{"id":3033,"date":"2023-03-03T14:41:08","date_gmt":"2023-03-03T07:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/?p=3033"},"modified":"2023-03-03T14:41:08","modified_gmt":"2023-03-03T07:41:08","slug":"tidak-ingin-produksi-sendiri-sistem-white-label-mungkin-cocok-untuk-bisnis-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/2023\/03\/03\/tidak-ingin-produksi-sendiri-sistem-white-label-mungkin-cocok-untuk-bisnis-anda\/","title":{"rendered":"Tidak Ingin Produksi Sendiri? Sistem White Label Mungkin Cocok Untuk Bisnis Anda!"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk membangun sebuah bisnis, kita terkadang bingung harus mulai dari mana. Mulai dari ide, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">channel<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, marketing, hingga pada kasus kali ini, produksi. Proses produksi yang dimulai dari bahan-bahan baku ataupun mentah mungkin menjadi langkah yang tidak begitu sulit bagi para pengrajin, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">designer<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, juga <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">product developer<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Namun, hal ini ternyata tidak cocok bagi semua calon pembisnis. Tidak semua orang rela untuk menghabiskan waktunya dalam proses pengembangan produk terlebih dahulu, entah itu karena keterbatasan ide, keterbatasan modal, maupun keterbatasan sumber daya. Bagi para calon pembisnis yang mengalami masalah yang sama, mungkin inilah saatnya dimana Anda harus berkenalan dengan sistem <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3034\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38a-300x147.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"147\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38a-300x147.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38a-480x236.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38a.png 609w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mengutip dari blog <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Shopify.com<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> merupakan sistem bisnis dimana kita menjual produk-produk yang diproduksi secara massal oleh orang lain. Yang menjadikan sistem bisnis ini berbeda dari sistem lainnya adalah dimana kita sebagai penjual dapat secara bebas \u201cmengaku\u201d bahwa produk tersebut merupakan brand dari bisnis kita sendiri. Maka secara singkat, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dapat diartikan sebagai produk tidak bermerk yang diproduksi oleh pihak lain, yang kemudian kita beri merk sendiri sehingga nilai jualnya dapat bertambah.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134245418&quot;:true,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"none\">Sumber: https:\/\/www.printful.com\/white-label-products<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559739&quot;:200}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Produk-produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> sebenarnya sangat mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari, namun kita seringkali tidak menyadarinya. Kita dapat menjual produk tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada harga beli kita dari sang produsen aslinya, cukup dengan hanya menempelkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> kita pada produk tersebut. Rahasia di balik trik ini sebenarnya cukup sederhana, dimana kita sebagai perpanjangan tangan produsen asli dapat memberikan pelayanan khusus yang lebih menarik bagi para konsumen. Contoh nyatanya adalah dengan mengemas ulang produk dengan kemasan yang lebih menarik, atau dengan memberikan layanan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">customer service<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> baik sebelum ataupun sesudah transaksi diberlakukan. Hal ini akan otomatis membuat produk tersebut bertambah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">value<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> di mata para konsumen.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Apabila kita bandingkan dengan produk produksi sendiri, produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> memiliki beberapa keunggulan. Proses manufaktur mandiri tentunya akan memakan lebih banyak modal, waktu, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">skill<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, dan sumber daya. Sedangkan di sisi lain, produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dapat meringankan kita terhadap masalah-masalah tersebut. Hal ini menjadikan kita sebagai pemiliki bisnis untuk dapat lebih berfokus pada penjualan dan pemasaran, bukan pada tahap produksi. Dengan sistem ini, pada dasarnya kita hanya memodifikasi produk yang sudah ada. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa sistem ini mungkin akan cocok bagi para bisnis kecil, mengingat terdapatnya keterbatasan bagi mereka dalam hal produksi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, menjual produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> juga tidak akan semulus kenyataannya. Banyak tantangan dan juga hambatan yang harus dikaji terlebih dahulu. Salah satu kelemahannya adalah produk menjadi pasaran. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen sangat amat mampu untuk menemukan produk serupa dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">seller<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang berbeda. Hal ini pun akan berdampak kepada aspek yang selanjutnya, yakni harga jual. Apabila kita meraup keuntungan yang terlalu besar, maka kita pun akan otomatis terkalahkan oleh <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> lain yang jelas-jelas menjual produk yang sama. Maka dari itu, untuk memasuki pasar ini dapat dikatakan cukup sulit karena ketatnya persaingan yang ada.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3035\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38b-300x197.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"197\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38b-300x197.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38b-480x315.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/03\/38b.png 578w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Terlepas dari kekurangannya di atas, produk-produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> kini sudah sangat merajalela. Contoh produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> yang dapat kita temui di pasaran adalah seperti kosmetik, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">tumbler<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> air minum, pakaian, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">casing handphone<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, peralatan rumah tangga, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">tote bag<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, hingga produk-produk yang mengatasnamakan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">brand super\/minimarket <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang dijual di sana. Banyaknya variasi produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> ini pun pada akhirnya dapat membuka peluang bisnis yang baru, tentunya harus disertai dengan strategi yang matang. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda menjadi tertarik untuk menjual produk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">White Label<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> sebagai bisnis Anda?<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sumber:<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.shopify.com\/id\/blog\/white-label-products\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/www.shopify.com\/id\/blog\/white-label-products<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/store.sirclo.com\/blog\/white-label\/\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/store.sirclo.com\/blog\/white-label\/<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/columbinelabel.com\/how-to-succeed-in-the-world-of-white-label-private-label\/\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/columbinelabel.com\/how-to-succeed-in-the-world-of-white-label-private-label\/<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/w\/white-label-product.asp\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/w\/white-label-product.asp<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk membangun sebuah bisnis, kita terkadang bingung harus mulai dari mana. Mulai dari ide, channel, marketing, hingga pada kasus kali ini, produksi. Proses produksi yang dimulai dari bahan-bahan baku ataupun mentah mungkin menjadi langkah yang tidak begitu sulit bagi para pengrajin, designer, juga product developer. Namun, hal ini ternyata tidak cocok bagi semua calon pembisnis. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3033","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3036,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3033\/revisions\/3036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}