Era Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan teknologi. Perkembangan AI membuat banyak proses menjadi lebih cepat dan otomatis. Perusahaan di berbagai sektor mulai mengandalkan sistem cerdas untuk meningkatkan efisiensi. Hal ini berdampak langsung pada kebutuhan keterampilan di bidang informasi teknologi (IT). Beberapa kemampuan yang relevan pada tahun lalu telah berevolusi menjadi berbagai ragam. Masyarakat dari berbagai usia mulai menyadari pentingnya literasi akan teknologi. Dunia kerja menuntut individu yang mampu beradaptasi dengan perubahan digital yang cukup cepat. Oleh karena itu, memahami kemampuan IT yang paling dicari menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiswa.

Salah satu kemampuan IT paling dicari di era AI adalah pemahaman dasar tentang Artificial Intelligence dan Machine Learning. Kemampuan ini tidak selalu berarti harus menjadi peneliti mendalam mengenai AI. Pemahaman konsep, cara kerja, dan penerapannya sudah sangat bernilai. Banyak perusahaan mencari talenta yang mampu memanfaatkan AI untuk menyelesaikan masalah bisnis. Kemampuan tersebut digunakan dalam hal analisis data, sistem rekomendasi, dan otomatisasi proses kerja. Mahasiswa dan pekerja umum dapat mempelajarinya secara bertahap. Banyak platform pembelajaran digital yang menyediakan materi dari tingkat dasar hingga lanjutan. Dengan kemampuan ini, seseorang memiliki nilai tambah yang signifikan di dunia kerja.

Kemampuan pengolahan data atau data literacy juga menjadi hal yang sangat penting. Data menjadi bahan utama dalam pengembangan sistem AI. Kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis data sangat dibutuhkan. Skill ini mencakup penggunaan database, data visualization, dan analisis statistik sederhana. Tidak semua orang harus menjadi data scientist, tetapi pemahaman dasar sangat membantu. Banyak keputusan bisnis modern berbasis data. Kemampuan pengolahan dan pemahaman data menjadi hal yang signifikan untuk lintas bidang dan lintas profesi. Kemampuan dasar yang cukup relevan untuk pelajar, profesional, hingga pelaku usaha.

Di lain sisi, kemampuan pemrograman tetap menjadi fondasi utama dalam dunia IT. Bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, dan Java serta berbagai turunannya, masih sangat banyak digunakan dalam pengembangan sistem modern. Python sangat popular, fleksibel, dan digunakan dalam AI dan data science. JavaScript banyak dipakai dalam pengembangan web dan aplikasi interaktif. Pemrograman melatih pola pikir yang logis dalam pemecahan masalah. Kemampuan ini tidak hanya berguna untuk developer, tetapi juga untuk memahami cara kerja teknologi. Banyak tools AI dapat dimaksimalkan dengan kemampuan dasar pemrograman modern.

Kemampuan lainnya yang semakin dicari adalah pemahaman tentang cloud computing dan sistem terdistribusi. Banyak aplikasi AI berjalan di lingkungan cloud server. Pemahaman tentang layanan cloud membantu dalam pengelolaan sistem yang bertumbuh. Kemampuan ini mencakup pemahaman server, digital storage, dan deployment aplikasi. Cloud computing memungkinkan kolaborasi dan akses data secara global bagi banyak pihak. Atas dasar tersebut, banyak perusahaan beralih ke cloud untuk efisiensi biaya dan fleksibilitas. Kemampuan cloud computing sangat relevan karena menjadi tulang punggung dari infrastruktur digital modern berbasis AI.

Di era AI, soft skill juga menjadi bagian penting dari keahlian IT yang dicari. Kemampuan berpikir kritis membantu dalam mengevaluasi hasil dari sistem AI agar tidak bias. Kemampuan komunikasi juga diperlukan untuk bisa menjelaskan solusi teknis kepada pihak-pihak non-teknis. Kolaborasi tim menjadi kunci dalam pengembangan sistem kompleks. Selain itu, pemahaman etika teknologi semakin dibutuhkan. AI membawa dampak sosial yang harus dipertimbangkan dengan bijak. Individu yang memiliki keseimbangan antara hard skill dan soft skill lebih diminati industri. Hal ini menunjukkan bahwa skill IT tidak hanya soal teknologi, tetapi juga manusia.

Kemampuan di bidang IT pada era Artificial Intelligence bersifat sangat dinamis dan terus berkembang. Apa yang relevan hari ini, mungkin bisa saja berubah di masa depan. Oleh karena itu, kemampuan mengembangkan diri berkelanjutan menjadi hal yang cukup penting. Masyarakat perlu terbiasa mengikuti perkembangan teknologi, memperbanyak sumber belajar, dan berusaha untuk terus mengembangkan pola pikir yang terbuka akan hal positif. Tidak ada batasan usia untuk mulai belajar kemampuan IT. Yang terpenting adalah kemauan dan konsistensi. Dengan pola pikir belajar, siapa pun dapat beradaptasi di era AI dan bisa membantu komunitas tetap relevan dan kompetitif.

Era Artificial Intelligence menuntut kombinasi skill teknis dan non-teknis yang seimbang. Kemampuan teknis seperti pemahaman AI, data, pemrograman, dan komputasi digital sangat dicari dan terus meningkat. Soft skill dan etika teknologi juga semakin penting bagi setiap individu professional IT. Perubahan ini membuka peluang besar bagi siapa saja yang mau belajar. Masyarakat tidak perlu takut menghadapi perkembangan AI. Dengan persiapan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat pendukung kehidupan. Mulailah dari langkah kecil dan bertahap. Mari jadikan era Artificial Intelligence sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang secara positif.

Referensi

  1. L. Babashahi, “AI in the workplace: A systematic review of skill demand in the age of artificial intelligence,” Behav. Sci., vol. 14, no. 6, art. 127, 2024. https://doi.org/10.3390/bs14060127.
  2. S. Zhenglong, N. Sulaiman, and C. Peiwen, “A systematic review of AI’s impact on employment and skill demand,” Int. J. Res. Sci. Innov., May 2025. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.906000219.
  3. S. Zhenglong, N. Sulaiman, and C. Peiwen, “A systematic review of AI’s impact on employment and skill demand,” Int. J. Res. Sci. Innov., May 2025. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.906000219.

Februari 2026
Penulis: Riccosan
*Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan hanya berfungsi sebagai artikel edukasi secara umum