821],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">REFERENSI<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559685&quot;:100}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335559738&quot;:5}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"[%1]\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559991&quot;:306,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;[%1]&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Willis Mason West, 2018, A History of Europe, Forum Publisher, ISBN 978-602-51960-3-4 Sumber Online<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:55,&quot;335559737&quot;:575,&quot;335559740&quot;:506,&quot;469777462&quot;:[461],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"[%1]\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559991&quot;:306,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;[%1]&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">https:\/\/id.thpanorama.com\/articles\/cultura-general\/filippo-brunelleschi-biografa-aportes-y- obras.html <\/span><span data-contrast=\"auto\">(diakses 19 Oktober 2022)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559738&quot;:4,&quot;469777462&quot;:[426],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"[%1]\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559991&quot;:306,&quot;469769226&quot;:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;[%1]&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;hybridMultilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/id.atomiyme.com\/platonis-academy-di-florence-dan-pemimpin-ideologis\/\"><span data-contrast=\"auto\">https:\/\/id.atomiyme.com\/platonis-academy-di-florence-dan-pemimpin-ideologis\/<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\"> (<\/span><span data-contrast=\"auto\">diakses 18 Oktober 2022)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:118,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:237,&quot;469777462&quot;:[496],&quot;469777927&quot;:[0],&quot;469777928&quot;:[1]}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-contrast=\"auto\">[4 <\/span><span data-contrast=\"auto\">https:\/\/<\/span><a href=\"http:\/\/www.zenius.net\/blog\/zaman-renaissance-renaisans\"><span data-contrast=\"auto\">www.zenius.net\/blog\/zaman-renaissance-renaisans <\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\">(diakses 18 Oktober 2022)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:1,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559738&quot;:4,&quot;335559740&quot;:275}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">[5] https:\/\/internasional.kompas.com\/read\/2021\/10\/07\/123018270\/sejarah-renaissance-faktor- kemunculan-dan-perkembangannya?page=all\/ (diakses 18 Oktober 2022)<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:100,&quot;335559737&quot;:900,&quot;335559738&quot;:1,&quot;335559740&quot;:237}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245417&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559740&quot;:276,&quot;335559991&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar belakang Renasissance, atau Renaisans, menjadi periode yang merupakan tanda kelahiran kembali peradaban dan kebudayaan Eropa, yang sebelumnya diselimuti oleh kegelapan. Bahkan era sebelum itu disebut dengan Dark Ages. Krisis yang terjadi pada era kegelapan di Eropa, disebabkan oleh pembatasan berpikir, berpolitik, berkegiatan dalam tatanan kehidupan sosial, dimana segala sesuatunya harus sesuai atau mengikuti doktrin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-494","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":502,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/494\/revisions\/502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}