Computer Science BINUS @Bandung 1st Winner National IT Competition 2026 (Pekan IT UNSIKA)

Computer Science BINUS @Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui tim mahasiswa Geprek Ongkel yang berhasil meraih Juara 1 Nasional pada cabang Software Development dalam National IT Competition 2026 (Pekan IT UNSIKA). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Divisi Edukasi Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Singaperbangsa Karawang (HIMTIKA UNSIKA) sebagai wadah pengembangan ide, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi informasi. Ajang nasional tersebut diikuti oleh peserta tingkat mahasiswa yang berkompetisi dalam pengembangan aplikasi dan bidang teknologi lainnya. Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, rangkaian cabang Software Development dan UI/UX Design. Rangkaian National IT Competition berlangsung pada Juni–Juli 2026. Rangkaian lomba ini juga mencakup agenda kompetisi, seminar, dan kegiatan edukasi teknologi. Setelah melalui tahapan kompetisi, tim Geprek Ongkel berhasil mencapai babak final dan meraih posisi pertama nasional pada kategori Software Development. Prestasi ini menjadi bukti nyata semangat inovasi dan kemampuan mahasiswa Computer Science BINUS @Bandung dalam menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tim Geprek Ongkel dan Inovasi Sehatiku
Tim Geprek Ongkel terdiri dari lima mahasiswa Computer Science BINUS @Bandung angkatan B’27, yaitu Bryan Thanaya, Franscelino Melvyn, Frederick Krisna Suryopranoto, Kent Amadeo Timotheus, dan Lavinia Nataniela Novyandi.

Kelima mahasiswa ini mengusung karya inovatif berjudul “Sehatiku: Terhubung, Terpantau, Terlindungi” sebagai solusi dalam cabang lomba Software Development. Sehatiku merupakan sebuah Mobile Health Apps yang dirancang untuk membantu pemantauan kesehatan pasien dengan penyakit kronis, khususnya diabetes tipe 2 dan hipertensi. Ide pengembangan aplikasi ini berangkat dari permasalahan pemantauan kondisi pasien di antara jadwal kontrol rutin Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Tim Geprek Ongkel melihat adanya celah pemantauan selama 29 hari antar-kontrol yang dapat menyebabkan perubahan kondisi kesehatan tidak segera terdeteksi. Melalui pendekatan teknologi digital, aplikasi ini dirancang untuk mengubah data kesehatan harian menjadi informasi yang dapat membantu proses tindak lanjut tenaga kesehatan. Inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa Computer Science BINUS @Bandung mengintegrasikan kemampuan pemrograman, analisis data, dan pemecahan masalah untuk menghasilkan karya yang berorientasi pada kebutuhan nyata.
Mengubah 29 Hari Kosong Menjadi Sinyal Tindakan Medis
Keunggulan utama Sehatiku terletak pada kemampuannya mengubah pencatatan kesehatan harian menjadi sinyal tindakan medis yang lebih terstruktur. Dalam proposalnya, tim Geprek Ongkel menjelaskan bahwa pasien Prolanis umumnya menjalani kontrol secara berkala, sementara kondisi harian seperti pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan obat, dan perubahan gula darah atau tekanan darah dapat berubah di antara kunjungan. Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan sistem eskalasi cerdas yang berfungsi sebagai lapisan pemantauan tambahan bagi pasien dan tenaga medis.

Aplikasi ini tidak dirancang untuk menggantikan Prolanis, pemeriksaan dokter, maupun diagnosis medis, melainkan melengkapi pemantauan di antara jadwal kontrol. Ketika data menunjukkan tren risiko yang melewati ambang tertentu, sistem dapat menghasilkan notifikasi dan mengarahkan perhatian tenaga kesehatan kepada pasien yang membutuhkan tindak lanjut. Dengan demikian, Sehatiku berfokus pada menghubungkan data harian pasien dengan tindakan yang dapat dilakukan tenaga kesehatan, bukan sekadar menyimpan catatan kesehatan digital. Konsep inilah yang menjadi nilai inovasi utama karya Geprek Ongkel dalam kompetisi nasional tersebut.
Cara kerja utama dari aplikasi Sehatiku:
- Logging harian: Pasien atau keluarga pendamping mengisi data kesehatan melalui WhatsApp atau aplikasi mobile.
- Analisis berbasis AI: Data diproses untuk menghasilkan skor risiko dan rekomendasi.
- Eskalasi otomatis: Sinyal risiko tertentu diteruskan kepada tenaga kesehatan melalui WhatsApp dan dashboard.
- Kontak darurat: Sistem mendukung notifikasi kepada kontak pendamping atau keluarga sesuai mekanisme eskalasi yang dirancang.

