{"id":450,"date":"2025-08-26T07:47:23","date_gmt":"2025-08-26T07:47:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/?p=450"},"modified":"2025-08-26T07:47:23","modified_gmt":"2025-08-26T07:47:23","slug":"seni-menulis-kode-tapi-jarang-orang-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/2025\/08\/26\/seni-menulis-kode-tapi-jarang-orang-tahu\/","title":{"rendered":"Seni Menulis Kode, Tapi Jarang Orang Tahu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kalian pasti pernah pusing karena kode yang ditulis tampak \u201c<strong>amburadul \/ berantakan<\/strong>\u201d ???? Kenalin nih \u201c<em><strong>Clean Code<\/strong><\/em>\u201d. <em><strong>Clean code<\/strong> <\/em>merupakan aspek yang penting juga dalam dunia IT apalagi dalam bidang yang berhubungan dengan proses pemrograman. Aspek ini penting dan harus dilakukan tim developer agar sistem, terutama kode yang telah dibuat dapat dengan cepat dipahami ketika harus dilakukan perbaikan atau perubahan. Dengan meningkatkan kemudahan dalam memahami kode yang telah dibuat, maka kecepatan saat proses perbaikan sistem menjadi lebih efisien. Penerapan <em>Clean Code<\/em> merupakan salah satu bagian dari proses kerja <strong><em>agile <\/em><\/strong>yang memastikan pengembangan sistem secara bersih, rapih, tepat, dan cepat [1].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-451\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-1.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"409\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-1.png 602w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-1-300x204.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-1-480x326.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/>Mudahnya, konsep <strong><em>clean code<\/em><\/strong> merupakan <strong>cara menulis kode dengan baik dan rapi sehingga setiap kode yang kita buat memiliki arti dan fungsi yang dapat dipahami dengan cepat<\/strong>. Hal ini sangat penting saat kita melakukan proyek yang memerlukan kolaborasi antar individu. Diharapkan, proyek pengembangan sistem tersebut dapat selesai dengan cepat karena saat mengalihkan pekerjaan kepada anggota tim lain, tidak perlu memakan terlalu banyak waktu untuk memahami kode yang dibuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Agar dapat mengimplementasi <em>Clean Code<\/em> dengan baik, kita perlu mengetahui beberapa prinsip-prinsip yang dimiliki <em>Clean Code<\/em>. Salah satu prinsipnya adalah <strong>DRY<\/strong> (<em><strong>Don\u2019t Repeat Yourself<\/strong><\/em>), yang dimana memberitahu kita bahwa <strong>penting untuk tidak menaruh kode yang sama berulang-ulang<\/strong> pada beberapa tempat. Kita dapat menaruh sepotong kode ke dalam fungsi atau variabel agar mudah dalam pengelolaan dan perubahan suatu hari [2].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-452\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-2.jpg\" alt=\"\" width=\"659\" height=\"658\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-2.jpg 659w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-2-300x300.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-2-480x479.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/>Coba <strong>pikirkan solusi untuk kode dibawah ini<\/strong> sebelum lanjut membaca.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-453\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-3.png\" alt=\"\" width=\"466\" height=\"152\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-3.png 466w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-3-300x98.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 466px) 100vw, 466px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain <strong>DRY<\/strong>, ada prinsip lain yang tidak kalah penting, yaitu <strong><em>Expressive Formatting &amp; Indentation<\/em><\/strong>. Prinsip ini penting karena mengatur tata letak dan indentasi dari kode yang dibuat agar jelas dan konsisten. Bagaimana ini penting? Anggap saja kamu ingin melakukan <em>Traverse<\/em> (pencarian kode) terhadap kodemu tetapi karena indentasi yang berantakan, kamu jadi pusing. Maka itu, perlu dilakukan\u00a0<em>formating &amp; indentation<\/em> yang baik di dalam pembuatan kode. Untuk memastikan metode ini diterapkan, sudah tersedia tools-nya, yaitu ESLint, Black, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-454\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-4.png\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"113\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-4.png 554w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-4-300x61.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/SeniMenulisKode-4-480x98.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada akhirnya, <em>Clean Code<\/em> bukan sekadar gaya menulis kode yang rapi, tapi merupakan fondasi penting dalam pengembangan perangkat lunak modern, terutama saat bekerja secara kolaboratif dan dalam jangka panjang. Dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti <strong>DRY<\/strong> (<strong><em>Don\u2019t Repeat Yourself<\/em><\/strong>) dan <em><strong>Expressive Formatting &amp; Indentation<\/strong><\/em>, kita tidak hanya membuat kode yang enak dibaca, tapi juga lebih mudah dirawat, diubah, dan dikembangkan. Ini bukan hanya soal \u201ckebersihan\u201d kode, tetapi juga efisiensi, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai developer. Ingat, kode yang baik bukan hanya bisa dijalankan mesin, tapi juga bisa dipahami manusia. Jadi, mulai sekarang, mulai disiplin diri untuk membentuk kode yang rapih!<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Daftar Isi<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">[1] M. Ardivan, &#8220;Mengenal Clean Code Lebih Dekat,&#8221; Medium, Feb. 2020. [Online]. Available: https:\/\/medium.com\/@muhammadardivan\/mengenal-clean-code-lebih-dekat-7d670413084b. [Accessed: 05-Jul-2025].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">[2] Prasatya, &#8220;Clean Code Adalah: Pengertian, Manfaatnya, dan Contoh untuk Developer,&#8221; CodePolitan, 14-Nov-2024. [Online]. Available: https:\/\/www.codepolitan.com\/blog\/clean-code-adalah-pengertian-manfaatnya-dan-contoh-untuk-developer\/. [Accessed: 05-Jul-2025].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Agustus 2025<\/strong><\/span><br \/>\n<strong>Penulis: Gilbert Owen<\/strong><br \/>\n<span style=\"font-size: 10pt\"><em>*Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan hanya berfungsi sebagai artikel edukasi secara umum<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian pasti pernah pusing karena kode yang ditulis tampak \u201camburadul \/ berantakan\u201d ???? Kenalin nih \u201cClean Code\u201d. Clean code merupakan aspek yang penting juga dalam dunia IT apalagi dalam bidang yang berhubungan dengan proses pemrograman. Aspek ini penting dan harus dilakukan tim developer agar sistem, terutama kode yang telah dibuat dapat dengan cepat dipahami ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[28,106,23,100,51],"class_list":["post-450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-binus-bandung","tag-code","tag-computer-science","tag-development","tag-skills"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":455,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions\/455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}