Kebangkitan Game Produk Dalam Negri Dengan Muatan Lokal Indonesia : Dread Out karya studio Digital Happiness

Kemunculan games online diawali oleh teknik simulasi yang dimiliki oleh militer berupa simulasi tentang perang, penegndalian pesawat dan pertempuran pesawat. Hal ini dikembangkan oleh militer untuk mengurangi berbagai resiko yang dianggap terlalu tinggi apabila dilakukan secara langsung, diantaranya : resiku yang membahayakan sumber daya manusia dan biaya yang terlalu tinggi. Oleh karenanya militer mengembangkan bentuk simulasi online yang secara penampilan maupun teknik penggunaan sangat mirip dengan games online yang kita kenal sekarang. Pada perkembangan selanjutya, pihak militer melepas dan mengkomersialkan simulasi mereka. Teknik simulasi ini kemudian menginspirasi game-game yang muncul sekarang.

 

Selain sebagai sarana hiburan Game online berfungsi sebagai sarana sosialisasi. Game online mengajarkan sesuatu yang baru karena adanya frekuensi bermain yang sering. Dengan sering melihat dan bermain game online, maka seseorang akan meniru adegan di dalam game online tersebut. Genre games semakin hari semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada perang atau pertempuran saja, namun berkembang menjadi begitu banyak genre, diantaranya :

  1. Action
  2. Action Adventure
  3. Adventure
  4. Role Playing
  5. Simulation
  6. Strategy
  7. Sport

Tiap genre di atas kemudian dibagi menjadi sejumlah sub genre.

Kemunculan games dan industry nya tidak dapat dipungkiri dipelopori oleh negara Jepang, namun pada perkembangannya menjadi lebih mendunia, Amerika Serikat, Kanada, Korea bahkan hal yang sangat menggembirakan Indonesia pun telah memiliki games yang sudah mendunia, DREAD OUT yang diciptakan dan dikembangkan oleh satu studio Animasi yang sedang berkembang, DIGITAL HAPPINESS, berlokasi di wilayang Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Tubagus Ismail, Alamanda Dago Permai B-1, Bandung 40134, Jawa Barat.

 

Sekilas tentang studio Digital Happiness, terdaftar sebagai PT. DIGITAL SEMANTIKA INDONESIA, sebuah perusahaan independent dalam bidang video games entertaintment. Didirikan sekitar tahun 2013. Sebagai perusahaan pengembang game, mereka berkomitmen dalam usahanya untuk melakukan eksplorasi terhadap warisan kekayaan Indonesia yang di-implementasikan dalam konsep game. Mereka sangat meyakini bahwa konten lokal Indonesia menawarkan begitu banyak keunikan. Hal ini dibuktikan melalui salah satu karya mereka yang sudah mendunia : DREAD OUT sebuah game dengan genre horror dengan muatan local yang sangat kental, misalnya: mengangkat sejumlah hantu dalam mitos budaya tradisional maupun urban, karakter manusia yang mengangkat siswa SMA di Indonesia (terlihat dari seragam dan gaya mereka yang sangat khas).

STTK BINUS @Bandung memilki komitmen yang sejalan dengan visi misi yang diembannya, terutama terkait dengan teknologi kreatif dan keberpihakannya pada pengembangan nilai-nilai kerifan local Jawa Barat. Hal ini menjadi selaras dengan semangat yang dibawa oleh studio DIGITAL HAPPINESS. Oleh karenanya, STTK BINUS @Bandung sangat bersemangat untuk menjalin kerjasama dengan studio DIGITAL HAPPINESS. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan malkukan kunjungan sejumlah staff pengajar dari ke-tiga program studi, diantaranya : Desain Komunikasi Visual, Creative Preneur, dan Informatcs. Kunjungan dilaksanakan pada hari Senin/21 Mei 2018.

Tim dosen STTK BINUS @Bandung disambut langsung oleh bapak Rachmad Imron selaku founder nya. Banyak hal yang kami diskusikan dalam suasan yang akrab, diawali oleh presentasi dari Bapak Rachmad Imron (Imon) tentang DIGITAL HAPPINESS, dimulai dari sejarah berdirinya, pencapaian dan prestasi, project dan juga komitmen mereka. Poin yang berhasil disepakati pada saat kunjungan tersebut adalah, pihak DIGITAL HAPPINESS bersedia untuk diundang dan menjadi pengisi sesi guest lecturer, hal ini sangat menggembirakan bagi tim dosen dan tentunya bagi para mahasiswa STTK BINUS @Bandung. Tentunya akan banyak sekali ilmu dan wawasan yang biasa didapat dari sesi tersebut, terutama kaitannya dengan pengembangan teknologi kreatif dan mengangkat konten local (Indonesia-Jawa Barat) ke ranah internasional. Poin diskusi berikutnya terkait dengan program pengkayaan dan pengembangan pengetahuan dan inovasi mahasiswa dan dosen melalui program pelatihan software dan terkait.

Oleh : Aris Darisman