{"id":1034,"date":"2026-07-10T09:10:22","date_gmt":"2026-07-10T09:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/?p=1034"},"modified":"2026-07-10T09:10:22","modified_gmt":"2026-07-10T09:10:22","slug":"digital-divide-tidak-semua-mendapat-manfaat-teknologi-yang-sama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/2026\/07\/10\/digital-divide-tidak-semua-mendapat-manfaat-teknologi-yang-sama\/","title":{"rendered":"Digital Divide: Tidak Semua Mendapat Manfaat Teknologi yang Sama"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1035\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1172\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1.png 1920w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1-300x183.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1-1024x625.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1-768x469.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1-1536x938.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-1-480x293.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Internet memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dalam hitungan detik, berkomunikasi tanpa batas geografis, dan mengakses berbagai layanan secara daring. Namun, di balik pesatnya transformasi digital tersebut, masih terdapat kenyataan bahwa <strong>tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati manfaat teknologi<\/strong>. Fenomena ini dikenal sebagai <strong>Digital Divide<\/strong> atau kesenjangan digital, yaitu kondisi ketika terdapat perbedaan akses, kemampuan, maupun pemanfaatan teknologi informasi di antara kelompok masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Digital Divide tidak hanya terjadi antarnegara, tetapi juga dapat ditemukan di dalam satu negara, bahkan dalam satu wilayah yang sama. Faktor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, usia, dan tingkat literasi digital menjadi beberapa penyebab utama munculnya kesenjangan tersebut. Akibatnya, sebagian masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, sementara sebagian lainnya justru semakin tertinggal. <strong>Memahami Digital Divide menjadi langkah penting agar transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.<\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Apa Itu Digital Divide?<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Digital Divide adalah kesenjangan dalam akses, penggunaan, keterampilan, maupun kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara efektif.<\/strong> Pada awalnya, konsep ini lebih banyak dikaitkan dengan ketersediaan akses internet dan perangkat digital. Namun, seiring berkembangnya teknologi, pengertiannya menjadi lebih luas dan mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara produktif. Seseorang mungkin telah memiliki telepon pintar dan koneksi internet, tetapi belum tentu memiliki keterampilan untuk memanfaatkan teknologi dalam pendidikan, pekerjaan, atau pengembangan diri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1036\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2.png\" alt=\"\" width=\"1749\" height=\"1286\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2.png 1749w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2-300x221.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2-1024x753.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2-768x565.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2-1536x1129.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-2-480x353.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1749px) 100vw, 1749px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Oleh karena itu, Digital Divide tidak hanya berbicara tentang siapa yang memiliki akses, tetapi juga siapa yang mampu memperoleh manfaat nyata dari teknologi. Para peneliti bahkan membagi kesenjangan digital menjadi beberapa tingkatan, mulai dari kesenjangan akses (<em>access divide<\/em>), kesenjangan keterampilan (<em>skills divide<\/em>), hingga kesenjangan hasil (<em>outcome divide<\/em>). Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerataan teknologi memerlukan perhatian yang lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur. Dengan kata lain, Digital Divide merupakan tantangan sosial sekaligus teknologi yang membutuhkan solusi jangka panjang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Faktor Penyebab Terjadinya Digital Divide<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Munculnya kesenjangan digital dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satu faktor yang paling sering dibahas adalah ketimpangan infrastruktur telekomunikasi, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan jaringan internet. Selain itu, kondisi ekonomi juga memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memiliki perangkat digital yang memadai. Tingkat pendidikan dan literasi digital turut menentukan sejauh mana seseorang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1037\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1254\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3.png 1920w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3-300x196.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3-1024x669.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3-768x502.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3-1536x1003.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-3-480x314.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan usia juga menjadi faktor penting karena kelompok usia lanjut umumnya menghadapi tantangan yang lebih besar dalam beradaptasi dengan teknologi baru. Beberapa penyebab utama Digital Divide meliputi:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Keterbatasan akses internet dan infrastruktur digital<\/strong><\/li>\n<li><strong>Perbedaan kemampuan ekonomi untuk memiliki perangkat teknologi<\/strong><\/li>\n<li><strong>Rendahnya literasi dan keterampilan digital<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kesenjangan kualitas pendidikan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Perbedaan usia dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa Digital Divide merupakan persoalan multidimensional yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyediakan akses internet.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Dampak Digital Divide terhadap Kehidupan Masyarakat<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Digital Divide memiliki dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang pendidikan, keterbatasan akses teknologi dapat menghambat kesempatan belajar dan memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan. Di dunia kerja, individu yang memiliki keterampilan digital cenderung memiliki peluang karier yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Sementara itu, dalam sektor ekonomi, pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi digital sering kali lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas. Digital Divide juga memengaruhi akses terhadap layanan kesehatan, layanan publik, hingga informasi penting yang dibutuhkan masyarakat. Akibatnya, kelompok yang mengalami kesenjangan digital berpotensi semakin tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat memengaruhi daya saing suatu wilayah atau negara. Oleh karena itu, mengurangi kesenjangan digital menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan masyarakat digital yang inklusif.