{"id":1060,"date":"2025-12-12T09:22:16","date_gmt":"2025-12-12T09:22:16","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/?p=1060"},"modified":"2025-12-12T09:22:16","modified_gmt":"2025-12-12T09:22:16","slug":"integrasi-teknologi-dalam-urban-art-eksplorasi-seni-digital-di-ruang-publik-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/2025\/12\/12\/integrasi-teknologi-dalam-urban-art-eksplorasi-seni-digital-di-ruang-publik-bandung\/","title":{"rendered":"Integrasi Teknologi dalam Urban Art: Eksplorasi Seni Digital di Ruang Publik Bandung"},"content":{"rendered":"<h3 style=\"text-align: center\">Abstrak<\/h3>\n<h6 style=\"text-align: justify\">Integrasi teknologi dalam urban art di Bandung menunjukkan bagaimana kota ini menjadi ruang eksperimen seni yang memadukan kreativitas dan teknologi modern. Urban art adalah seni yang dibuat di ruang publik, di mana semua orang dapat melihat dan berinteraksi secara langsung. Seni digital adalah karya yang menggunakan media elektronik seperti komputer, proyektor, atau augmented reality (AR) untuk menghasilkan pengalaman visual. Di Bandung, ruang seperti Kala.Kini.Nanti di Mal Paris Van Java menghadirkan karya seni digital dengan teknologi video mapping, yang memungkinkan proyeksi gambar bergerak pada permukaan tertentu sehingga tampak tiga dimensi bagi penonton. Teknologi AR digunakan oleh mahasiswa dan seniman untuk membuat karya seni yang dapat berinteraksi dengan perangkat seperti ponsel pintar, misalnya dalam pameran yang memadukan kanvas 2D dengan animasi 3D yang muncul saat dilihat dengan aplikasi tertentu. Bandung Planning Gallery memadukan augmented reality dan virtual reality untuk menyajikan informasi kota secara visual, memperlihatkan bagaimana teknologi dapat membawa konten digital ke ruang fisik yang bisa dijelajahi pengunjung. Tempat seperti dotHub Space Bandung dan pameran Urban Moments menyediakan platform bagi seniman lokal untuk mengeksplorasi seni kontemporer yang menggabungkan pengalaman digital dan fisik di ruang publik. Perkembangan ini memberi contoh nyata bagi anak SMA yang ingin mengejar studi animasi atau design digital, karena seni kontemporer di Bandung menggunakan teknologi yang serupa dengan yang dipelajari di jurusan seperti animasi, desain komunikasi visual, dan multimedia.<\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Urban art adalah istilah untuk karya seni yang dibuat di ruang publik, seperti mural, instalasi, atau pertunjukan visual yang muncul di jalan, taman, atau bangunan kota. Seni ini dibuat agar bisa dilihat dan diakses oleh semua orang tanpa harus masuk galeri atau museum. Ruang publik adalah area bersama yang dimiliki masyarakat dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk seni dan budaya. Teknologi digital sekarang sering digunakan dalam urban art untuk menciptakan pengalaman visual yang bergerak atau interaktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Teknologi video mapping adalah teknik yang menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar digital bergerak pada permukaan tiga dimensi seperti dinding bangunan. Teknik ini membuat gambar tampak hidup di ruang fisik dan dapat dilihat oleh penonton di tempat. Di Bandung, video mapping pernah ditampilkan dalam acara seni digital di Kala.Kini.Nanti di Paris Van Java Mall. Pengunjung menikmati visual tiga dimensi yang diproyeksikan pada ruang besar sehingga menciptakan pengalaman seni yang berbeda dari lukisan biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Seni digital adalah karya yang dibuat menggunakan media digital seperti komputer, perangkat lunak, atau teknologi augmented reality (AR). AR adalah teknologi yang menambahkan elemen digital ke dunia nyata melalui layar perangkat seperti ponsel atau tablet. Teknologi ini dapat membuat elemen visual muncul saat dilihat melalui perangkat tertentu. Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain menggunakan AR untuk memodifikasi lukisan sederhana sehingga tampak animasi 3D saat dilihat lewat perangkat, memberi pengalaman baru bagi penikmat seni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Contoh lain integrasi teknologi di ruang publik Bandung adalah Bandung Planning Gallery. Di tempat ini, teknologi AR dan virtual reality (VR) dipakai untuk menampilkan rancangan kota secara visual. VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan digital yang bisa dijelajahi pengguna dengan perangkat khusus seperti headset. Di galeri ini, pengunjung dapat melihat visualisasi rencana kota secara digital, termasuk simulasi perjalanan menggunakan alat transportasi masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bangunan atau instalasi seni di ruang publik sering dipilih karena memiliki karakter tertentu. Karena itu, karya digital seperti video mapping sering diproyeksikan pada bangunan bersejarah atau permukaan luas sehingga efek visualnya tampak nyata dan berukuran besar. Seni digital ini menjadi cara bagi masyarakat untuk melihat seni kontemporer secara langsung di kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Pameran Urban Moments 2025 di GREY Art Gallery, Jalan Braga, juga menunjukkan bagaimana seni ruang publik dan urban art berkembang di Bandung. Pameran ini menampilkan karya yang memvisualisasikan kehidupan perkotaan melalui media visual yang beragam. Instalasi interaktif dalam pameran ini memungkinkan penonton meresapi pengalaman urban dari berbagai perspektif melalui visual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Istilah instalasi interaktif berarti karya seni yang memberi kesempatan bagi penonton untuk berinteraksi dengan elemen visual atau suara. Interaksi ini bisa berupa perubahan gambar saat disentuh atau respons terhadap gerakan pengunjung di depan karya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Ruang kreatif seperti dotHub Space Bandung adalah contoh lain tempat di mana seni, desain, dan teknologi digabungkan. Tempat ini dirancang untuk memfasilitasi karya seni yang mempertemukan berbagai disiplin seperti seni visual, desain digital, dan media interaktif. Ruang seperti ini memberi kesempatan bagi seniman lokal dan mahasiswa yang berminat pada bidang animasi atau multimedia untuk bereksperimen dengan teknologi dalam karya mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi siswa SMA yang ingin mengejar studi universitas di bidang animasi atau seni digital, memahami istilah seperti video mapping, AR, dan instalasi interaktif membantu menjelaskan bagaimana teknologi memainkan peran dalam produksi seni kontemporer. Di Bandung, seni digital di ruang publik memberi contoh nyata bahwa karya seni tidak hanya berada di galeri tetapi juga bisa berada di jalan kota dan ruang komunitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Perkembangan seni digital di Bandung menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam urban art memberikan cara baru bagi seniman untuk bekerja dan bagi publik untuk menikmati karya. Ini juga menunjukkan bahwa keterampilan dalam teknologi visual, animasi digital, dan media interaktif memiliki aplikasi nyata di ruang publik dan industri kreatif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abstrak Integrasi teknologi dalam urban art di Bandung menunjukkan bagaimana kota ini menjadi ruang eksperimen seni yang memadukan kreativitas dan teknologi modern. Urban art adalah seni yang dibuat di ruang publik, di mana semua orang dapat melihat dan berinteraksi secara langsung. Seni digital adalah karya yang menggunakan media elektronik seperti komputer, proyektor, atau augmented reality [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[56,305,303,302,304],"class_list":["post-1060","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-augmented-reality","tag-ruang-publik-seni","tag-seni-digital-bandung","tag-urban-art-bandung","tag-video-mapping"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1061,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1060\/revisions\/1061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}