VICKY KURNIAWAN Dari Lima Orang & Satu Impian, Kibo Cheese Tumbuh Menjadi Lebih dari Sekadar Bisnis

“Mimpi harus dieksekusi, bukan hanya direncanakan.” Vicky Kurniawan,  Founder & Business Director PT Seidai Kibo Nusantara

Kalimat itu bukan sekadar kutipan motivasi bagi Vicky Kurniawan. Bagi alumni Marketing Communication BINUS University angkatan 2010 ini, kalimat itu adalah prinsip hidup yang ia buktikan sendiri lewat perjalanan membangun Kibo Cheese dari lima orang menjadi lebih dari 300 karyawan. Kini ia menjabat sebagai Founder & Business Director PT Seidai Kibo Nusantara, perusahaan di balik brand Kibo Cheese—premium gifting & sweets yang kini memiliki lebih dari 40 titik penjualan di Jabodetabek dan Bandung. Namun, jalan menuju angka itu tidak pernah semulus kedengarannya. Kibo Cheese yang kita kenal hari ini adalah hasil dari berbagai kisah perjuangan, keputusan-keputusan sulit, dan keberanian untuk terus bangkit dari setiap jatuh.

Ketika Kampus Menjadi Lebih dari Sekadar Tempat Belajar

Bagi Vicky, masa kuliah di BINUS bukan hanya tentang nilai dan ujian yang padat, tetapi tentang ruang untuk bereksperimen, membangun koneksi, dan menantang diri sendiri. Salah satu momen penting dalam hidupnya datang secara tidak sengaja—ketika ia terpilih untuk mengikuti lomba debat nasional untuk pertama kalinya.

“Ada tekanan dan keraguan besar, tapi di sanalah saya belajar melampaui batas dan mengatasi rasa takut terhadap hal baru,” kenangnya.

Meski berhasil meraih juara pertama, Vicky merasa kemenangan sejatinya bukan pada trofi, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian untuk terus melangkah ke depan.

Lima Orang, Satu Produk, dan Satu Pelajaran Mahal

Setelah menuntaskan masa studinya di tahun 2014, Vicky tidak terburu-buru terjun ke dunia wirausaha. Ia memilih untuk menimba ilmu terlebih dahulu di dunia advertising agency. Selama hampir empat tahun, ia mengasah diri di industri yang bergerak cepat tersebut—mendalami seni strategi komunikasi, membedah esensi branding, hingga belajar bagaimana menciptakan nilai nyata bagi klien. Namun, di tengah kenyamanan karier profesionalnya, sebuah pertanyaan besar terus membekas di benaknya: Bagaimana rasanya membangun sesuatu yang benar-benar milik sendiri? Dorongan itulah yang akhirnya menjadi titik balik bagi Vicky untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Bersama tim kecil beranggotakan lima orang, ia memberanikan diri mendirikan Kibo Cheese di bawah naungan PT Seidai Kibo Nusantara. Namun, realitas bisnis ternyata tidak semanis produk yang mereka tawarkan. Di fase awal, mereka sempat terjebak dalam keriuhan tren; tim kecil ini terlalu fokus mengejar viralitas di permukaan hingga sempat mengabaikan esensi paling krusial dalam bisnis, yaitu memahami kebutuhan pasar secara mendalam (product-market fit).

Vicky mengakui bahwa obsesi pada popularitas instan itu menjadi pelajaran yang sangat mahal. Kesadaran bahwa "viral tidak berarti berkelanjutan" memaksanya untuk memutar haluan. Melalui proses evaluasi yang tajam dan inovasi yang tak henti, Kibo akhirnya bertransformasi menjadi brand premium gifting & sweets dengan sentuhan Jepang yang autentik. Strategi ini terbukti tepat; Kibo bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sebuah identitas yang mengena di hati pelanggan. Transformasi strategi tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Tim yang awalnya hanya terdiri dari lima orang, kini telah berkembang pesat menjadi lebih dari 300 karyawan dengan jangkauan lebih dari 40 titik penjualan di Jabodetabek dan Bandung. Bagi Vicky, lompatan ini jauh melampaui sekadar angka pertumbuhan ekonomi. Ia melihatnya sebagai sebuah tanggung jawab besar—sebuah dampak sosial nyata bagi ratusan keluarga yang kini menggantungkan masa depan mereka pada visi yang pernah ia eksekusi dengan penuh keberanian

BINUS: Fondasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Melihat kembali perjalanan kariernya, Vicky tidak ragu menyebut BINUS sebagai salah satu pendukung keberhasilannya. Ilmu yang ia terima di kampus bukan hanya teori, tetapi menjadi bekal hidup yang aplikatif di dunia

“Banyak pengetahuan dasar dari kampus yang akhirnya saya terapkan langsung dalam pekerjaan. Ditambah lagi pengalaman organisasi yang membuka jejaring luas,” ujarnya.

Jaringan yang ia bangun sejak masa kuliah kini terus berkembang, menjadi aset yang membantu membuka banyak peluang baru.

Pesan untuk Generasi Penerus

Dari pengalamannya, Vicky berpesan kepada para Binusian untuk menjalani masa kuliah dengan seimbang antara belajar dan beraktivitas.

“Jangan jadi mahasiswa pasif — jadilah proaktif. Bangun kompetensi inti, kumpulkan portofolio nyata, dan perluas jaringan yang bermakna,” pesannya. “Kuasai satu core competency hingga benar-benar menjadi ahli, baru kembangkan ke bidang lain. Fokuslah untuk membawa solusi, bukan sekadar menjadi pelaksana,” tegasnya.

Bagi Vicky Kurniawan, BINUS adalah tempat di mana semuanya dimulai—tempat ia belajar bahwa mimpi tanpa eksekusi hanyalah angan-angan.

“Saya bangga menjadi alumni BINUS, karena di sinilah saya belajar bahwa mimpi harus dieksekusi, bukan hanya direncanakan,” tutupnya. Dan Kibo Cheese — dengan 300 karyawan, 40 titik penjualan, dan seorang founder yang masih lapar untuk terus berkembang — adalah bukti hidup dari kata-kata itu.