People Innovation Excellence
 

COST LEADERSHIP

Oleh : Hilman Fajrian

 

Online marketplace membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dimanapun. Pelaku UKM didorong untuk ikut berjualan secara online di marketplace untuk meningkatkan performa usaha. Tapi tidak banyak yang membahas soal ganas, brutal, dan berdarah-darahnya pasar digital ini.

Apakah marketplace cocok untuk UKM? Tidak!

Lalu apa solusi bagi UKM? Teruslah membaca.

Kalau anda ke pasar untuk membeli seikat sayur bayam yang dijajakan oleh 10 penjual sayur dengan harga berbeda, penjual manakah yang akan anda pilih? Kemungkinan besar anda akan membeli dari penjual dengan harga termurah.

Itulah perilaku natural pada sebuah pasar: konsumen datang ke sebuah tempat dimana jumlah penjual lebih banyak dibanding jumlah komoditas dan mencari harga yang paling menguntungkan bagi mereka.

Harga paling menguntungkan ini bisa kita kembalikan ke prinsip ekonomi: orang akan mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya. Ini prinsip yang berlaku umum dan mendasar, tidak bisa dilawan. Kalau kita dihadapkan pada barang yang sama dan penjual serta harga yang berbeda, hampir mustahil kita akan memilih harga yang lebih tinggi.

Informasi sangat krusial dalam sebuah pasar. Misal, dari 10 penjual bayam itu 9 di antaranya berkumpul di satu kluster. Tapi ada 1 lagi penjual lagi yang kiosnya terletak di pojok agak jauh. Padahal bayam di 1 penjual ini lebih murah dibanding 9 lainnya. Tapi si 1 penjual tadi tidak mendapatkan penjualan yang baik karena informasi yang tidak simetris (asimetris).

Online marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada, Shopee, adalah pasar nyata yang canggih dan brutal. Orang datang untuk mencari sebuah komoditas atau barang, bukan ke toko/merchant kesayangannya. Kalaupun ia ‘mendarat’ (landing) di halaman produk toko langganannya, ia punya keleluasaan sangat tinggi untuk langsung membandingkan harga produk sejenis di toko lainnya. Bahkan ada beberapa marketplace yang dengan kejamnya merekomendasikan produk lain yang sejenis dengan harga lebih murah ketika seorang konsumen sedang landing di laman produk sebuah merchant.

Di marketplace informasi begitu simetris, jelas dan terang. Untuk mencari harga termurah kita hanya perlu mengurutkan dengan sekali klik.

Yang paling brutal adalah ketika penjual (seller) dari negara lain yang punya keunggulan dalam efisiensi produksi, rantai pasokan (supply chain) dan logistik, ikut berdagang di tempat yang sama. Efisiensi ini membuat mereka memiliki cost leadership sehingga bisa menawarkan harga yang lebih rendah dibanding lainnya.

Konsumen untung, tentu saja. Tapi bagi sebuah negara yang tak hanya jadi ingin bangsa konsumen, hal ini berbahaya. Terutama ketika negara kita belum memiliki sistem dan infrastruktur yang komplet untuk mendukung cost leadership para pelaku usaha, terlebih lagi UKM.

COST LEADERSHIP DAN PRODUK HOMOGEN

Dalam strategi itu disebutkan keunggulan usaha datang dari 3 hal: biaya, diferensiasi, dan pasar ceruk. Cost leadership adalah keunggulan pertama. Cost leadership adalah keunggulan yang lahir karena kita memiliki efisiensi tinggi pada keseluruhan operasi usaha dari hulu sampai hilir. Dari pengadaan, produksi, hingga distribusi. Hasilnya adalah harga yang rendah. Produsen memang mendapatkan laba yang kecil, tapi volume penjualannya besar.

Cost leadership sangat efektif digunakan pada produk-produk yang homogen atau bersubstitusi sempurna, dan didistribusikan pada sebuah pasar yang informasinya simetris dimana konsumen memiliki bargaining power yang tinggi. Strategi ini juga ditujukan pada segmen konsumen yang sensitif pada harga dan lebih mementingkan fungsi.

 


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close