{"id":11575,"date":"2026-10-21T02:20:39","date_gmt":"2026-10-20T19:20:39","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/?p=11575"},"modified":"2026-10-22T01:45:42","modified_gmt":"2026-10-21T18:45:42","slug":"mengapa-kebakaran-hutan-dan-lahan-selalu-terjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/2026\/10\/21\/mengapa-kebakaran-hutan-dan-lahan-selalu-terjadi\/","title":{"rendered":"Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Selalu Terjadi?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11576 size-medium aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/a0a0c57b26d7d4ba13aebe2246ccec17-169x300.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/a0a0c57b26d7d4ba13aebe2246ccec17-169x300.jpg 169w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/a0a0c57b26d7d4ba13aebe2246ccec17-577x1024.jpg 577w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/a0a0c57b26d7d4ba13aebe2246ccec17-480x852.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/a0a0c57b26d7d4ba13aebe2246ccec17.jpg 736w\" sizes=\"auto, (max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebakaran hutan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak besar terhadap kelestarian alam dan kehidupan manusia. Di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, serta kondisi alam yang kering dan cuaca panas berkepanjangan. Kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut dapat sulit dikendalikan karena api bisa menyebar dengan cepat dan bertahan di bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan pernapasan, sementara aktivitas sekolah, pekerjaan, dan transportasi dapat terganggu. Selain itu, kebakaran menghancurkan habitat satwa liar, merusak tumbuhan, serta mengancam keanekaragaman hayati yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada 2026, isu kebakaran hutan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Kondisi El Ni\u00f1o dan musim kemarau yang lebih kering meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan lahan gambut. Pada September 2026, luas lahan yang terbakar meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, memperburuk pencemaran udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Permasalahan ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak cukup hanya dengan memadamkan api setelah terjadi, tetapi juga memerlukan pencegahan sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Upaya yang dapat dilakukan meliputi pengawasan kawasan rawan kebakaran, larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, pemulihan lahan gambut, serta peningkatan kesadaran masyarakat. <span style=\"font-family: inherit\">Dengan memperkuat pencegahan dan melibatkan berbagai pihak, kerusakan ekosistem dapat ditekan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1. Kementerian Lingkungan Hidup. (1 Juli 2026). Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Selalu Terjadi? <a href=\"https:\/\/kemenlh.go.id\/news\/detail\/mengapa-kebakaran-hutan-dan-lahan-selalu-terjadi?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/kemenlh.go.id\/news\/detail\/mengapa-kebakaran-hutan-dan-lahan-selalu-terjadi<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2. ANTARA News. (24 Agustus 2026). Penyebab Kebakaran Hutan dan Cara Menanggulanginya. <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5708693\/penyebab-kebakaran-hutan-dan-cara-menanggulanginya?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5708693\/penyebab-kebakaran-hutan-dan-cara-menanggulanginya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3. United Nations Environment Programme (UNEP). Why Peatlands Matter. <a href=\"https:\/\/www.unep.org\/en\/news-and-stories\/story\/why-peatlands-matter?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.unep.org\/en\/news-and-stories\/story\/why-peatlands-matter<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Image source: artificial intelligence<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran hutan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak besar terhadap kelestarian alam dan kehidupan manusia. Di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, serta kondisi alam yang kering dan cuaca panas berkepanjangan. Kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut dapat sulit dikendalikan karena api bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[],"class_list":["post-11575","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11575"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11579,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11575\/revisions\/11579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}