BINUS UNIVERSITY

Mahasiswa Binus Bikin Kursi Roda A la Profesor X

Keren! Kira-kira itu satu kata yang paling pas buat menggambarkan kreativitas teman-teman dari Universitas Bina Nusantara (Binus). Jennifer Santoso dan Ivan Halim Parmonangan berhasil mengembangkan sebuah kursi roda elektrik berbasis pembacaan pikiran atau yang dikenal dengan EEG atau electroencephalograph. Pokoknya mirip-mirip dengan kursi roda Profesor X.

Gampangnya, proyek “kursi roda Profesor X” yang diberinama Bina Nusantara Wheelchair (BNW) ini bisa dikendalikan lewat perintah otak. Sepintas, BNW punya tampilan yang nggak jauh berbeda dari dari kursi roda konvensional yang biasa kita lihat. Nah, biar nggak bingung, mendingan kita lihat penampakannya. Apa aja sih yang bikin alat ini bisa bergerak sedemikian rupa?

Aki dan Motor

Terdapat juga dua buah aki di bagian bawah kursi roda. Aki yang berfungsi sebagai tenaga tersebut mempunyai tegangan 12 volt untuk menggerakkan motor dan kursi roda dengan kecepatan sekitar 50cm/detik.

Software

Ini dia aplikasi yang dikembangkan oleh Ivan dan Jennifer. Sebelum mengendalikan kursi roda, kita harus menyimpan data untuk menyamakan persepsi otak kita dan perangkat.

Dalam software tersebut, kita akan mengatur beberapa pergerakan, yakni maju, mundur, netral, belok kiri dan kanan. Nah, untuk mengatur pergerakan itu, kita diharuskan konsentrasi dan fokus terhadap masing-masing gerakan yang akan diatur.

Misalnya saja kalau kita mau bergerak maju, kita bayangkan diri kita sedang bergerak maju atau sedang mengejar sesuatu. Nah, hal itu berlaku untuk semua gerakan. Kalau ditotal, pengaturan ini akan berlangsung sekitar 30 detik, tergantung seberapa kuat kita fokus dan berkonsentrasi.

Saat hendak menggerakkannya, ada dua mode yang bisa dipilih, yakni EEG (murni dengan kekuatan pikiran) dan gyroscope (pikiran dan dipadukan dengan gerakan tubuh). Nah, untuk mengujinya, HAI menggunakan kedua mode tersebut.

Tombol Darurat

Sesuai namanya, benda ini hanya digunakan saat dalam keadaan darurat. Jadi gini, BNW bekerja dengan perintah otak. Nah, seandainya ada satu kejadian yang nggak diinginkan terjadi (misalnya si pengguna pingsan), kita bisa menekan tombol ini untuk membuat kursi roda berhenti.

http://hai-online.com/Feature/Stuffs/Mahasiswa-Binus-Bikin-Kursi-Roda-A-La-Profesor-X