{"id":1184,"date":"2022-08-01T20:15:38","date_gmt":"2022-08-01T13:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/?p=1184"},"modified":"2022-08-01T20:15:38","modified_gmt":"2022-08-01T13:15:38","slug":"peran-penting-project-management-plan-bagi-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/2022\/08\/01\/peran-penting-project-management-plan-bagi-perusahaan\/","title":{"rendered":"Peran Penting Project Management Plan bagi Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p>Pada umumnya,\u00a0<em>p<\/em><em>roject management plan<\/em>\u00a0(manajemen proyek) berisi penjelasan bagaimana rencana-rencana dan keputusan suatu proyek akan dijalankan. Secara sederhana, isi dari manajemen proyek berupa 4W (<em>Why, What, Who, When<\/em>) dan 1H (<em>How<\/em>).\u00a0<em>Project management plan<\/em>\u00a0(PMP) dianggap sebagai\u00a0<em>living document<\/em>, yang artinya jika terdapat perubahan pada rencana proyek ketika proyek sedang berjalan, maka manajemen proyek juga harus di-<em>update<\/em>\u00a0atau diubah. Lantas, mengapa PMP dianggap penting bagi perusahaan?<\/p>\n<p>Manajemen proyek harus dipandang sebagai suatu alat yang membantu perusahaan untuk melaksanakan proyek-proyek yang ditunjuk secara efektif dan efisien. Namun tentu saja penggunaan alat ini tidak secara otomatis dapat menjamin keberhasilan proyek. Manajemen proyek ini dapat menjadi alat yang sangat penting dan kuat di tangan perusahaan yang memahami penggunaannya dan memiliki kompetensi untuk menerapkannya.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h1>Proses Pembuatan\u00a0<em>Project Management Plan<\/em><\/h1>\n<p>Biasanya\u00a0<em>project managementplan<\/em>\u00a0dibuat oleh seorang manajer proyek, kemudian akan ditandatangani oleh\u00a0<em>key stakeholder<\/em>, dan menjadi dasar rencana suatu proyek. Jika terdapat perubahan, maka secara formal perubahan tersebut akan masuk ke dalam\u00a0<em>change control<\/em>\u00a0dan akan menjadi bahan perbandingan antara<em>\u00a0project actual<\/em>\u00a0dengan\u00a0<em>project baseline<\/em>. Setelah manajer proyek menyelesaikan dokumen\u00a0<em>project management plan<\/em>, maka selanjutnya akan diadakan\u00a0<em>kick-off meeting<\/em>\u00a0untuk memulai proyek secara resmi. Tujuan dilakukannya\u00a0<em>kick-off meeting<\/em>\u00a0adalah untuk memberitahukan kepada\u00a0<em>stakeholder,<\/em>\u00a0bahwa secara resmi proyek akan berjalan dan memberikan gambaran kepada setiap<em>\u00a0stakeholder<\/em>\u00a0mengenai aktivitas-aktivitas apa saja yang akan dilakukan. Baik proyek kecil maupun besar, pembuatan dokumen manajemen proyek adalah keharusan.<\/li>\n<li>\n<h1>Isi\u00a0<em>Project Management Plan<\/em><\/h1>\n<p>Biasanya sebelum suatu proyek dimulai,\u00a0 seorang manajer atau\u00a0<em>project auditor<\/em>\u00a0akan menanyakan dokumen penting seperti\u00a0<em>project charter<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>project management plan<\/em>.\u00a0<em>project auditor<\/em>\u00a0akan meminta penjelasan secara menyeluruh isi dari manajemen proyek, yang bertujuan untuk menilai kesiapan seluruh\u00a0<em>stakeholder<\/em>\u00a0dalam menjalankan suatu proyek.<\/p>\n<p><em>Project management plan<\/em>\u00a0memiliki\u00a0<em>baseline<\/em>\u00a0yang akan dibuat dalam fase perencanaan. Terdapat 3\u00a0<em>baseline<\/em>, diantaranya adalah\u00a0\u00a0<em>scope baseline<\/em>\u00a0(berisi\u00a0<em>project scope statement, WBS,\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0WBS dictionary<\/em>),\u00a0<em>s<\/em><em>chedule baseline (<\/em>berisi\u00a0<em>pr<\/em>oject<em>\u00a0schedule\u00a0<\/em>yang memiliki<em>\u00a0start date\u00a0<\/em>dan e<em>nd date<\/em>\u00a0untuk masing-masing aktivitas), dan\u00a0<em>c<\/em><em>ost baseline\u00a0<\/em>(berisi\u00a0<em>p<\/em><em>roject budget<\/em>). Ketiga\u00a0<em>baseline<\/em>\u00a0tersebut biasanya disebut sebagai\u00a0<em>Performance Measurement Baseline<\/em>. Karena biasanya manajer proyek akan selalu membandingkan antara proyek yang berjalan dengan\u00a0<em>baseline<\/em>\u00a0tersebut.