BINUS UNIVERSITY

MERANCANG RUMAH IMPIAN BERSAMA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

Rumah adalah tempat mengawali hari dan mengakhiri hari, tempat keluarga berkumpul, dan tempat dimana kenyamanan dan kehangatan berada. Semua orang memiliki rumah impiannya masing-masing. Namun di tengah gejolak perekonomian seperti saat ini, impian untuk memiliki rumah idaman adalah mimpi yang sangat tinggi, setinggi harga properti di wilayah perkotaan.

Membangun rumah sendiri tanpa jasa pengembang dipercaya oleh masyarakat perkotaan dapat menekan biaya. Dengan membangun rumah sendiri, pemilik juga memiliki kesempatan untuk menyesuaikan setiap sudut rumah sesuai dengan impiannya. Namun, masalah berikutnya yang harus dihadapi adalah biaya jasa arsitek dan desainer interior yang ternyata tidak murah. Padahal jasa mereka sangatlah krusial, terutama dalam menjadikan rumah indah dan nyaman.

Melihat fenomena tersebut, BINUS UNIVERSITY melalui program studi Arsitektur bekerja sama dengan Studio Arsitek Tropis (www.studioarsitktropis.com) mengadakan workshop “Designing Our Dream Home”. Sebuah workshop yang terbuka bagi siapa saja yang sedang berupaya mewujudkan rumah impiannya menjadi kenyataan. Workshop yang diadakan pada Sabtu (9/5) menghadirkan Ren Katili, Albertus Prawata, dan Wendy Chandra sebagai pembicara. Dua dari tiga pembicara diatas, Ren dan Albertus adalah dosen program studi Arsitektur BINUS UNIVERSITY.

Sepanjang workshop, kedua puluh peserta diberikan pengarahan baik secara teori maupun praktik mengenai perancangan rumah, mulai dari pemilihan material, penataan ruangan, pencahayaan, hingga pemilihan perabotan. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penyusunan anggaran pembangunan rumah, proses pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB), dan proses pembangunan rumah dari awal sekali hingga akhir dengan biaya yang minim namun hasil yang maksimal. Sederhananya, workshop ini adalah mata kuliah Perencanaan Pembangunan kilat.

Peserta yang mengikuti workshop adalah masyarakat umum, yang saat ini sedang atau berencana untuk membangun rumah. Mereka pun datang dengan ide, bagaimana rumah impian mereka berdiri. Sehingga, peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengkonsultasikan ide mereka kepada pembicara dan mentor.

Agar peserta benar-benar dapat mengikuti workshop dengan baik, setiap peserta didampingi oleh seorang mentor. Mentor yang mendampingi pun bukan sembarang mentor, mereka adalah BINUSIAN program studi arsitektur. Tugas utama mentor disini adalah untuk membantu peserta workshop, khususnya dalam mempergunakan aplikasi perancangan rumah yang berbasis digital, karena tidak semua peserta terbiasa dengan komputer.

Kegiatan ini ternyata tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tapi juga kepada BINUSIAN. Dengan berpartisipasi dalam workshop ini, BINUSIAN secara tidak langsung melatih diri sendiri untuk berhadapan dan berkomunikasi dengan klien. BINUSIAN juga mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang telah mereka peroleh di bangku kuliah kedalam dunia nyata dan membantu peserta untuk mewujudkan rumah impian mereka. (IV)