{"id":456,"date":"2025-08-26T07:58:30","date_gmt":"2025-08-26T07:58:30","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/?p=456"},"modified":"2025-08-26T07:58:30","modified_gmt":"2025-08-26T07:58:30","slug":"web3-dan-masa-depan-dunia-kerja-digital-siapkah-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/2025\/08\/26\/web3-dan-masa-depan-dunia-kerja-digital-siapkah-anda\/","title":{"rendered":"Web3 dan Masa Depan Dunia Kerja Digital: Siapkah Anda?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Web3 atau Web 3.0 merupakan istilah yang diberikan untuk generasi internet selanjutnya setelah Web 2.0 yang dimana generasi selanjutnya berbasis <em>blockchain<\/em> dan lebih terdesentralisasi daripada sebelumnya. Pada Web3, akses tidak lagi dikuasai oleh segelintir perusahaan besar, melainkan oleh jaringan komunitas pengguna itu sendiri. Sumber McKinsey menggambarkan <strong>Web3 sebagai \u201cInternet baru yang terdesentralisasi, dibangun di atas <em>blockchain<\/em> dan dikendalikan bersama oleh para penggunanya\u201d<\/strong>. Dengan teknologi ini, pengguna dapat memiliki kendali penuh atas data dan asset digital milik mereka. Salah satu caranya adalah melalui <em><strong>Smart Contract<\/strong><\/em> dan aplikasi terdesentralisasi <em>(dApps)<\/em> yang berjalan di atas <em>blockchain.<\/em> Konsep Web3 juga dikenal dengan istilah <em><strong>permissionless<\/strong><\/em> dan <em><strong>trustless,<\/strong><\/em> artinya transaksi dapat berjalan tanpa perlu izin atau perantara [1].<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-458\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1147\" height=\"786\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1.jpg 1147w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1-300x206.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1-1024x702.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1-768x526.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-1-480x329.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1147px) 100vw, 1147px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Web3 digadang-gadang penting karena memberi solusi atas beberapa kelemahan Web2. Sistem dari Web2 saat ini sering mengandalkan perantara berupa bank atau platform media sosial yang mengontrol data dan transaksi pengguna sebagai pusat. Dengan penerapan metode <em>blockchain,<\/em> keamanan dan privasi data menjadi lebih tinggi karena data tersimpan di jaringan terbesar dan tidak mudah diubah. Tren global menunjukkan bahwa semakin banyak perhatian pada privasi dan kepemilikan data di dalam dunia digital yang mendorong minat industri dan masyarakat pada penerapan Web3 [2].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Prospek pasar Web3 secara global sangat menjanjikan. Menurut riset pasar, nilai pasar Web3 global diperkirakan mencapai <strong>US$\u202f6,63 miliar pada 2024<\/strong> dan berkembang pesat hingga sekitar <strong>US$\u202f177,6 miliar pada 2033<\/strong> (<strong>CAGR ~44%<\/strong>) . Riset lain menyebutkan pasar Web3 tumbuh dari US$\u202f2,25 miliar tahun 2023 menjadi US$\u202f33,5 miliar pada 2030 (CAGR ~49%) . Wilayah Amerika Utara saat ini memimpin pangsa pasar (sekitar 37% pada 2023), sementara Asia-Pasifik diperkirakan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat . Tren global juga terlihat dari minat besar terhadap aset digital: misalnya, pada 2023 lebih dari US$\u202f100 miliar dialokasikan ke pinjaman DeFi (keuangan terdesentralisasi) saja . Berbagai sektor mulai mengadopsi teknologi Web3, dari sektor keuangan hingga rantai pasok, bahkan perusahaan besar seperti bank dan lembaga pemerintahan mulai bereksperimen dengan <em>blockchain<\/em> untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi [3, 4].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, di Indonesia, adopsi teknologi <em>blockchain<\/em> terus meningkat di sektor keuangan, logistik, dan pemerintahan. Pemerintah melalui MenKominfo membentuk Indonesia <em>Blockchain<\/em> Hub untuk mendukung pengembangan ekosistem Web3 nasional. Jumlah pengembang Web3 juga tumbuh pesat, dengan kontribusi proyek open-source meningkat 36% pada 2022. Sejak 2021, lebih dari 25 startup lokal bermunculan di bidang dompet kripto, DeFi, dan NFT. Indonesia kini menempati peringkat ke-7 dunia dalam volume transaksi aset kripto, mencerminkan tingginya minat masyarakat. Dengan populasi muda dan regulasi yang berkembang, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama di ekonomi Web3 Asia Tenggara [5, 6].