BINUS UNIVERSITY

KRYPI AKRABKAN BINUSIAN DENGAN DUNIA PENELITIAN

BINUSIAN Program Studi Psikologi hadirkan KRYPI untuk mengakrabkan BINUSIAN dengan dunia penelitian

Penelitian seringkali dipandang sebagai hal yang menyeramkan bagi mahasiswa. Penelitian juga kerap dianggap hanya sebuah kegiatan untuk para dosen dan peneliti. Tapi sesungguhnya penelitian dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh para BINUSIAN. Demi mendekatkan mahasiswa dengan dunia penelitian dan riset, BINUS UNIVERSITY melalui Program Studi Psikologi menyelenggarakan acara berjudul KRYPI atau Kreativitas Psikologi pada Jumat (29/5).

KRYPI adalah wadah untuk menampung hasil karya kreatif mahasiswa dalam bidang penelitian. Acara ini wajib diikuti oleh seluruh BINUSIAN dengan Program Studi Psikologi. Kegiatan ini diikuti oleh BINUSIAN dari tiga angkatan yang berbeda. Tema penelitian yang digunakan diambil dari mata kuliah yang dipelajari di kelas oleh para BINUSIAN. “Penelitian yang paling bagus dan unik akan dimasukkan ke buku Prosiding jurusan. Prosiding adalah buku yang memuat karya-karya ilmiah mahasiswa psikologi BINUS UNIVERSITY,” ujar Afifah, Ketua Penyelenggara KRYPI 2015.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa terkait dengan hal penelitian ilmiah dan memupuk keinginan mahasiswa untuk meneliti dan bereksperimen,” terang Rani Agias Fitri, S.Psi, M.Si, Psi, salah satu dosen Program Studi Psikologi BINUS UNIVERSITY. Dengan adanya kegiatan ini, BINUSIAN diharapkan mampu melihat suatu fenomena di masyarakat dan bisa memunculkan peluang untuk meneliti fenomena tersebut.

Dalam acara tersebut muncul berbagai penelitian-penelitian yang unik dan menarik, seperti: fenomena persahabatan antar gender, pengaruh pola asuh orang tua pada perilaku seksual remaja, dan fenomena kecanduan obat-obatan terlarang. Pada kesempatan ini, BINUSIAN juga turut mempresentasikan penelitiannya di hadapan para juri.

Dengan adanya KRYPI, BINUSIAN dikenalkan dengan penelitian sejak dini, agar pada saat akan menghadapi penelitian yang sesungguhnya mereka tidak lagi kaget dengan keadaan tersebut. (AS)