5 Akronim yang Dibutuhkan Untuk Sehat Mental Di Dunia Kerja
Dunia kerja modern seringkali digambarkan sebagai medan tempur yang penuh dengan tuntutan kecepatan, efisiensi, dan kompetisi. Di tengah hiruk-pikuk target kuartalan dan deretan deadline, kesehatan mental sering kali menjadi aspek yang paling cepat dikorbankan. Namun, menjaga kesejahteraan psikologis bukanlah sebuah kemewahan; itu adalah fondasi utama untuk produktivitas jangka panjang.
Bagi civitas akademika yang akan segera melangkah ke dunia profesional maupun para alumni yang sedang meniti karier, memahami batasan diri adalah kunci. Untuk membantu menavigasi kompleksitas emosi di kantor, berikut adalah lima akronim esensial yang dapat menjadi "kotak P3K" mental Anda.
- HALT: Kenali Sinyal Bahaya Tubuh
Diambil dari praktik psikologi klinis, HALT adalah pengingat bahwa kita tidak boleh mengambil keputusan besar atau membiarkan diri kita stres saat berada dalam empat kondisi berikut: Hungry (Lapar), Angry (Marah), Lonely (Kesepian), atau Tired (Lelah).Dalam dunia kerja, kita sering mengabaikan rasa lapar demi satu meeting lagi, atau tetap bekerja saat tubuh sudah sangat lelah. Saat Anda berada dalam kondisi HALT, kapasitas kognitif Anda menurun dan reaktivitas emosional Anda meningkat. Mengambil jeda 15 menit untuk makan atau sekadar melakukan peregangan saat lelah dapat mencegah burnout yang lebih parah.
- BRAVING: Membangun Kepercayaan di Tempat Kerja
Kepercayaan (trust) adalah mata uang utama dalam kolaborasi. Dr. Brené Brown memperkenalkan akronim BRAVING untuk membedah apa itu kepercayaan: Boundaries (Batasan), Reliability (Keandalan), Accountability (Akuntabilitas), Vault (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Non-judgment (Tanpa Menghakimi), dan Generosity (Kemurahan Hati).Sehat mental di tempat kerja sangat bergantung pada sejauh mana kita bisa menetapkan batasan (Boundaries) dan tetap berintegritas. Ketika Anda tahu kapan harus berkata "tidak" pada beban kerja yang berlebihan tanpa merasa bersalah, Anda sedang mempraktikkan aspek krusial dari kesehatan mental.
- RAIN: Menghadapi Emosi Negatif
Saat menghadapi kritik tajam dari atasan atau kegagalan proyek, emosi negatif seringkali meluap. Akronim RAIN yang dipopulerkan oleh Tara Brach membantu kita melakukan mindfulness:Recognize: Sadari bahwa Anda sedang merasa stres atau sedih, Allow: Izinkan perasaan itu ada tanpa mencoba menekannya. Investigate: Selidiki dengan lembut apa yang terjadi di tubuh dan pikiran Anda. Nurture/Non-identification: Berikan kasih sayang pada diri sendiri dan sadari bahwa emosi ini hanyalah awan yang lewat, bukan identitas Anda. Dengan mempraktikkan RAIN, Anda tidak lagi diperbudak oleh reaksi impulsif, melainkan merespons situasi dengan kepala dingin.
- SMART: Menetapkan Target yang Manusiawi
Seringkali stres kerja muncul karena target yang tidak realistis. Gunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) bukan hanya untuk laporan kerja, tetapi untuk menjaga kesehatan mental Anda.Jika target Anda tidak Achievable (dapat dicapai), secara psikologis Anda akan terus merasa gagal. Menetapkan target yang SMART membantu menjaga dopamin tetap stabil karena Anda memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk merayakan kemenangan-kemenangan kecil (small wins).
- JOMO: Menikmati Ketertinggalan
Di era LinkedIn dan media sosial, kita sering terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out)—takut tertinggal tren, takut tidak sekeren rekan kerja lain, atau takut kehilangan peluang. Hal ini menciptakan kecemasan konstan.Balikkan pola pikir tersebut menjadi JOMO (Joy of Missing Out). JOMO adalah kemampuan untuk merasa tenang dan bahagia saat memilih untuk tidak terlibat dalam segala hal. Ini berarti mematikan notifikasi email setelah jam kerja, melewatkan acara sosial yang melelahkan demi istirahat, dan fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda. JOMO adalah bentuk tertinggi dari kedaulatan diri di dunia kerja.
Kesehatan mental di dunia kerja bukanlah tentang menghilangkan stres sepenuhnya, melainkan tentang bagaimana kita mengelola dan meresponsnya. Dengan menerapkan lima akronim di atas HALT, BRAVING, RAIN, SMART, dan JOMO kita membangun ketahanan (resilience) yang lebih kuat.
Ingatlah bahwa karier adalah lari maraton, bukan lari sprint. Menjaga pikiran tetap jernih dan hati tetap tenang adalah strategi terbaik untuk mencapai garis finish dengan selamat dan penuh prestasi.
Referensi :
Cpmh. (2020, September 28). Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja – Center for Public Mental Health. https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/09/28/menjaga-kesehatan-mental-di-lingkungan-kerja/
Penulis : Erna Susilowati