<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-457\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1230\" height=\"819\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2.jpg 1230w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2-768x511.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/web3-dan-masa-depan-2-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1230px) 100vw, 1230px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Web3 menghadirkan banyak inovasi, seperti <em><strong>Non-Fungible Tokens<\/strong> <\/em>(NFT), <em><strong>Decentralized Autonomous Organizations<\/strong> <\/em>(DAO), dan <strong>integrasi kecerdasan buatan<\/strong> (AI) dengan <em>blockchain.<\/em> Keyakinan umum adalah bahwa Web3 akan membuka peluang baru (misal NFT untuk kepemilikan digital atau DeFi untuk layanan keuangan tanpa bank). Secara keseluruhan, Web3 digadang-gadang menjadi fondasi internet masa depan yang lebih demokratis dan aman. Bagi pembaca awam, intinya adalah Web3 bertujuan mengembalikan kontrol data ke tangan pengguna, memungkinkan transaksi <em>peer-to-peer<\/em> yang lebih aman dan mendorong inovasi teknologi terbarukan di masa depan . Meski masih dalam tahap tumbuh, prospek global Web3 sangat besar, baik dari segi pertumbuhan pasar yang eksponensial hingga adopsi teknologi baru, selama tantangan utama seperti regulasi dan skala dapat diatasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Daftar Pusaka<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">[1] M. Chui, R. Byrne, M.-C. Nadeau, et al., \u201cWhat is Web3?,\u201d McKinsey &amp; Company, 10-Oct-2023. [Online]. Available: https:\/\/www.mckinsey.com\/featured-insights\/mckinsey-explainers\/what-is-web3. [Accessed: 08-Aug-2025]. McKinsey &amp; Company<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[2] \u201cWeb3 Market Size, Share, Trends | CAGR of 44.10%,\u201d Market.us. [Online]. Available: https:\/\/market.us\/report\/web3-market\/. [Accessed: 08-Aug-2025]. Market.us<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[3] \u201cDeFi \u2014 Total Value Locked (TVL) data,\u201d DefiLlama. [Online]. Available: https:\/\/defillama.com\/. [Accessed: 08-Aug-2025]. DefiLlama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[4] \u201cTotal value locked across DeFi protocols (data &amp; reporting),\u201d The Block (data article on DeFi TVL trends), Dec. 2023. [Online]. Available: https:\/\/www.theblock.co\/ (lihat bagian DeFi TVL). [Accessed: 08-Aug-2025]. The Block<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[5] HUB.ID \u2014 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Republik Indonesia. [Online]. Available: https:\/\/hub.id\/. [Accessed: 08-Aug-2025]. hub.id<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[6] \u201c2023 Global Crypto Adoption Index,\u201d Chainalysis, 12-Sep-2023. [Online]. Available: https:\/\/www.chainalysis.com\/blog\/2023-global-crypto-adoption-index\/. [Accessed: 08-Aug-2025]. Chainalysis<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Agustus 2025<\/strong><\/span><br \/>\n<strong>Penulis: Gilbert Owen<\/strong><br \/>\n<em><span style=\"font-size: 10pt\">*Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan hanya berfungsi sebagai artikel edukasi secara umum<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Web3 atau Web 3.0 merupakan istilah yang diberikan untuk generasi internet selanjutnya setelah Web 2.0 yang dimana generasi selanjutnya berbasis blockchain dan lebih terdesentralisasi daripada sebelumnya. Pada Web3, akses tidak lagi dikuasai oleh segelintir perusahaan besar, melainkan oleh jaringan komunitas pengguna itu sendiri. Sumber McKinsey menggambarkan Web3 sebagai \u201cInternet baru yang terdesentralisasi, dibangun di atas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":458,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[28,23,82,38,49,107,108],"class_list":["post-456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-binus-bandung","tag-computer-science","tag-computing","tag-data","tag-technology","tag-web-development","tag-web3"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=456"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":459,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/456\/revisions\/459"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}