\u00a0<em>Performance<\/em>\u00a0tersebut kemudian akan menjadi laporan kepada\u00a0<em>stakeholder<\/em>\u00a0mengenai kondisi proyek, apakah masih\u00a0<em>in scope\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>out of scope.<\/em>\u00a0Dan apakah\u00a0<em>under, within<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>over budget,\u00a0<\/em>dan apakah<em>\u00a0behind, on,\u00a0<\/em>atau<em>\u00a0ahead schedule.<\/em><\/p>\n<p>Setiap terjadi perubahan terkait dengan\u00a0<em>baseline<\/em>\u00a0selama\u00a0<em>e<\/em><em>xecuting\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>monitoring &amp; Controlling<\/em>, maka perubahan tersebut akan masuk ke dalam\u00a0<em>c<\/em><em>hange control system<\/em>. Jika disetujui, maka manajer proyek dapat meng-<em>update baseline<\/em>\u00a0di dalam manajemen proyek.<\/li>\n<li>\n<h1>Dasar Pembuatan\u00a0<em>Project Management Plan<\/em><\/h1>\n<p>Alat dan teknik dalam membuat atau mengembangkan manajemen proyek ada dua, yaitu\u00a0<em>expert judgement<\/em>\u00a0dan<em>\u00a0facilitation techniques<\/em>. Berikut ini adalah beberapa dasar dalam membuat rencana manajemen yang perlu diperhatikan:<\/p>\n<p>1.\u00a0<em>Project charter<\/em>, digunakan sebagai titik mula untuk perencanaan awal dalam\u00a0<em>i<\/em><em>nitiating process group.<\/em><\/p>\n<p>2.\u00a0<em>Output from other processes<\/em>. Semua\u00a0<em>baseline\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0subsidiary plan<\/em>\u00a0yang menjadi\u00a0<em>output<\/em>\u00a0pada proses perencanaan lainnya akan menjadi input pada proses ini.<\/p>\n<p>3.\u00a0<em>Enterprise environmental factors<\/em>, adalah standar industri atau pemerintah, sistem informasi manajemen proyek, struktur organisasi, budaya,\u00a0<em>management practices<\/em>, infrastruktur, dan administrasi personil.<\/p>\n<p>4.\u00a0<em>Organizational process assets<\/em>, dapat berupa\u00a0<em>guideline<\/em>\u00a0yang telah terstandarkan,\u00a0<em>Work Instruction<\/em>\u00a0(WI), kriteria evaluasi proposal, kriteria pengukuran kinerja,\u00a0<em>template project management plan,\u00a0<\/em>prosedur<em>\u00a0change control, project file<\/em>s dari berbagai proyek,\u00a0<em>historical information\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0lesson learned knowledge base<\/em>, dan konfigurasi\u00a0<em>management knowledge base<\/em>.<\/p>\n<p>Pada umumnya, <em>Project Management Plan<\/em> bertujuan agar kegiatan yang dilakukan bisa mencapai tujuan tertentu yang telah ditargetkan oleh perusahaan. Dalam mengerjakan proyek dibutuhkan berbagai hal mulai dari sumber daya manusia, modal dan lainnya. Selain itu, manajemen proyek juga berkaitan dengan variabel seperti ruang lingkup, biaya, waktu, kualitas dan resiko. Menjalankan suatu perusahaan memang tidak mudah, karena dibutuhkan pengelolaan dan strategi yang tepat.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada umumnya,\u00a0project management plan\u00a0(manajemen proyek) berisi penjelasan bagaimana rencana-rencana dan keputusan suatu proyek akan dijalankan. Secara sederhana, isi dari manajemen proyek berupa 4W (Why, What, Who, When) dan 1H (How).\u00a0Project management plan\u00a0(PMP) dianggap sebagai\u00a0living document, yang artinya jika terdapat perubahan pada rencana proyek ketika proyek sedang berjalan, maka manajemen proyek juga harus di-update\u00a0atau diubah. Lantas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1185,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1184","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1186,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184\/revisions\/1186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}