{"id":831,"date":"2022-04-10T20:55:43","date_gmt":"2022-04-10T13:55:43","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/?p=831"},"modified":"2022-04-10T20:55:43","modified_gmt":"2022-04-10T13:55:43","slug":"strategi-pemasaran-pada-industri-perusahaan-yang-diperlukan-oleh-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/2022\/04\/10\/strategi-pemasaran-pada-industri-perusahaan-yang-diperlukan-oleh-umkm\/","title":{"rendered":"Strategi Pemasaran pada Industri\/Perusahaan yang Diperlukan oleh UMKM"},"content":{"rendered":"<p>UMKM. Apa yang dimaksud dengan UMKM ? UMKM merupakan singkatakan dari \u201c Usaha Mikro, Kecil dan Menengah\u201d atau juga bisa disebut sebagai usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun rumah tangga. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama dalam sektor perekonomian di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan terdapat kemampuan mandiri individu tersebut untuk berkembang di sektor perekonomian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peran UMKM adalah untuk memastikan bahwa tingkat ekonomi rakyat kecil didistribusikan secara merata. Hal ini dikarenakan UMKM tersebar di beberapa lokasi yang bisa menjangkau berbagai daerah, yang bisa meningkatkan kualitas ekonomi di pedesaan. Secara tidak langsung pun, UMKM membantu pengurangan nilai kemiskinan di Indonesia. Hal ini dikarenakan makin banyak masyarakat yang akan membangun usaha sendiri. Terakhir, UMKM bisa menjadi pendorong bagi masyarakat untuk meningkatkan inisiatif untuk ikut bersaing dan menciptakan usaha baru di masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat memulai usaha, perlu adanya strategi yang dipakai untuk mencapai target dan ekspektasi usaha tersebut. Maka terdapat beberapa fondasi strategi bagi UMKM untuk memulai usaha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Strategi yang bisa dilakukan oleh UMKM adalah :<\/p>\n<p><strong>Menyusun <em>Bisnis plan <\/em><br \/>\n<\/strong>Dalam menjalankan bisnis seorang pengusaha harus memiliki rencana ataupun strategi\u00a0 yang akan dilakukan dalam menjalankan bisnis. Salah satu rencana nya adalah dengan membuat <em>road map <\/em>dengan ada hal tersebut bisa membuat pegangan kemana suatu perusahaan harus bergerak agar misi dari <em>road map<\/em> tersebut bisa tercapai. Selain itu merancang vital vital dalam perusahaan terutama dalam bidang keuangan, mengatur budget untuk modal, marketing, dan juga dana emergency.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-833\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture2-1-300x174.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture2-1-300x174.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture2-1.png 347w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><br \/>\n<strong>Ciptakan sesuatu yang Unik dan Baru<\/strong><\/p>\n<p>Menciptakan sesuatu yang unik dan baru memanglah terbilang sulit. Tetapi produk atau jasa yang unik dan baru akan sangat menarik dan dapat bersaing karena keunikannya.<\/p>\n<p>Produk dan jasa yang tidak memiliki keunikan, akan sulit bersaing di pasaran. maka dari itu, menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda adalah strategi yang sangat ampuh untuk menarik minat konsumen.<\/p>\n<p>Para konsumen cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru, unik dan berbeda dari yang lain. Terdengar sulit, tetapi strategi ini menjadi motivasi bagi para pengusaha baru yang ingin memperluas usaha nya. Sangat banyak sekali pebisnis yang sukses setelah menerapkan strategi ini, contoh nya adalah aplikasi \u2018Gojek\u2019 yang pertama kali muncul di indonesia sebagai alat transportasi yang bisa dipesan secara online.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-834\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture3-300x122.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"122\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture3-300x122.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture3.png 317w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Menerapkan <em>Marketing Mix<\/em> (4P) <\/strong><\/p>\n<p><em>Marketing Mix<\/em> adalah sebuah perangkat pemasaran yang bisa kita pakai sebagai taktis dalam mengendalikan usaha. Terdapat 4 unsur yaitu <em>product, price, place<\/em> dan <em>promotion. <\/em>Konsep dalam memakai marketing mix dalam berusaha adalah untuk memastikan pilihan produk yang tepat, di waktu dan tempat yang tepat, melakukan pemasaran produk dengan mengetahui target pasar yang disasar, dan terkahir menentukan harga jual produk tersebut. Dalam memilih produk, sebagai pengusaha perlu mengetahui kebutuhan target pasar yang baik. Produk yang dijual perlu disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pasar. Kedua, dalam marketing mix perlu menentukan harga produk yang sesuai. Ketiga, menentukan betul tempat apa pasar yang ditinju berbelanja. Tidak harus secara fisik, melainkan bisa juga melewati sosial media. Terakhir, melakukan proses promosi terhadap pemasaran produk. Penentuan tersebut bisa dilakukan dengan melihat target pasar usaha tersebut yang ditentukan bedasarkan segi usia, kepribadian atau kelas sosial konsumen.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-835\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Picture4.png\" alt=\"\" width=\"293\" height=\"165\" \/><\/p>\n<p><strong>STP pada strategi pemasaran<br \/>\n<\/strong><em>Segmentation, Targeting, and Positioning<\/em> adalah kepanjangan dari STP, penggunaan STP ini diperlukan oleh usaha UMKM. pertama yang dilakukan adalah segmentation dengan mengklasifikasi segmen apa saja yang akan ditempuh misal nya pengusaha memilih segmentasi untuk kelas menengah kebawah, sehingga promosi dan marketing harus dilakukan serelevan mungkin untuk bisa menarik kalangan tersebut. Selanjut nya targeting ini lebih ke arah mengerucut dari segmen yang ditentukan, contoh nya gender, umur, dll. Terakhir adalah <em>positioning <\/em>memposisikan perusahaan dimana perusahaan tersebut akan hadir di masyarakat agar segmentasi dan target yang sudah di buat tercapai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua strategi pemasaran yang sudah disebutkan diatas sangat penting diterapkan untuk meningkatkan daya saing bisnis anda. Selalu diingat bahwa semua kompetitor anda tidak akan pernah berhenti untuk berkreasi dan menciptakan banyak strategi baru, maka dari itu jangan pernah berhenti untuk berinovasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<p>www.info,populix.co<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"XcTjtGNZy1\"><p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/umkm\/\">Pengertian UMKM: Kriteria, Aturan, Peran dan Contoh<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Pengertian UMKM: Kriteria, Aturan, Peran dan Contoh&#8221; &#8212; Gramedia Literasi\" src=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/umkm\/embed\/#?secret=ojFOLSrpvD#?secret=XcTjtGNZy1\" data-secret=\"XcTjtGNZy1\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>https:\/\/www.jurnal.id\/id\/blog\/strategi-marketing-untuk-mengembangkan-usaha\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UMKM. Apa yang dimaksud dengan UMKM ? UMKM merupakan singkatakan dari \u201c Usaha Mikro, Kecil dan Menengah\u201d atau juga bisa disebut sebagai usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun rumah tangga. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama dalam sektor perekonomian di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan terdapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":836,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/831\/revisions\/836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media\/832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}