Teknologi AI dan Machine Learning di Balik Sehatiku
Inovasi Sehatiku didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning yang dirancang untuk membantu proses pemantauan kesehatan secara lebih adaptif. Proposal tim menjelaskan penggunaan model gradient boosting XGBoost sebagai model risiko yang dilatih secara cohort menggunakan data yang dikumpulkan dan dianonimkan. Model tersebut memanfaatkan berbagai fitur, termasuk data fisiologis, pola gaya hidup, tren tujuh hari, dan deviasi dari baseline personal pasien. Selain itu, pencatatan makanan diproses melalui pendekatan hybrid yang memanfaatkan Named Entity Recognition (NER) dan pencocokan dengan basis data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jika terdapat entri makanan yang tidak dikenali, sistem menyediakan mekanisme fallback berbasis Large Language Model (LLM). Hasil pemrosesan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung perhitungan skor risiko harian dengan status Aman, Waswas, atau Bahaya. Penggunaan teknologi ini menunjukkan penerapan keilmuan Computer Science, khususnya pengembangan perangkat lunak, pemrosesan data, dan kecerdasan buatan, untuk menjawab permasalahan kesehatan yang kompleks.
Terhubung dengan WhatsApp dan Sistem Kontak Darurat
Salah satu aspek menarik dari Sehatiku adalah pemanfaatan WhatsApp sebagai kanal komunikasi antara aplikasi, pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pendekatan ini dirancang agar pasien, termasuk pengguna lanjut usia, dapat melakukan pencatatan kesehatan melalui media komunikasi yang lebih familiar tanpa harus selalu membuka aplikasi secara manual. Sistem dapat mengirimkan pengingat harian, menerima data kesehatan, dan memberikan rekomendasi balik berdasarkan hasil pencatatan. Apabila sistem mendeteksi kondisi yang melewati ambang eskalasi, informasi tersebut dapat diteruskan kepada tenaga kesehatan melalui notifikasi WhatsApp dan dashboard faskes. Proposal juga menjelaskan dukungan terhadap mode keluarga atau pendamping untuk membantu proses pencatatan dan pemantauan pasien. Dalam rancangan pengembangan, mekanisme notifikasi dapat terhubung dengan kanal lain yang tersedia apabila salah satu kanal mengalami gangguan. Kombinasi komunikasi digital, analisis risiko, dan sistem eskalasi tersebut menjadikan Sehatiku sebagai contoh pengembangan aplikasi kesehatan yang berorientasi pada keterhubungan antara pasien dan tenaga kesehatan.
Pembelajaran dan Kompetensi Mahasiswa Computer Science BINUS @Bandung
Keberhasilan Geprek Ongkel dalam National IT Competition 2026 tidak hanya mencerminkan kemampuan menghasilkan produk digital, tetapi juga proses pembelajaran yang menggabungkan berbagai kompetensi teknologi. Pengembangan Sehatiku melibatkan perancangan antarmuka pengguna, pembangunan backend, pengelolaan basis data, integrasi WhatsApp, serta pengembangan model Machine Learning. Tim juga menerapkan kerangka Design Thinking untuk memahami akar permasalahan dan Software Development Life Cycle (SDLC) sebagai pendekatan pengembangan aplikasi. Pada sisi kecerdasan buatan, proposal menggunakan CRISP-DM untuk mendukung tahapan pengembangan dan evaluasi model risiko. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus keterampilan kolaborasi, analisis kebutuhan, dan pemecahan masalah. Prestasi ini memperkuat gambaran bahwa pembelajaran Computer Science BINUS @Bandung dapat diarahkan pada pengembangan solusi teknologi yang aplikatif dan inovatif. Melalui karya seperti Sehatiku, mahasiswa tidak hanya belajar membangun aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna dan pemangku kepentingan.

Dari Kompetisi Nasional Menuju Inovasi Berdampak
Kemenangan Geprek Ongkel dalam Pekan IT UNSIKA 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan karya teknologi mahasiswa Computer Science BINUS @Bandung. Sehatiku memperlihatkan bagaimana sebuah ide yang berangkat dari permasalahan pemantauan kesehatan dapat diterjemahkan menjadi rancangan aplikasi berbasis AI dan sistem eskalasi cerdas. Inovasi ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengembangan perangkat lunak, pemrosesan data, dan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Dalam proposal, tim menempatkan Sehatiku sebagai solusi yang melengkapi Prolanis, dengan pengembangan lebih lanjut yang mencakup validasi klinis, evaluasi model, dan penguatan aspek regulasi. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kesehatan karena sistem yang berkaitan dengan data dan keputusan medis memerlukan pengujian serta pengawasan yang sesuai. Bagi Computer Science BINUS @Bandung, prestasi ini menjadi salah satu contoh karya mahasiswa yang menghubungkan kompetensi akademik dengan inovasi digital untuk masyarakat. Selamat kepada Bryan Thanaya, Franscelino Melvyn, Frederick Krisna Suryopranoto, Kent Amadeo Timotheus, dan Lavinia Nataniela Novyandi atas pencapaian Juara 1 Nasional Software Development National IT Competition 2026. Semoga keberhasilan Geprek Ongkel menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat.
Referensi
- Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Singaperbangsa Karawang (HIMTIKA UNSIKA), “Pekan IT,” 2026. [Online]. Available: https://himtika.cs.unsika.ac.id/pekan-it/.
September 2026
Computer Science Department BINUS @Bandung
*Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan hanya berfungsi sebagai artikel edukasi secara umum
Comments :