{"id":11350,"date":"2026-07-27T23:38:51","date_gmt":"2026-07-27T16:38:51","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/?p=11350"},"modified":"2026-07-27T23:38:51","modified_gmt":"2026-07-27T16:38:51","slug":"inovasi-neon-sign-kenopedia-tumbuh-dari-kolaborasi-mahasiswa-binus-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/2026\/07\/27\/inovasi-neon-sign-kenopedia-tumbuh-dari-kolaborasi-mahasiswa-binus-bandung\/","title":{"rendered":"Inovasi Neon Sign Kenopedia Tumbuh dari Kolaborasi Mahasiswa BINUS @Bandung"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11339 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/07\/artikel2-27jul.jpeg\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"494\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/07\/artikel2-27jul.jpeg 708w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/07\/artikel2-27jul-240x300.jpeg 240w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/07\/artikel2-27jul-480x599.jpeg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 396px) 100vw, 396px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah ide usaha yang berawal dari kepekaan terhadap tren visual mampu berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan di tangan tiga mahasiswa program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Creativepreneurship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (B26) BINUS @Bandung, yaitu Roger Hendrawan, Reynaldi Christopher, dan Kenneth Nathaniel. Bermula dari perkenalan mereka saat iklim perkuliahan awal melalui program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">First Year Program<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (FYP), ketiganya melihat potensi besar pada industri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">custom neon sign<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang marak digunakan oleh kafe dan tempat hiburan di Kota Bandung. Didirikan sejak tahun 2020 sebagai usaha rumahan skala kecil, Kenopedia lahir untuk menjawab kebutuhan pencahayaan dekoratif yang unik. Meski sempat menghadapi tantangan fluktuasi pesanan serta tuntutan menjaga kualitas produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">handmade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Kenopedia berhasil bangkit melalui penguatan strategi promosi, penataan alur kerja yang terstruktur, dan pengetatan kontrol kualitas produk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Komitmen untuk terus berinovasi dan menerapkan teori manajemen yang dipelajari di bangku kuliah membuahkan hasil yang membanggakan bagi Kenopedia. Bisnis karya tiga mahasiswa ini sukses mengantongi predikat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Top 3 Business Pitch 2025<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di BINUS @Bandung, mencetak omzet hingga Rp15 juta dalam satu semester, memiliki lima mitra kolaborasi, serta telah resmi terdaftar di HKI. Keberhasilan ini tidak lepas dari pembekalan komprehensif di kampus, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi pencarian solusi atas kendala operasional, hingga kemampuan berkolaborasi. Kisah perjalanan Roger, Reynaldi, dan Kenneth membuktikan bahwa dengan fondasi akademik yang tepat dan ekosistem belajar yang suportif, sebuah ide sederhana dapat diolah menjadi unit bisnis kreatif yang berdaya saing tinggi dan menjangkau pasar yang luas.<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/www.instagram.com\/p\/DZO80KZEyP6\/?utm_source=ig_web_copy_link&#038;igsh=MzRlODBiNWFlZA==<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah ide usaha yang berawal dari kepekaan terhadap tren visual mampu berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan di tangan tiga mahasiswa program Creativepreneurship (B26) BINUS @Bandung, yaitu Roger Hendrawan, Reynaldi Christopher, dan Kenneth Nathaniel. Bermula dari perkenalan mereka saat iklim perkuliahan awal melalui program First Year Program (FYP), ketiganya melihat potensi besar pada industri custom neon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71],"tags":[],"class_list":["post-11350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-activities"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11351,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11350\/revisions\/11351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/creativepreneurship\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}