Gelar Membuka Pintu, Kompetensi Menentukan Langkah: Pesan Alumni BINUS Dr. Danang Cahyono di Panggung Global QS
Perubahan dunia kerja kini bergerak begitu cepat. Di industri perdagangan digital, profesi seperti livestream host, produser siaran langsung, hingga pengelola aktivitas affiliate semakin dibutuhkan. Sebagian peran tersebut bahkan belum dikenal luas ketika para lulusan hari ini mulai memasuki bangku kuliah. Kondisi ini menghadirkan pertanyaan bagi dunia pendidikan: bagaimana mempersiapkan mahasiswa untuk pekerjaan yang terus berubah?

Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan Dr. Danang Cahyono, Chief Operating Officer SIRCLO sekaligus alumni program Doctor of Research in Management BINUS Business School, dalam sesi “The Next Industrial Advantage: Technology, Talent and Scale” pada QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali.
Membawa pengalaman dari dunia industri, Danang menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan yang dapat terus dikembangkan. Perubahan peran pekerjaan yang berlangsung lebih cepat daripada siklus akademik menuntut lulusan untuk mampu belajar, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.

“Peran pekerjaan berubah lebih cepat daripada siklus akademik. Karena itu, sangat penting bagi universitas untuk mengajarkan kapabilitas, bukan hanya mempersiapkan mahasiswa untuk suatu pekerjaan,” ujar Danang dalam sesi tersebut, sebagaimana diterjemahkan dari pemaparannya dalam bahasa Inggris.
Menurutnya, pekerjaan yang akan dijalani lulusan lima tahun mendatang bisa saja belum ada saat ini. Karena itu, pendidikan perlu membangun fondasi kemampuan yang membuat seseorang tetap relevan ketika kebutuhan industri bergeser.
Gelar dan Portofolio Saling Melengkapi
Di tengah semakin banyaknya pilihan kursus singkat dan jalur pembelajaran alternatif, Danang juga menanggapi pertanyaan mengenai relevansi gelar perguruan tinggi dalam proses rekrutmen.
Baginya, gelar tetap memiliki nilai karena mencerminkan pengalaman menjalani proses pembelajaran yang terstruktur. Sementara itu, portofolio memberikan bukti mengenai kemampuan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dan menerapkan pengetahuannya.
Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi. Gelar memberikan fondasi, sedangkan pengalaman dan portofolio memperkuat gambaran tentang kompetensi yang dimiliki seorang kandidat.
“Gelar membuka pintu, tetapi kapabilitas menentukan seberapa jauh seseorang dapat melangkah,” ungkap Danang, sebagaimana diterjemahkan dari pernyataannya dalam sesi diskusi.
Pandangan tersebut menjadi pesan bagi mahasiswa untuk aktif membangun pengalaman selama kuliah. Proyek, kegiatan kolaboratif, maupun kesempatan menerapkan pengetahuan dapat menjadi bagian dari portofolio yang menunjukkan kesiapan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Danang juga menjelaskan bahwa kemampuan praktis dapat berkembang melalui pengalaman di luar pembelajaran formal. Karena itu, proses belajar perlu terus berlangsung, termasuk ketika seseorang menghadapi tantangan baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Membawa Perspektif Industri ke Dialog Pendidikan Global

Kehadiran Danang dalam forum ini memperlihatkan kontribusi alumni BINUS dalam percakapan global mengenai masa depan pendidikan tinggi dan kebutuhan talenta. Sebagai praktisi industri sekaligus alumni BINUS Business School, ia membawa sudut pandang mengenai kompetensi yang dicari perusahaan dan tantangan yang perlu diantisipasi perguruan tinggi.
Pembahasan tersebut juga menegaskan pentingnya hubungan yang erat antara kampus dan dunia usaha. Pengalaman industri dapat menjadi masukan bagi pendidikan untuk memahami perubahan pekerjaan, sekaligus memperkaya kesempatan mahasiswa mengembangkan kemampuan yang relevan.
Melalui perspektif yang dibagikannya, Danang mengajak dunia pendidikan dan mahasiswa melihat kesiapan karier sebagai proses yang terus bertumbuh. Gelar menjadi bekal awal yang penting, sementara kemauan belajar, pengalaman, dan kemampuan nyata membantu lulusan membuka peluang serta melangkah lebih jauh di tengah perubahan.