Berawal dari Kegemaran Minum Teh, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Kembangkan Bisnis Soy Milk Tea Dôu Chā

Tangerang, 16 Oktober 2026 – Kegemaran menikmati soy milk tea ternyata dapat berkembang menjadi peluang bisnis. Berawal dari kebiasaan mencoba berbagai minuman teh, sekelompok mahasiswa Business Creation BINUS @Alam Sutera mengembangkan Dôu Chā, brand minuman dan dessert berbahan dasar kedelai yang menawarkan alternatif bagi para pecinta milk tea. Bisnis yang telah membuka outlet sejak 28 Mei 2026 ini turut hadir dalam Local Brand Festival (LB Fest) 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Supermal Karawaci, Tangerang.

Dôu Chā dikembangkan oleh tiga mahasiswa Business Creation, termasuk Samantha Nicole dan Stella, yang memiliki ketertarikan terhadap soy milk tea. Berawal dari kegemaran mencoba berbagai produk serupa, mereka melihat peluang untuk mengembangkan brand sendiri dengan konsep yang berbeda. Ketertarikan tersebut kemudian diwujudkan menjadi Dôu Chā, yang mengusung konsep “The Perfect Blend of Soy and Tea.”

“Dari awalnya kami bertiga memang sangat menyukai soy milk tea. Kami sering datang ke store hanya untuk mencoba milk tea. Kemudian kami berpikir, mengapa tidak membuka usaha sendiri?” ungkap Stella.

Dalam mengembangkan Dôu Chā, para mahasiswa tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga melihat kebutuhan konsumen yang ingin menikmati milk tea tanpa menggunakan susu sapi. Melalui penggunaan bahan dasar soy, Dôu Chā menawarkan alternatif bagi konsumen yang memiliki intoleransi laktosa atau mencari pilihan minuman berbahan dasar kedelai.

“Dari awal kita memang lebih ke orang yang lactose intolerant, tetapi mereka masih ingin mencoba milk tea. Karena itu, kami membuat produk milk tea yang dapat dinikmati oleh mereka,” ujar Stella.

Selain penggunaan soy, Dôu Chā juga mengedepankan karakter alami teh sebagai salah satu keunggulan produknya. Brand ini berupaya meminimalkan penggunaan essence tambahan agar aroma dan cita rasa teh tetap menjadi bagian utama dari pengalaman menikmati minumannya.

Salah satu menu yang menjadi favorit konsumen adalah Osmanthus, minuman teh dengan aroma khas. Tidak hanya menghadirkan beragam varian minuman, Dôu Chā juga mengembangkan pilihan dessert berbahan dasar kedelai. Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya membangun identitas brand yang konsisten, sekaligus menghadirkan pilihan baru bagi konsumen.

Perjalanan Dôu Chā dari kegemaran pribadi hingga menjadi bisnis yang memiliki outlet menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat berkembang ketika diikuti dengan keberanian untuk memulai dan memahami kebutuhan pasar. Bagi para mahasiswa di balik Dôu Chā, membangun bisnis juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan kewirausahaan yang diperoleh selama perkuliahan.

Sebagai mahasiswa Program Studi Business Creation di bawah naungan BINUS Business School Undergraduate Program, mereka mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan ide bisnis, manajemen, pemasaran, dan kewirausahaan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal dalam menghadapi berbagai aspek pengelolaan bisnis, mulai dari mengembangkan produk hingga memperkenalkannya kepada konsumen.

Kesempatan untuk memperluas pengenalan Dôu Chā hadir melalui Local Brand Festival 2026, sebuah kegiatan yang dihadirkan oleh mahasiswa Business Creation BINUS @Alam Sutera. Festival ini menjadi wadah bagi berbagai brand lokal dan bisnis mahasiswa untuk memperkenalkan produknya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Bagi Dôu Chā, keikutsertaan dalam LB Fest menjadi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan memperkenalkan konsep produk yang dikembangkan. Pengalaman ini juga memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk memahami dinamika pemasaran secara langsung, sekaligus melihat bagaimana identitas brand dan keunikan produk dapat menjadi daya tarik di tengah persaingan bisnis.

Perjalanan Dôu Chā mencerminkan semangat pembelajaran yang dikembangkan BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus, yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep bisnis secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang nyata. Melalui Program Studi Business Creation dan pengalaman seperti LB Fest, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan berwirausaha sekaligus menghadapi tantangan dunia bisnis sejak masa perkuliahan.

Dari kegemaran sederhana terhadap soy milk tea hingga mengembangkan brand sendiri, kisah Dôu Chā menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas, pemahaman kebutuhan konsumen, dan keberanian mengambil langkah dapat menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam membangun bisnis.