BINUS UNIVERSITY

KMBD BINUS UNIVERSITY BERBAGI TERANG DENGAN PENYANDANG TUNANETRA

Pengelihatan adalah salah satu hal yang paling berharga dalam kehidupan manusia. Namun tidak semua orang memiliki keberuntungan untuk dapat melihat semua hal yang dia temui dan inginkan. Itu bukanlah pilihan mereka, itu adalah hal yang tak dapat dihindari.

Sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada para penyandang tunanetra, Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavadana (KMBD) BINUS UNIVERSITY pada hari Minggu (5/4) menyelenggarakan kegiatan sosial DV SOS dengan tajuk ?Bring The Light For The Blind?. Kegiatan sosial yang diikuti oleh ratusan BINUSIAN maupun kalangan eksternal ini diwujudkan dengan sebuah gerakan mengetik ulang buku untuk kaum tunanetra, hasil ketikan dari para relawan tersebut kemudian akan ditransfer ke dalam huruf brailie agar dapat dibaca oleh kaum tunanetra untuk memotivasi semangat hidup mereka.

Kegiatan yang dilaksanakan di Vihara Yayasan Buddha Tzu Chi Pantai Indah Kapuk tersebut dihadiri oleh para jajaran pengurus KMBD, perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI.Jakarta, perwakilan Bina Netra Cahaya Batin, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, serta para ralawan yang jumlahnya tidak terhitung. Serangkaian acara pada hari itu dimulai dengan penyampaian kata sambutan dari ketua Panitia, Ketua KMBD, H.Fatahillah yang mewakili Pemerintah Provinsi DKI.Jakarta serta para pihak terkait lainnya. Kemudian acara dibuka secara resmi dengan ditandai dengan pemukulan Gong oleh perwakilan Pemerintah Provinsi DKI.Jakarta, H. Fatahillah.

?Kita ingin bersama-sama mengajak teman-teman semua untuk membantu teman-teman tunanetra untuk bisa mengoptimalkan diri dan bakatnya.? Ujar Metta Ratana, Ketua Panitia acara tersebut. H. Fatahillah selaku perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI. Jakarta menyampaikan juga bahwa ini merupakan langkah kemanusiaan yang luar biasa, ini adalah panggilan hati untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkannya.

Dalam seremoni pembukaan acara sosial ini, para penyandang tunanetra pun ambil bagian dalam pembukaan acara untuk menghibur serta membuktikan kemampuan tersembunyi mereka kepada para hadirin.

Para relawan melakukan pengetikan dengan begitu antusias, bahkan tanpa mengeluh dan menunjukkan rasa lelah, relawan yang telah selesai melakukan pengetikan meminta tambahan teks untuk diketik kembali. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan door price kepada para relawan yang beruntung dalam acara tersebut. (AS)