Tergerus Teknologi dalam Modernisasi

Masyarakat dewasa kini sudah tidak asing lagi dengan istilah modernisasi, sebuah keadaan dimana terjadi perubahan dari keadaan kurang maju atau kurang berkembang menjadi kearah yang lebih baik diharapkan dapat mencapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang dan makmur. Hal ini merupakan dampak dari semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan manusia dari tahun ke tahun. Perkembangan teknologi yang semakin cepat bahkan cenderung pesat sudah bisa kita rasakan, hapir semua yang kita lakukan bersinggungan dengan teknologi. Mempermudah kehidupan manusia adalah tujuan utama dari sebuah teknologi. Alhasil kita dapat beraktifitas dengan lebih praktis dan efisien. Kegiatan mencuci baju semakin mudah dengan mesin cuci dibandingkan dengan menggunakan tangan. Kegiatan jual beli tak melulu harus datang langsung ke outlet, karena sekarang sudah tersedia banyak toko online. Hanya tinggal klik, kita bisa berbelanja kebutuhan yang diinginkan, tak perlu keluar rumah namun kita dapat berbelanja dari berbagai tempat.

Dunia industri memiliki peran yang besar dalam perkembangan teknologi, mereka berlomba-lomba menciptakan teknologi terbaru dan tercanggih. Masyarakat pun juga selalu mengikuti trend teknologi yang berkembang karena bila tidak, maka akan tertinggal dan kesulitan dalam menghadapi tantangan modernisasi. Teknologi-teknologi yang di rasa kurang praktis perlahan mulai di tinggalkan,  dan berdampak pada beberapa hal berikut ini :

  1. Wartel & Telepon Umum

Wartel kependekan dari Warung Telekomunikasi adalah tempat pelayanan jasa komunikasi dimana biaya pemakaian dibayar langsung di tempat oleh konsumen kepada penjaga Wartel sesuai tarif pulsa yang berlaku ditambah tarif pelayanan. Wartel sendiri merupakan bagian dari telepon umum. Berbeda dengan Wartel, sistem pembayaran telepon umum dilakukan secara langsung dengan memasukkan uang koin kedalam mesin sebelum digunakan.

Perkembangan telepon seluler yang sangat pesat, bahkan yang memiliki teknologi baru harganya semakin terjangkau membuat hampir setiap masyarakat memiliki telepon selular pribadi. Hal ini berdampak semakin berkurangnya masyarakat yang menggunakan jasa Wartel maupun telepon umum, dan di tahun 2018 ini keberadaan Wartel dan telepon umum sudah sangat langka.

  1. Mengirim Surat Melalui Pos

Menulis pesan di secarik kertas, memasukkanya kedalam amplop tak lupa menempeli dengan perangko lalu mengirimnya melalui kantor pos atau kotak pos terdekat. Sudah semakin jarang masyarakat saat ini yang masih melakukan hal tersebut, setelah adanya berbagai aplikasi berkirim pesan singkat atau chatting yang semakin mudah, murah, cepat dan canggih menjadi faktor utama masyarakat enggan untuk kembali berkirim surat melalui pos. Jargon tukang pos sebagai pembawa surat pun kini sudah mulai hilang, berganti menjadi pengirim paket, karena saat ini masyarakat menggunakan jasa pos mayoritas untuk berkirim paket.

  1. Cuci Cetak Foto Analog

Mengabadikan momen dalam sebuah foto sudah menjadi kegemaran masyarakat. Menyimpannya dalam bentuk digital, mencetaknya atau menyebarluaskannya melalui berbagai media sosial yang dimiliki sudah menjadi hal yang biasa untuk era modern. Namun sebelum munculnya berbagai kamera digital tersebut hanya ada kamera analog (manual) yang digunakan untuk mengabadikan momen menjadi sebuah foto. Cara kerja kamera analog adalah menangkap kumpulan cahaya yang membentuk sebuah gambar kedalam pita film. Kita tidak bisa melihat langsung hasil jepretan karena harus mencetak pita film tersebut. Dan proses pencetakan tersebut dinamai cuci cetak foto. Tak banyak orang yang dapat mencetak pita film sehingga untuk mencetak foto analog diserahkan kepada tukang cuci cetak, perlu waktu 2 sampai 3 hari untuk dapat mencetak satu roll foto. Kurang praktisnya kamera analog tersebut menyebabkan masyarakat beralih ke kamera digital. Dan berdampak semakin sedikitnya masyarakat yang melakukan cuci cetak foto analog.

  1. Kaset, Compact Disk Musik dan Film

Semakin mudahnya menikmati musik dan film yang kita inginkan di era digital saat ini, sangat membantu kita untuk mendapatkan hiburan kapan saja dan dimana saja. Aplikasi penyedia musik dan film pun sudah sangat banyak, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Meskipun berbayar namun harganya jauh lebih murah daripada kita membeli kset atau Compact Disk (CD) musik dan film. Karena dalam sekali berlangganan kita bisa menikmati beberapa judul musik maupun film sekaligus . Untuk memutar kaset dan CD perlu alat khusus sehingga dirasa kurang praktis. Eksistensi kaset dan CD pun mulai meredup di era millennial.

  1. Koran dan majalah

Kebutuhan akan berita teraktual tak akan ada habisnya, bahkan informasi yang dibutuhkan masyarakat semakin beragam tak melulu soal politik atau ekonomi. Perkembangan teknologi informasi yang merambah ke dunia digital memang sangat cepat dan susah dibendung. Kemampuan internet yang memberikan informasi lebih cepat dan lebih luas penyebarannya membuat media ini lebih disukai dibandingkan dengan media konvensional seperti koran dan majalah. Selain itu akan lebih ramah lingkungan karena akan mengurangi konsumsi kertas. Meski koran dan majalah masih banyak dijumpai namun menurunya minat masyarakat untuk membeli sudah sangat terasa.

Contoh diatas hanya sebagian kecil dari pesatnya perkembangan teknologi. Akan selalu muncul teknologi terbaru dari waktu ke waktu membuat apa yang diperlukan atau dicari bisa di dapatkan dengan mudah dan cepat. Namun perkembangan teknologi dalam era modernisasi ini tak luput dari dampak negatif. Ingat masa kanak-kanak bermain bersama, saat adzan magrib berkumandang tanda permainan berakhir, moment seperti itu sudah jarang ditemui karena anak-anak jaman sekarang lebih suka bermain game virtual. Beragam game canggih dan menarik tersebar luas, membuat tak sedikit anak-anak yang kecanduan memainkannya. Selain membuat kecanduan, game virtual ini dapat dimainkan kapanpun tanpa harus ada teman bermain, sehingga menyebabkan anak-anak lupa waktu bahkan malas belajar karena lebih suka bermain game dan individualistik. Sifat individualistik ini muncul karena teknologi berhasil membuat manusia melakukan berbagai aktifitas dengan sangat mudah, sehingga dirasa tidak membutuhkan bantuan orang lain lagi. Dampak negatif lain dari berkembangnya teknologi adalah mengubah masyarakat menjadi lebih konsumtif. Meningkatnya kejahatan cyber. Konten negatif yang berkembang secara pesat dan masih banyak lagi.