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Upaya Mengurangi Kesenjangan Digital<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengatasi Digital Divide memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat. Pembangunan infrastruktur digital merupakan langkah penting, tetapi tidak cukup jika tidak diiringi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Program literasi digital menjadi salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi pengguna. Selain itu, penyediaan perangkat yang lebih terjangkau juga dapat membantu memperluas akses terhadap teknologi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan digital antara lain:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Memperluas akses internet yang berkualitas<\/strong><\/li>\n<li><strong>Meningkatkan program literasi digital<\/strong><\/li>\n<li><strong>Menyediakan pelatihan keterampilan teknologi<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mendorong akses perangkat digital yang lebih terjangkau<\/strong><\/li>\n<li><strong>Membangun kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1038\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4.png\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1225\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4.png 1920w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4-300x191.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4-1024x653.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4-768x490.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4-1536x980.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-4-480x306.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan pendekatan yang menyeluruh, transformasi digital dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Peran Masyarakat dalam Menghadapi Digital Divide<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengurangi Digital Divide bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyedia teknologi, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Individu yang memiliki kemampuan digital dapat berkontribusi melalui kegiatan berbagi pengetahuan, pelatihan, maupun pendampingan kepada kelompok yang masih mengalami keterbatasan. Sekolah dan perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi digital sejak usia dini. Di lingkungan keluarga, orang tua dapat membantu anak memahami penggunaan teknologi secara aman dan produktif. Komunitas lokal juga dapat menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang untuk memperkecil kesenjangan digital. Pada akhirnya, teknologi akan memberikan manfaat yang optimal jika seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses dan memanfaatkannya. Semangat kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Teknologi Akan Bermakna Jika Dapat Diakses oleh Semua<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Digital Divide menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum tentu memberikan manfaat yang sama bagi seluruh masyarakat. Kesenjangan akses, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Transformasi digital yang berhasil bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital, pendidikan, dan kesempatan belajar yang inklusif. Ketika semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, peluang untuk meningkatkan kualitas hidup juga akan semakin besar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1039\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5.png\" alt=\"\" width=\"1934\" height=\"1133\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5.png 1934w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5-300x176.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5-1024x600.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5-768x450.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5-1536x900.png 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/07\/DigitalDivide-5-480x281.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1934px) 100vw, 1934px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Digital Divide bukanlah kondisi yang tidak dapat diatasi, melainkan tantangan yang membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak. <strong>Mari bersama-sama mendukung terciptanya ekosistem digital yang lebih inklusif, sehingga teknologi benar-benar menjadi sarana untuk membuka kesempatan, mengurangi kesenjjangan, dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang.<\/strong><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi<\/strong><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>van Dijk, <em>The Digital Divide<\/em>. Cambridge, UK: Polity Press, 2020. Official Publisher: https:\/\/www.politybooks.com\/bookdetail?book_slug=the-digital-divide&#8211;9781509534456.<\/li>\n<li>J. Helsper, \u201cA Corresponding Fields Model for the Links Between Social and Digital Exclusion,\u201d <em>Communication Theory<\/em>, vol. 22, no. 4, pp. 403\u2013426, 2012, doi: 10.1111\/j.1468-2885.2012.01416.x.<\/li>\n<li>Eynon and E. Helsper, \u201cFamily Dynamics and Internet Use in Britain: What Role Do Children Play in Adults\u2019 Engagement with the Internet?,\u201d <em>Information, Communication &amp; Society<\/em>, vol. 18, no. 2, pp. 156\u2013171, 2015, doi: 10.1080\/1369118X.2014.942344.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><u>Juli 2026<br \/>\n<\/u><\/strong><strong>Penulis: Riccosan<br \/>\n<\/strong><span style=\"font-size: 10pt\"><em>*Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan hanya berfungsi sebagai artikel edukasi secara umum<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Internet memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dalam hitungan detik, berkomunikasi tanpa batas geografis, dan mengakses berbagai layanan secara daring. Namun, di balik pesatnya transformasi digital tersebut, masih terdapat kenyataan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":1035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[28,23,38,61,50,71,98,218,51,101],"class_list":["post-1034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","tag-binus-bandung","tag-computer-science","tag-data","tag-digital","tag-future","tag-human","tag-innovation","tag-prospect","tag-skills","tag-support"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1034"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1040,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1034\/revisions\/1040"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bandung\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}