Bagaimana Cara Negosiasi Gaji

Bingung dan tidak tahu caranya negosiasi gaji? Padahal ini momen penting yang bisa mempengaruhi semangat kerja juga. Memang negosiasi gaji sering kali dianggap sebagai momen yang menegangkan, tapi jika kamu bisa melihat memapai sudut pkamung yang tepat, ini adalah bentuk penghormatan terhadap nilai diri dan profesionalisme kamu.

Coba kamu ikuti panduan singkat ini ya agar kamu bisa proses negosiasi dengan percaya diri dan efektif:

  1. Riset adalah Senjata Utama
    Sebelum duduk di meja negosiasi, kamu harus mengetahui "harga pasar" untuk posisi, pengalaman, dan lokasi geografis kamu. Gunakan situs seperti Glassdoor, LinkedIn Salary, atau bertanya pada rekan profesional di bidang yang sama. Memiliki angka berbasis data akan membuat argumen kamu jauh lebih kuat daripada sekadar keinginan personal.
  1. Fokus pada Nilai, Bukan Kebutuhan
    Salah satu kesalahan umum adalah bernegosiasi berdasarkan kebutuhan pribadi (seperti cicilan atau biaya hidup). Sebaliknya, fokuslah pada apa yang Kamu berikan kepada perusahaan, contohnya seperti ini:

    • Sebutkan pencapaian nyata (misal: "Saya berhasil meningkatkan efisiensi sebesar 20%").
    • Tunjukkan bagaimana keahlian unik Kamu dapat menyelesaikan masalah perusahaan.
  1. Tentukan Rentang Angka Kamu
    Jangan hanya datang dengan satu angka kaku. Siapkan rentang gaji yang masuk akal:

    • Batas Bawah: Angka terendah yang masih bisa Kamu terima dengan ikhlas.
    • Target: Angka yang menurut Kamu adil berdasarkan riset.
    • Batas Atas: Angka ideal yang memberi ruang untuk tawar-menawar.
  1. Perhatikan Paket Kompensasi Total
    Jika perusahaan tidak bisa menyanggupi angka gaji pokok yang Kamu minta, jangan langsung menyerah. Negosiasi tidak selalu soal uang tunai. Kamu bisa mempertimbangkan:

    • Tunjangan kesehatan yang lebih komprehensif.
    • Bonus performa atau pembagian keuntungan.
    • Fleksibilitas kerja (WFA/WfH) atau tambahan jatah cuti.
    • Anggaran untuk pelatihan dan sertifikasi.
  1. Jaga Profesionalisme dan Ketegasan
    Sesuai dengan prinsip menjaga jati diri dan batasan tegas, sampaikan permintaan Kamu dengan sopan namun mantap. Gunakan kalimat seperti: "Berdasarkan riset pasar dan kontribusi yang saya bawa, saya berharap kompensasi di angka X. Apakah ada ruang untuk mendiskusikan hal ini?"

Ingatlah bahwa negosiasi adalah diskusi dua arah. Jika tawaran akhir tidak memenuhi standar kesejahteraan dan nilai yang kamu yakini, kamu memiliki hak penuh untuk mempertimbangkan apakah posisi tersebut selaras dengan masa depan kamu.

Penulis:
Ajeng Diah Hartawati, M.Psi, Psikolog