{"id":349,"date":"2023-10-16T13:37:49","date_gmt":"2023-10-16T13:37:49","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/?p=349"},"modified":"2023-10-16T13:37:49","modified_gmt":"2023-10-16T13:37:49","slug":"dilematika-bingungnya-para-pengajar-dan-pelajar-desain-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/2023\/10\/16\/dilematika-bingungnya-para-pengajar-dan-pelajar-desain-indonesia\/","title":{"rendered":"Dilematika Bingungnya Para Pengajar dan Pelajar Desain Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span data-contrast=\"auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-350 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108-300x122.png\" alt=\"\" width=\"826\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108-300x122.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108-1024x418.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108-768x313.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108-480x196.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2023\/10\/Screenshot-2023-10-16-202108.png 1368w\" sizes=\"auto, (max-width: 826px) 100vw, 826px\" \/><span style=\"font-size: 8pt\"><em>Foto: Latihan <\/em><\/span><\/span><span style=\"font-size: 8pt\"><em>thumbnail sketch. Sumber: Sarah Carissa.\u00a0\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bukanlah hal yang asing terutama bagi mahasiswa desain (desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, dll.) seringkali menemui kesulitan dalam menstimulus ide rancangan. Fase awal ini di satu sisi terdengar paling mengasyikkan karena mengandung <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">spirit<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> kebebasan dalam berfikir. Namun secara ironis malah menjadi yang paling berat karena mengandung pertanggungjawaban validitas dan relevansi gagasan terhadap suatu persoalan. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya menyerahkan fase menggagas ini pada metode pendekatan referensial yang beresiko mengabaikan nilai-nilai orisinalitas dan cenderung pada praktik plagiarisme desain.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di awal-awal masa perkuliahan, mayoritas kampus desain di Indonesia melakukan pendekatan yang sama yaitu pengenalan terhadap pendidikan seni yang mana isi kegiatannya dititikberatkan pada aktifitas atau perbuatan kreatif dan bukan sekedar teori kreatif. Karena bagi seorang desainer, nilai kreatif, pemikiran kreatif baru bisa dihasilkan jika diawali dari perbuatan kreatif.\u00a0 Salah satu media yang dipakai untuk kegiatan tersebut ialah menggambar.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menggambar pada tahap pembelajaran awal pendidikan desain memiliki <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">goal<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> untuk melatih sinergitas dan komunikasi internal setiap individu yakni antara dimensi imajinasi dan indera, yang manifestasinya terwujud dalam wujud gambar. Melatih kebiasaan menggambar tidak sekedar untuk mengajarkan sisi teknik dan skill menggambar dengan baik saja melainkan membiasakan mahasiswa untuk cepat tanggap terhadap terhadap semua reaksi yang terjadi di kepalanya (alam gagas) sehingga tidak sekedar berhenti di fikiran melainkan diwujudkan (dimanifestasikan). Metode ini, menjadi ciri utama dari seorang desainer sejati dan diterapkan dalam realita di dunia industri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada level profesional, dikenal istilah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang digunakan untuk menyebut dokumen desain berisi kumpulan gambar yang secara general menginformasikan suatu gagasan rancang. Pada <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> audiens bisa melihat keterangan teknis dan mekanisme suatu rancangan, tampilan dan posibilitas visual lainnya hingga cara pengoperasian atau interaksi antara pengguna dan objek \/ ruang gunanya. Semua informasi tersebut dikumpulkan dalam satu dokumen atau bahkan halaman.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari segi tampilan visualnya, penggambaran <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> terlihat bebas dan ekspresif namun tetap sistematis dan informatif. Hal ini mengandung pengertian bahwa coretan-coretan pada <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ialah gagasan orisinil dari si kreator \/ desainer. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> merupakan salah satu implementasi esensi dari pelajaran menggambar yang mahasiswa desain alami di masa awal berkuliah desain. Namun sangat disayangkan, di masa modern dan serba software ini, banyak mahasiswa meninggalkan proses ini karena salah kaprah dan melihat desain dari sisi output akhirnya saja dan bukan proses.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Alasan tidak membuat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> biasanya karena merasa tidak mahir menggambar, tidak tahu apa yang harus digambar, atau secara pragmatis tidak ingin melalui proses eksplorasi gagas dan langsung fokus pada keputusan-keputusan permukaan seperti tampilan dan bahan saja. Yang lebih parahnya lagi ialah gagasan tersebut dihasilkan dari referensi yang dilihat di internet dan sosial media. Selamat tinggal gagasan orisinil!<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Yang seringkali disalah-artikan mahasiswa ialah, bahwa rancangan dalam format digital (software) berasal dari rancangan dalam format gambaran tangan atau gambaran 3 dimensi suatu purwarupa dan bukan terbalik (modeling digital dulu, baru digambar ulang dengan tangan). Kemahiran menggunakan software modeling 3 dimensi justru bergantung pada kemahiran menggambar secara manual. Sangat memprihatinkan melihat banyaknya mahasiswa desain yang sampai masa akhir perkuliahannya masih menitikberatkan pada kemampuan software digitalnya saja.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui tulisan ringan ini, saya mengajak rekan-rekan pengajar dan pelajar desain untuk mulai \u2018melek\u2019 dan melihat ilmu desain betul-betul secara komprehensif agar tidak menyempitkan spektrum wacana desain yang mengakibatkan \u2018design chaos\u2019 di masyarakat. Salah satunya dimulai dengan kembali membangkitkan kesadaran dan kebiasaan menggambarkan gagas melalui metode <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">thumbnail sketch<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ini. Banyak faedah dan manfaatnya terutama bagi para calon perancang yaitu membiasakan mengkaji gagasan melalui penelusuran pemikiran dengan penggambaran. Kemudian menumbuhkan mental bertindak kritis tidak sekedar berfikir kritis, dimana hal tersebut membutuhkan mental yang berani, percaya diri, inisiatif, dan bertanggungjawab, sikap dan mentalitas yang sangat harus dimiliki oleh orang-orang yang menyandang tugas <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">problem solver<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk itu, dikhusukan bagi para pengajar desain agar semakin mengasah pemahaman ilmu desainnya melalui praktik desain terus menerus dan turun ke persoalan di masyarakat. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Act like a real designer, not looked like one<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Agar tidak memberikan arahan-arahan yang <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">miss context<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> kepada mahasiswa sehingga malah menyangsikan keilmuan desain sendiri. Salah satunya menciptakan dogma bahwa desain adalah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">beautifikasi<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> semata dan mengesampingkan esensinya yaitu relasi antara pengguna dan objek \/ ruang rancangnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Latihan thumbnail sketch. Sumber: Sarah Carissa.\u00a0\u00a0 Bukanlah hal yang asing terutama bagi mahasiswa desain (desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, dll.) seringkali menemui kesulitan dalam menstimulus ide rancangan. Fase awal ini di satu sisi terdengar paling mengasyikkan karena mengandung spirit kebebasan dalam berfikir. Namun secara ironis malah menjadi yang paling berat karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=349"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":353,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions\/353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/interior-design\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}