{"id":385,"date":"2023-10-25T03:10:41","date_gmt":"2023-10-25T03:10:41","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/?p=385"},"modified":"2023-10-25T03:10:41","modified_gmt":"2023-10-25T03:10:41","slug":"tempat-nongkrong-di-kota-bandung-antara-interior-dan-perilaku-masyarakat-sekitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/2023\/10\/25\/tempat-nongkrong-di-kota-bandung-antara-interior-dan-perilaku-masyarakat-sekitar\/","title":{"rendered":"Tempat Nongkrong di Kota Bandung; Antara Interior dan Perilaku Masyarakat Sekitar"},"content":{"rendered":"<p><i><span data-contrast=\"auto\">\u201cBumi Pasundan Lahir ketika Tuhan sedang Tersenyum.\u201d (M.A.W. Brouwer)<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kalimat tersebut cukup tepat dalam menggambarkan kondisi kota Bandung yang menurut sebagian besar masyarakat sangat cocok untuk memulihkan pikiran dari penatnya kesibukan kota. Walaupun sebagian aktivitas dari hiruk pikuk pekerjaan di kota Bandung cukup membuat lelah, namun kota Bandung tidak pernah kehabisan cara untuk membuat masyarakatnya pulih kembali.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Banyak hal yang tersedia di kota Bandung yang dapat menjadi alternatif tempat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">healing<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> untuk masyarakatnya, mulai dari wisata alamnya, area-area <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">heritage<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, wisata belanja, sampai ke kafe-kafe dengan interior yang memberikan kesan \u201cBandung banget\u201d.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Salah satu kafe yang cukup dikenal masyarakat Bandung maupun luar Bandung adalah Kozi Budara. Hal yang cukup menarik dari kafe ini adalah keserasian antara perilaku masyarakat Bandung yang tercermin dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">treatment<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> terhadap interior yang dilakukan oleh desainernya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-386 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095507-300x226.png\" alt=\"\" width=\"635\" height=\"478\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095507-300x226.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095507.png 423w\" sizes=\"auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-size: 8pt\">Area Kasir Kozi Budara. (Sumber: Dokumentasi Penulis)\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Berbicara tentang perilaku, salah satu hal yang secara tidak langsung digemari oleh masyarakat yang berada di kota Bandung adalah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">nongkrong<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, kegiatan ini biasa dilakukan oleh masyarakat Bandung untuk berdiskusi ataupun sekedar bersilaturahmi dengan rekan-rekannya. Terkadang ada juga yang melakukan aktivitas ini sendirian sambil bekerja ataupun sekedar menikmati suasana di kafe tersebut.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Dari perilaku tersebut dapat tercermin secara sekilas mengenai kebutuhan masyarakat Bandung untuk aktivitas <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">nongkrong<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> di kafe. Hal utama yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut adalah suasana di dalam kafe yang memberikan kesan intim di dalam satu kelompok meja. Contoh pengaplikasian untuk kebutuhan tersebut bisa melalui konfigurasi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">layout<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> area makan yang memiliki komposisi 2 \u2013 4 kursi atau bisa juga dengan komposisi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">sharing table <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">sehingga interaksi antar pengunjung menjadi semakin besar. Selain itu dapat diaplikasikan pula melalui pemilihan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">furniture<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang menunjang postur tubuh agar lebih santai saat duduk di area makan tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-387 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095532-300x226.png\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"515\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095532-300x226.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095532-480x361.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095532.png 544w\" sizes=\"auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-size: 8pt\">Area Makan Pengunjung Kozi Budara. (Sumber: Dokumentasi Penulis)\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-388 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095629-228x300.png\" alt=\"\" width=\"367\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095629-228x300.png 228w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-25-095629.png 352w\" sizes=\"auto, (max-width: 367px) 100vw, 367px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-size: 8pt\">\u00a0Area Masuk Kozi Budara. (Sumber: Dokumentasi Penulis)\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dapat terlihat pula dari ked<\/span><span data-contrast=\"auto\">ua foto tersebut bahwa terdapat beberapa elemen interior yang sengaja tidak diubah dan dikombinasikan dengan elemen interior yang baru. Hal ini dapat memberikan kesan sebuah kenangan dari kafe ini yang terus ada sehingga menambah interaksi antar pengunjung dengan ruang itu sendiri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Kozi Budara adalah salah satu kafe di Bandung yang hampir diketahui sebagian besar masyarakat Bandung, terutama masyarakat yang sering <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">nongkrong<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> bersama rekan-rekannya. Hal itu bisa terjadi karena suasana kafe yang sangat mendukung baik secara aktivitas, fungsi, maupun suasana yang dibutuhkan oleh pengunjung.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Untuk menciptakan interior yang serasi dengan perilaku masyarakat sekitar memang diperlukan sebuah riset mengenai hal tersebut secara mendalam. Dengan mempelajari bagaimana perilaku masyarakat dan mengaplikasikannya ke dalam elemen interior akan membuat sebuah ruang yang lebih komunikatif untuk penggunanya, dengan begitu akan muncul <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">sense of belonging <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">dari pengguna ruang terhadap ruangan yang dia tempati.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBumi Pasundan Lahir ketika Tuhan sedang Tersenyum.\u201d (M.A.W. Brouwer)\u00a0 \u00a0 Kalimat tersebut cukup tepat dalam menggambarkan kondisi kota Bandung yang menurut sebagian besar masyarakat sangat cocok untuk memulihkan pikiran dari penatnya kesibukan kota. Walaupun sebagian aktivitas dari hiruk pikuk pekerjaan di kota Bandung cukup membuat lelah, namun kota Bandung tidak pernah kehabisan cara untuk membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":389,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=385"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":390,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions\/390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/media\/389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}